Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
R47


__ADS_3

Arjuna melihat tubuh mungil yang membelakangi nya itu. Ia menatap tubuh itu, ntah apa yang ada dalam hati nya.


"Rina." kata Arjuna memamggil istri nya yang membelakangi nya.


Namun Rina tidak menjawab, karna saat itu Rina sudah hanyut di alam mimpi. Rina sudah terlelap di alam bawah sadar nya.


"Cepat banget kamu tidur nya, belum lama baring udah tidur aja kamu." kata Arjuna bicara pada orang yang tidak bisa mendengar kan kata-kata nya.


Malam pertama yang tidak sama seperti malam pertama. Nama kan juga nikah tak di ingin kan. Apa lagi Rina, ia hanya lah sebagai pengganti kakak nya saja. Bagai mana mau istimewa di malam pertama nya.


Sama hal nya dengan Arjuna, ia tidak punya perasaan apa pun pada Rina. Ia tidak punya rasa cinta pada gadis itu, bagai mana ia mau bersikap layak nya suami istri. Ia hanya bisa menghargai Rina saja saat ini.


***

__ADS_1


Saat bangun pagi, Rina melihat di samping nya ada seseorang. Jelas lah ada seseorang, ia kan bukan tidur di rumah nya. Ia kan tidur di kamar Arjuna saat ini.


Niat nya mau menjerit karna kaget, ia batal kan. Karna ia baru ingat kalau ini bukan kamar nya. Melain kan ia yang sedang tidur di kamar orang lain.


Bukan hanya itu, sudah tidur seranjang dengan Arjuna. Satu selimut lagi sama lelaki tampan itu. Rina padahal tidur tidak memakai selimut, tapi sekarang malah tidur satu selimut dengan Arjuna.


Rina pun bangun dengan cepat, ia ingat harus sholat subuh sekarang. Karna adzan sudah berkumandang sejak tadi. Ia malah memikir kan kenapa ia bisa pakai selimut bukan nya langsung bagun saat adzan telah selesai di lantun kan.


Arjuna tersadar saat mendengar percikan air dari kamar mandi. Ia pun melihat kesamping nya. Rina tidak ada lagi di samping nya.


Saat pintu terbuka, ia kembali menutup mata nya. Arjuna berpura-pura tidur, ia ingin tahu apa yang Rina kerja kan dengan bangun subuh.


Rina mengerja kan kewajiban nya sebagai seorang muslimah. Sholat subuh dua rakaat, sejak awal Rina melaku kan sholat hingga selesai. Tidak ada satu pun hal yang luput dari pengawasan Arjuna. Ia memperhati kan Rina dengan seksama.

__ADS_1


Jadi Rina sholat subuh, sungguh gadis yang istimewa ternyata. Kata Arjuna dalam hati nya.


Rina selesai menjalan kan kewajiban nya, ia melihat kearah Arjuna. Arjuna masih terpejam di ranjang mereka. Rina meninggal kan kamar itu, ia menuju dapur.


Di sana para pelayan sudah melaku kan tugas mereka. Para pelayan ternyata sudah bangaun juga subuh itu.


"Nyonya muda cari apa ya?" kata salah satu dari pelayan yang ada di dapur itu.


"Gak ada mbak, saya hanya mau lihat-lihat saja. Apa saya boleh bantu kerjaan nya mbak." kata Rina pada pelayan.


"Jangan nyonya muda, mana boleh nyonya muda mengerja kan pekerjaan kami. Nanti kami di marah sama tuan sama nyonya." kata salah satu pelayan itu.


"Baik lah kalau begitu, aku akan berkeliling saja lah." kata Rina.

__ADS_1


"Silakah saja nyonya muda, apa perlu kami teman kan nyonya muda berkeliling?" tanya pelayan itu.


"Tidak usah, kalian kerja kan saja pekerjaan kalian. Aku akan berkeliling sendiri saja." kata Rina.


__ADS_2