Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
R14


__ADS_3

Ternyata apa yang Indah tebak itu salah.


"Jangan lanjutkan lagi pa, kamu tidak bisa mengatakan dan menghancurkan hati putri kita," kata mama memelas pada papa.


"Putri kita yang mana yang kamu maksudkan. Aku menerima apa yang kamu syaratkan pada ku. Sedangkan kamu tidak menerima apa yang aku syaratkan pada mu. Kamu malah melukai hati putri kita. Hanya karna kamu tidak mencintai aku. Kamu menelantarkan anak yang memang darah daging kamu juga. Itu semua karna kamu tidak cinta sama aku, kamu terlalu egois," kata papa marah.


"Apa yang sebenarnya terjadi pa, katakan saja. Jangan berbelit-belit begini dong pa," kata Rina dengan air mata yang masih mengalir dengan derasnya.


"Iya pa, aku tidak ingin kalian sembunyikan lagi. Apa yang sebenarnya terjadi, siapakah anak tiri di rumah ini. Aku atau Rina sih," kata Indah.


"Kamu ingin tahu siapa yang anak tiri," kata papa pada Indah.


Tapi saat itu, mama berlutut di hadapan papa. Ia tidak ingin papa mengatakan siapa yang anak tiri di rumah ini.

__ADS_1


"Aku mohon pa, jangan lanjutkan lagi omong kosong ini. Cukup sampai di sini saja, aku memang tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kita," kata mama sambil menangis.


"Tidak ma, sudah saatnya aku katakan apa yang sebenarnya terjadi. Kamu tidak perlu menjaga hati putri mu tersayang itu lagi. Karna cepat atau lambat, semuanya juga akan terbongkar," kata papa.


"Jangan pa, aku mohon jangan katakan," kata mama.


Namun saat itu, papa tidak mendengarkan lagi apa yang mama katakan. Ia sudah membulatkan hatinya untuk mengatakan sebuah kebenaran.


"Indah, anak tiri di rumah ini itu adalah kamu. Kamu dan Rina memang saudara tiri, tapi yang jadi korbannya adalah anak ku," kata papa lantang tanpa mendengarkan apa yang mama katakan lagi.


"Apa ... apa, papa lagi bercandakan pah?" kata Indah tak percaya sama apa yang papa katakan.


"Tidak, aku tidak bercanda pada kalian berdua. Rina adalah adik tiri mu dan anak kandung aku. Sedangkan kamu bukan anak kandung ku, mama mu menikah dengan aku, dia sudah hamil lima bulan. Karna aku ingin mengikuti apa yang mama papa ku minta, maka aku setuju menikah dengan mama mu," kata papa panjang lebar.

__ADS_1


"Kami bikin perjanjian, aku akan mengakui anaknya sebagai anak kandung ku. Kalau dia mau melahirkan anak untuk ku. Dan mama mu menyangupinya, tapi sayangnya karna ia tidak cinta pada ku. Anak itu yang jadi korban dari rasa tidak cinta itu," kata papa.


"Tidak ... ini tidak mungkin, tidak ...." kata Indah tak percaya sama apa yang papa katakan. Ia menggelengkan kepalanya sambil merjalan mundur dan menangis.


Indah tak sangup mendengarkan apa yang papa katakan. Ia berlari meninggalkan ruang tamu.


"Indah, tunggu sayang," kata mama.


"Kak Indah," kata Rina.


Mama menatap papa dengan tatapan marah. Ia tidak ingin Indah tahu apa yang telah terjadi di masalalu.


"Puas kamu, puas kamu sekarang. Kamu sudah menyakiti hati putri ku. Puas kamu sekarangkan, kamu sungguh keterlaluan," kata mama.

__ADS_1


"Ya, kamu selaluh memikirkan putri mu saja. Kamu tidak punya satu putri Dini. Kamu punya dua putri, kamu harus ingat itu," kata papa.


__ADS_2