Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
R45


__ADS_3

Arjuna menatap wajah gadis yang ada di hadapan nya saat ini. Wajah polos, cantik dan manis itu terlihat sangat tulus saat mengucap kan kata-kata itu.


"Tidak perlu berkata begitu, kamu tidak perlu minta maaf atas apa yang tidak kamu laku kan. Aku juga tidak akan bersikap bodoh dengan orang yang tidak punya salah apa pun." kata Arjuna.


Rina sangat terharu sama apa yang lelaki tampan itu kata kan. Ia makin terpesona lagi sama kebaikan hati Arjuna.


Kenapa ada orang yang seperti kak Indah, yang tega melukai hati lelaki yang sebaik kak Juna. Kata Rina dalam hati.


Pintu kamar pun di ketuk dari luar, ntah siapa yang mengetuk pintu kamar mereka.


"Siapa?" kata Arjuna.


"Maaf tuan muda, waktu nya turun untuk makan malam bersama." kata seseorang di balik pintu.


"Baik lah, silakan masuk. Pintu tidak aku kunci." kata Arjuna lagi.


Pelayan itu masuk kedalam kamar setelah Arjuna mengizin kan nya.

__ADS_1


"Kamu ganti baju dulu, aku akan turun duluan." kata Arjuna pada Rina.


"Baik kak." kata Rina.


Arjuna pun pergi dari kamar itu dengan dua pelayan yang membawa nya. Setelah mereka menghilang di balik pintu kamar. Rina pun bergegas mengganti kan baju nya.


***


Hanya Rina yang belum ada di meja makan. Semua nya sudah duduk di tempat nya masing-masing. Rina bergegas turun dari tangga, dan berjalan cepat menuju meja makan.


"Gak perlu buru-buru Rina, kami masih bisa menunggu kok." kata mami Windi.


"Gak papa kakak ipar, kakak ku orang nya gak pemarah kok. Malahan ia orang yang paling sabar di antara kami." kata Selly.


Rina melirik orang yang di bicara kan. Apa iya kak Juna adalah lelaki yang paling sabar. Kayak nya sih ia, ia paling tenang dan tidak mudah marah. Kata Rina dalam hati.


"Gak perlu melirik kakak ipar, kamu bisa langsung tatap saja wajah kakak ku. Dia juga gak akan keberatan kok kalo kakak ipar menatap nya." kata Selly sambil tersenyum.

__ADS_1


Rina jadi salah tingkah, ternyata kakak adik sama saja. Mata nya sangat tajam, bisa melihat hal yang orang lain rasa tidak akan terlihat.


"Sudah lah Selly, jangan goda kakak ipar mu lagi. Dia adalah anggota baru di rumah kita, jadi jangan buat ia tidak nyaman." kata mami.


"Udah Rina, jangan dengar kan apa yang Selly kata kan. Ayo makan, dan buat diri mu senyaman mungkin di rumah ini." kata mami lagi.


"Iya mi, makasih banyak." kata Rina.


"Tidak perlu cangung gitu nak, kami sudah anggap kamu sebagai anak kami sendiri kok. Apa lagi saat kamu bisa kasih kami cucu nanti." kata papi ikut bicara.


"Uhuk, uhuk, uhuk..." Arjuna batuk mendengar kan apa yang papa yang papa kata kan.


Rina dengan cepat memberi kan air minum untuk Arjuna yang sedang memegang dada nya.


"Ini minum nya kak, makan nya harus pelan-pelan." kata Rina.


"Yah, kita ngontrak deh." kata Selly.

__ADS_1


"Selly, makan makanan mu. Dan jangan ganggu kakak mu lagi." kata mama.


"Iya ma, ini lagi makan kok." kata Selly sambil senyum-senyum pada Rina dan Arjuna.


__ADS_2