
Mama terdiam seribu bahasa, nampak jelas wajah kesedihan di wajah mama. Sementara itu, Indah terus saja memaksa mama agar mengata kan siapa papa nya yang sebenar nya.
"Indah, maaf kan mama. Mama dulu sangat mencintai seorang laki-laki, namun dia adalag orang yang tidak punya. Mama dan lelaki itu berniat untuk kawin lari, namun orang tua mama berhasil mencegah rencana mama." kata mama sambil tertunduk lesu.
"Jadi di mana papa ku, di mana dia sekarang. Kenapa mama rahasia kan semua ini dari aku ma." kata Indah.
"Indah, papa kamu sudah tidak ada lagi di dunia ini. Papa mu telah meninggal karna kecelakaan, jadi mau tidak mau mama harus menikah dengan papa mu yang sekarang." kata mama.
"Tapi mama tidak bisa menyangi Rina sama seperti mama sayang pada mu. Karna Rina anak yang tidak mama ingin kan." kata mama.
"Sayang, kamu harus memaaf kan mama. Karna mama sangat menyanyagi mu Indah." kata mama.
__ADS_1
"Mama sayang pada aku kan, pikir kan cara nya bagai mana supaya aku tidak menikah dengan Arjuna yang lumpuh itu." kata Indah kembali pada pokok masalah.
Indah tidak terlalh menangapi apa yang mama nya kata kan tentang ayah kandung nya. Karna mama nya bilang, ayah kandung nya adalah orang miskin yang tidak punya apa-apa. Jadi, buat apa ia kenanag lagi sekarang. Apa lagi, papa nya itu sudah meninggal. Lebih tidak jadi masalah lagi bagi nya.
"Baik lah kalau kamu tetap tidak mau menikah dengan Arjuna. Kita akan pergi dari rumah itu untuk menghindar dari amarah keluarga Respatih." kata mama.
"Apa mama tidak ada cara lain, mama bilang mau menikah kan Rina untuk mengganti kan posisi aku. Kenapa malah kita yang pergi dari rumah itu sih ma." kata Indah.
"Lalu kita mau tidur di mana jika tidak di rumah kita." kata Indah.
"Kita kan bisa menyewa apartemen sayang. Menunggu situasi nya baik, kamu kan bisa bebas nanti dari kelurga Respatih." kata mama.
__ADS_1
"Ya udah ma, aku akan ikut apa yang mama kata kan. Tapi, kita harus ambil semua barang-barang kita di rumah dulu." kata Indah.
Mama setuju dengan apa yang Indah kata kan. Mereka pun memutus kan untuk pulang dahulu. Mereka akan membawa semua barang dan perhiasan yang bisa mereka guna kan selama waktu bersembunyi dari keluarga Respatih.
***
Sementara itu, di rumah mereka. Rina sedang menunggu mama dan kakak nya yang sudah lama pergi belum juga kembali.
Rina munda-madir di depan pintu dekat ruang tamu. Sedang kan papa duduk manis di atas sofa ruang tamu itu.
"Sayang, kamu gak capek apa di situ. Lagian ngapain sih kamu harus nunggu orang yang tidak butuh sama kita. Kamu kan punya papa nak, apa yang kamu ingin kan akan papa penuhi." kata papa.
__ADS_1
"Papa sayang, Rina bukan nya gak suka hanya punya papa. Tapi, Rina tidak ingin keluarga kita bermasalah. Jika mereka tidak membutuh kan kita, kita tidak boleh membalas nya." kata Rina.