Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
R42


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu, waktu yang di nanti kan telah pun tiba. Hari ini adalah hari yang sangat bahagia buat sebagian orang. Namun tidak pada Arjuna dan Rina.


Hari pernikahan mereka telah sampai, bahkan acara nya telah pun selesai di laksana kan. Setelah ijab khobul yang dengan lancar Arjuna ucap kan di depan para saksi. Maka kata sah pun menjadi pelengkap dari kata sakral ijab khobul itu.


Rina pun sudah menjadi istri dari calon kakak ipar nya. Calon kakak ipar yang telah menjadi suami nya.


Pernikahan itu di ada kan di rumah keluarga Respatih. Mama dan papa pun sudah pulang sejam yang lalu. Setelah acara berakhir, mama dan papa berbincang-bincang sama keluarga Respatih.


Namun, mereka memutus kan untuk pulang setelah selesai ngobrol sama besan nya. Rina hanya bisa mengantar kan mama dan papa hanya sampai depan pintu saja. Karna ia mulai hari ini juga akan tinggal di rumah keluarga Respatih. Karna ia adalah istri dari tuan muda Arjuna.


Saat ini, mereka sedang ada di dalam kamar Arjuna. Kamar utama yang di diami Arjuna sejak ia lumpuh. Kamar itu memang letak nya di lantai dua, namun naik kekamar itu tidak dengan tangga, melain kan dengan lift.

__ADS_1


Kamar itu di hiasi dengan bunga-bunga, nama kan juga kamar pengantin. Jelas lah di rias sedemikian cantik. Walau pun orang yang menikah itu tidak merasa ingin jadi pengantin.


Arjuna duduk di kursi roda nya, ia telah selesai berganti pakaian. Sedang kan Rina masih dengan gaun pernikahan nya yang tadi.


Rina sangat cangung berada di kamar berdua bersama Arjuna. Namun, Arjuna tidak terlihat cangung sama sekali. Ia seperti tidak menggap Rina ada di kamar itu.


Arjuna menatap keluar jendela kamar nya. Pandagan nya kosong, bagai kan tak ada semangat untuk hidup saja.


"Mau tanya apa kah, tanya kan saja aku akan jawab." kata Rina.


"Kenapa kamu mau menikah dengan ku, sedang kan pacar ku saja tidak mau menikah dengan aku yang cacat ini. Kenapa kamu malah mau?" kata Arjuna.

__ADS_1


Arjuna bertanya namun tidak melihat kearah orang yang di beri kan pertanyaan. Ia bertanya tapi pandangan nya menerobos jauh keluar jendela.


Rina bingung mau jawab apa, ia tidak tahu mau bilang apa. Apa yang harus ia jawab, apa kah ia harus jujur saja kalau ia di minta sama mama nya untuk menjadi pengganti kakak nya.


"Kenapa kamu diam Rina, kata kan saja apa yang ingin kamu kata kan." kata Arjuna.


"Aku.... Aku.... Aku tidak tahu mau berkata apa kak Juna. Kamu jangan tanya kan apa yang tidak bisa aku jawab." kata Rina.


"Kenapa kamu tidak bisa menjawab apa yang aku tanya kan. Pasti kamu juga terpaksa kan menikah dengan aku. Apa kalian terlalu sayang pada harta kekuarga Respatih." kata Arjuna.


Mendegar itu, darah Rina tiba-tiba saja naik. Ia tidak ingin di kata kan gadis gila harta. Dan dia menikah dengan Arjuna juga bukan karna harta, ia hanya tidak ingin papa dan mama nya berpisah. Dan tidak ingin keluarga nya hancur, itu saja tidak lebih.

__ADS_1


__ADS_2