Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
R53


__ADS_3

Rina buru-buru meninggal kan taman, dan ia meminta pada karyawan agar membantu nya memanggil Arjuna dan Indah untuk segera makan. Ia segera kekamar mandi untuk mencuci muka nya. Kemudian Ia duduk di meja makan. Dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa pada diri dan hati nya.


"Mana Arjuna Rin?" kata mami.


"Sebentar lagi kembali mi, Rina duluan tadi." kata Rina berbohong.


Benar saja, tak lama Arjuna dan Indah datang dengan berbarengan. Tempat yang seharus nya Arjuna duduk malah Indah yang duduk. Karna Indah merebut duluan tempat di samping Rina.


"Indah, maaf ya sebelum nya. Kamu salah duduk deh kayak nya. Itu tempat Arjuna, kamu gak lihat di samping kamu ada Rina." kata mami.


"Suruh Rina aja yang pindah tante, kita kan belum makan juga kan." kata Indah tanpa tahu malu.


"Indah, jangan bikin malu mama. Pindah sekarang juga dari sana. Kamu kayak anak kecil aja gak tahu sopan santun." kata mama.


"Gak papa ma, biar aja Rina yang pindah." kata Rina bangun dari duduk nya.


"Gak usah, gak papa kita makan aja sekarang. Gak masalah duduk di mana aja kan sama aja. Ujung-ujunh nya makan juga kan." kata Arjuna.


Semua nya makan dengan fikiran mereka masing-masing. Mama dan papa terlihat sangat malu karna kelakuan Indah yang menjadi-jadi.


Selly makan hanya sedikit kemudian minta izin untuk langsung kekamar. Suasana makan malam jadi tidak nyaman karana kelakuan Indah.


Setelah makan malam, mama dan papa langsung minta izin pulang. Dan mengata kan maaf karna bikin kacau di acara makan malam keluarga kali ini.


Rina mengantar kan mama dan papa sampai pintu rumah. Di sana Indah sempat-sempat nya berbisik sesuatu pada Rina.


"Kamu sudah tidak di butuh kan lagi Rina. Aku sudah kembali, Arjuna itu milik ku. Kamu harus ingat ya, kalau kamu adalah pengganti saja bukan. Tahu diri sedikit kamu sebagai pengganti." kata Indah berbisik pada Rina.

__ADS_1


Keluarga nya pulang, Rina pun memutus kan untuk kembali kekamar nya. Di kamar Arjuna sudah ada di atas kasur dengan laptop di tangan nya. Rina tidak bicara apa pun, ia langsung baring membelakangi suami nya.


"Kamu udah mau tidur sekarang ya Rin, gak mau bicara dulu sama aku." kata Arjuna.


"Gak kak, aku langsung tidur aja sekarang. Udah capek dan ngantuk, perlu istirahat." kata Rina tanpa melihat Arjuna saat bicara.


"Kamu gak mau tanya-tanya aku saat aku di Amerika bagai mana Rin. Kamu gak kangen sama aku saat aku gak ada di sisi mu." katq Arjuna.


Untuk apa aku kata kan kalau aku kangen sama kamu kak. Kamu juga tidak butuh kata itu dari aku. Usaha mu untuk menghormati aku sungguh besar ternyata. Kata Rina dalam hati tanpa berniat menjawab apa yang Arjuna kata kan.


Air mata mengalir dengan cepat dari sudut mata Rina. Perlakuan Arjuna yang mirip orang yang cinta sama pasangan nya sangat bisa menipu hati. Siapa yang tidak tahu, maka pasti akan tertipu sama sikap Arjuna itu.


Rina menutup mata nya, ia ingin segera tidur dan melupa kan apa yang baru saja terjadi. Ia juga ingin segera menghindar dari Arjuna yang seolah-olah sayang dan cinta pada nya. Padahal, Arjuna hanya menghormati Rina sebagai istri.


"Rin, kamu udah tidur ya." kata Arjuna.


Rina diam saja, ia tak menjawab apa yang Arjuna kata kan. Dengan begitu, Arjuna akan menyangka bahwa ia sedang tertidur lelap.


****


Ntah jam berapa, mungkin subuh belum waktu nya. Rina sudah bangun, ia sudah tidak ada di tempat tidur saat adzan subuh berkumandang. Arjuna bangun saat adzan subuh dan melihat kesamping nya. Tidak ada Rina di sana.


Ia melihat kamar mandi, juga tidak ada orang nya. Di sekitar kamar juga tidak ada Rina di mana-mana. Arjuna penasaran, apa yang Rina laku kan sebuh-subuh begini. Ia membuka gorden jendela kamar.


Apa yang ia duga ternyata benar, hari ini hadis itu tidak sholat subuh. Ia duduk sendirian di taman samping rumah. Arjuna tak mengerti apa yang Rina laku kan. Tapi ia memutus kan untuk turun kebawah dan menghampiri Rina di taman.


"Mau kemana tuan muda, tumben sekali tuan muda bangun sesubuh ini." kata penjaga pintu.

__ADS_1


"Aku hanya mencoba melaku kan apa yang istri ku laku kan." jawab Arjuna sambil berlalu pergi.


Arjuna sampai di taman, ia melihat Rinq menatap lurus kedepan. Tidak ada yang Rina laku kan selain melamun. Entah apa yang ia lamun kan.


"Tumben kamu gak sholat subuh Rina." kata Arjuna.


Suara Arjuna membuat Rina sangat kaget. Ia buru-buru menyapu air mata nya yang masih tersisa. Tanpa melihat Arjuna, Rina menjawab.


"Aku sedang libur, jadi tidak sholat." kata Rina.


"Oh, enak juga ya jadi wanita. Asa waktu libur nya kalau sholat." kata Arjuna sambil dudu di samping Rina.


"Kamu gak merasa dingin ya Rin, duduk di sini subuh-subuh begini." kata Arjuna lagi.


"Gak, udara nya segar saat pagi. Aku gak merasa dingin berada di sini. Malahan merasa nyaman dari pada di rumah." kata Rina.


"Oh ya, aku masuk kedalam dulu ya kak. Aku mau kekamar mandi soal nya." kata Rina.


Rina meninggal kan Arjuna, tanpa menunggu Arjuna menjawab lagi apa yang ia kata kan. Rina bukan mau kekamar mandi, melain kan hanya ingin menghindar dari Arjuna.


Semakin dekat dengan Arjuna, semakin sakit pula rasa hati nya.


***


Arjuna ntah pergi kemana, pagi lagi sudah keluar bersama sopir nya. Rina minta izin sama mami untuk pergi kecafe Johan's. Karna ia sudah lama tidak mengunjungi cafe itu.


Mami mengizin kan nya dengan syarat harus pergi bersama sopir mami. Rina menerima syarat mami. Ia pun berangkat dengan sopir mami mertua nya ke cafe.

__ADS_1


Dalam perjalanan pergi, Rina hanya diam saja. Tidak ada bicara sedikit pun dengan pak sopir.


Sesampai nya di cafe, Rina meminta pak sopir untul pulang. Karna ia akan lama di cafe teman nya. Awal nya pak sopir menolak. Namun, saat Rina bilang nanti pak sopir harus menjemput nya. Maka pan sopir setuju dengan permintaan Rina.


__ADS_2