Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
R49


__ADS_3

Ternyata Rina mengikuti apa yang Arjuna kata kan. Ia masuk kedalam kamar mandi, menunggu Arjuna ganti baju.


Setelah selesai ganti baju, mas Rajo mengetuk pintu kamar mandi dan mengata kan kalau Rina sudah boleh keluar karna tuan muda nya sudah selesai ganti baju.


Rina pun keluar, ia sebenar nya sangat ingin keluar dari tadi. Namun bagai mana pun, ia tidak ingin melaku kan kesalahan.


"Rina, kamu ikut aku keluar ya hari ini." kata Arjuna pada Rina.


"Kemana kak?" kata Rina.


"Udah iku aja, gak usah banyak komen." kata Arjuna.


"Aku tunggu kamu di bawah, kamu gak usah lama-lama ya. Karna aku gak usah menunghu terlalu lama." kata Arjuna lagi.


"Iya kak." jawab Rina singkat.


Arjuna dan Rajo pun meninggal kan kamar itu. Sedang kan Rina buru-buru mengganti baju nya, ia tidak ingin Arjuna menunggu nya.

__ADS_1


Setelah berdandan ala kadar nya saja, Rina pun turun dengan cepat kebawah. Ia melihat Arjuna sudah tidak ada du rumah. Di meja makan pun tidak ada.


"Tuan muda menunggu di mobil nyonya muda." kata salah satu pelayan yang melihat Rina kebingungan.


"Terima kasih banyak ya mbak." kata Rina.


"Sama-sama nyonya." kata pelayan itu terlihat senang dapat ucapan terima kasih dari majikan nya.


Rina bergegas menuju mobil, benar saja. Di sana, Arjuna sudah duduk manis dalam mobil. Rina pun masuk kedalam mobil dengan cepat.


"Maaf kak, aku lama ya." kata Rina.


Di depan, Rajo tersenyum melihat bos nya. Ternyata bos nya sedang mengerjai istri nya.


Mobil pun berjalan, Rina tidak berani menanya kan akan kemana mobil itu berjalan. Arjuna terlihat masih sibuk dengan laptop nya. Ia tidak peduli dengan jalan yang mereka lewati.


Gak malam, gak siang. Kayak nya kak Juna itu sama aja deh. Ia hanya perduli sama laptop nya saja. Pagi-pagi gini lagi udah main laptop aja. Apa sih yang ia kerja kan. Kata Rina dalam hati.

__ADS_1


"Kamu gak bosan melihat wajah ku Rina. Apa aku terlalu tampan untuk mu. Apa kamu mau melihat nya lebih dekat lagi." kata Arjuna sambil mendekat kan wajah nya kearah Rina.


"Gak ngak kok, ngak kok ka Juna salah sangkat." kata Rina buru-buru menghindar.


Rina merasa jantung nya mau copot saja, apa yang Arjuna laku kan sangat membuat diri nya tak terkendali. Ia sangat kaget, hampir saja wajah nya dan wajah Arjuna bersentuhan. Kalau Rina tidak cepat-cepat berubah posisi. Mungkin sudah terjadi ciuman di antara Rina dan Arjuna.


"Kamu kenapa Rina, kayak nya kaget banget sih." kata Arjuna saat melihat tingkah Rina.


"Gak kok kak, gak papa." kata Rina.


"Rina, kamu gak bertanya kita mau kemana. Kamu gak penasaran aku mau bawa kamu kemana gitu." kata Arjuna.


"Aku gak mau terlalu banyak bertanya kak, aku tahu kamu gak akan menjual aku kan." kata Rina.


"Kamu terlalu percaya diri Rina. Bagai mana kalau aku benar-benar menjual kamu." kata Arjuna.


"Aku rasa gak akan deh kak Juna kan orang baik. Mana mau menjual aku, lagian aku kan..."

__ADS_1


"Kamu apa Rina, kok gak di lanjut kan lagi kata-kata nya." kata Arjuna.


__ADS_2