Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
R30


__ADS_3

"Ngak kok mbak, mbak tidak menghalangi mobil kami kok." kata sopir.


"Lalu ada apa mas, apa minta saya ganti rugi karna saya sudah menabrak mobil ini." kata Rina lagi.


Sopir itu tersenyum sama apa yang Rina kata kan. Itu membuat Rina jadi makin tidak tahu harus apa lagi.


"Bukan mbak, saya kesini di suruh sama bos saya untuk membawa mbak kedalam mobil. Bos saya ingin mbak masuk kemobil agar bisa di obati luka nya." kata sopir itu sambil masih senyum.


"Gak usah mas, gak papa kok saya nya. Bilang sama bos nya mas, makasih banyak. Tapi saya beneran gak papa kok." kata Rina.


"Maaf mbak, saya tidak bisa bilang begitu sama bos saya. Karna bos saya memaksa mbak masuk kedalam mobil juga saat ini." kata sopir itu.


"Biar cepat selesai, dan saya juga gak kena marah karna gagal menjalan kan tugas. Sebaik nya mbak ikut saja saya masuk mobil mbak ya." kata sopir itu lagi.


Mau tidak mau, Rina pun ikut masuk kedalam mobil. Sopir itu membuka kan pintu untuk nya. Saat ia masuk kedalam mobil, Rina di buat kaget sama pemilik mobik yang ia tabrak.

__ADS_1


"Kak Juna." kata Rina kaget.


"Sini tangan kamu, luka mu hampir mau kering. Harus cepat di obati, kalau tidak akan infeksi nanti." kata Arjuna.


Ternyata, mobil yang Rina tabrak itu milik Arjuna. Pantas saja pemilik mobil itu gak keluar. Hanya sopir nya saja yang monda-mandir menghampiri Rina dari awal hingga Rina di suruh masuk mobil.


"Kenapa kamu menatap ku, ada yang salah sama kata-kata aku barusan." kata Arjuna membuyar kan lamunan Rina.


"Eh, ngak kok. Maaf kak Juna, aku beneran gak papa kok." kata Rina menolak.


Mau tidak mau, Rina kembali hanya mengikuti saja apa yang Arjuna kata kan. Ia mengulur kan siku nya tergores tadi.


Arjuna membuka kotak obat yang sedari tadi sudah ada di atas pangku nya. Lelaki itu masih terlihat tampan sekali walau pun kepala nya masih terbalut perban putih.


Rina terus saja menatap lelaki yang ada di samping nya itu. Lelaki yang tampan, dan masih berwibawa. Ia masih terlihat sangat sempurna walau pun masih dalam keadaan sakit.

__ADS_1


Arjuna mengoles kan obat di siku Rina dengan sangat lembut.


"Au..." rintihan itu pun keluar secara tidak sengaja dari mulut Rina. Padahal ia berusaha sekuat tenaga menahan agar tidak keluar kata-kata apa pun.


"Sakit ya, aku sudah mencoba selembut mungkin agar kamu tidak berasa sakit." kata Arjuna.


"Tidak apa-apa kak, aku memang sedikit cengeng saja. Rasa nya tidak terlalu sakit kok." kata Rina pura-pura kuat. Padahal satu tangan nya mencengkam celana yang ia pakai.


"Aku sudah bilang, ini luka nya sudah kering


Jadi nya kamu akan kesakitan." kata Arjuna.


"Gak sakit kok kak, tenang aja." kata Rina.


"Gak sakit, tapi tangan mu mencekam celana dengan sangat erat aku lihat." kata Arjuna.

__ADS_1


Rina terdiam, ternyata Arjuna itu sama persis sama apa yang kak Indah cerita kan.


__ADS_2