
Rina diam di depan jendela kamar nya. Menatap keluar jendela, memandang hujan yang turun dari langit. Hujan, saat yang paling Rina sukai adalah saat hujan turun.
Air yang turun menyentuh dedaunan, membasahi bumi dan segala isi nya. Sejak kecil ia paling suka dengan hujan. Ia paling suka sama aroma rumput yang basah setelah hujan turun.
Tapi entah kenapa, kali ini rasa hati nya bagai kan hampa. Kosong tidak ada yang membuat nya bersemangat. Ia menatap daun yang di timpa air hujan.
Tapi fikiran nya menerawang jauh entah kemana. Hari ini dia tidak bekerja, karna hujan yang turun dari tadi pagi sampai siang belum juga berhenti. Ia juga sudah izin untuk tidak masuk hari ini, karna mau menenang kan hati nya yang lara.
Resti dan Johan tidak tahu apa yang sahabat mereka alami. Apa lagi Budi, lebih tidak tahu lagi. Karna Budi kan bukan manusia yang peka terhadap orang lain.
Dalam lamunan nya itu, tanpa sadar pintu kamar Rina di ketuk oleh bibik dari luar. Bibik sudah berkali-kali mengetuk pintu kamar, namun Rina tidak juga mendengar ketukan di pintu itu.
"Ada apa bik, kenapa bibik mengetuk pintu kamar Rina berkali-kali." kata Indah keluar dari kamar nya karna mendengar pintu kamar adik nya yang di ketuk.
"Non Rina di panggil sama nyonya keruang tamu non, tapi non Rina tidak membuka pintu nya saat saya ketuk." kata bibik.
__ADS_1
"Kenapa mama mau Rina datang keruang tamu. Emang nya ada tamu yan bik." kata Indah penasaran.
"Iya ada non, tapi bibik tidak tahu siapa. Maka nya non Rina di suruh nyonya keruang tamu. Karna orang itu mau bertemu sama non Rina." kata bibik.
Indah mengangkat alis nya, ia merasa penasaran sama tamu yang bibik kata kan. Tumben ada tamu yang mau menemui Rina, biasa nya kan tidak pernah.
"Awas bik, biar aku yang panggil anak itu." kata Indah.
Bibik pun minggir dari pintu itu, membiar kan Indah mengganti kan ia memanggil Rina.
Ternyata apa yang Indah laku kan berhasil membuat Rina sadar dari lamunan nya. Ia bergegas bangun dan membuka kan pintu untuk Indah.
"Ada apa sih kan teriak-teriak." kata Rina pada Indah.
"Gimana aku gak teriak-teriak, kamu udah berkali-kali di panggil sama bibik gak dengar juga." kata Indah.
__ADS_1
"Maaf bik."
"Emang nya ada apa sih kak, sampai kalian berdua harus panggil aku." kata Rina.
"Mama ingin kamu datang keruang tamu, di sana ada tamu yang ingin bertemu sama kamu." kata Indah.
"Siapa sih yang mau ketemu aku, mana ada tamu yang datang saat hujan." kata Rina seakan tak percaya.
"Mana aku tahu, orang bibik yang bilang pada ku." kata Indah.
"Bibik juga gak tahu non, sebaik nya non Rina lihat langsung saja siapa tamu nya." kata bibik.
"Ya udah deh, ayo bik." kata Rina sambil menutup pintu kamar nya.
Rina dan bibik berjalan turun kebawah, menuju ruang tamu. Sedang kan Indah menahan rasa penasaran nya. Ia memilih masuk kamar saja, ia juga takut kalau yang datang itu adalah keluarga Arjuna.
__ADS_1