
Walau pun Rina dan papa nya tidak ada sangkut paut dalam masa lalu mama yang suram. Namun mama masih tidak bisa memaaf kan kakek Rina. Hal itu yang bikin mama jadi ibu yang kejam untuk anak nya sendiri.
Saat mama menangis di ruang keluarga, pap yang baru saja masuk kedalam rumah melihat mama. Ia merasa penasaran sama mama yang sedang menyapu air mata.
"Kenapa kamu menangis, ada apa dengan anak mu." kata papa.
Mama kaget sama apa yang papa tanya kan. Karna mama tidak sadar kalau papa sudah pulang bahkan melihat mama menangis.
"Gak ada apa-apa, aku hanya kelilipan saja." kata mama berbohong.
"Kenapa kamu harus bohong pada ku, aku bukan anak kecil yang bisa kamu tipu." kata papa.
"Aku nangis juga bukan urusan mu, lagian kalau masalah Indah kan juga bukan urusan kamu." kata mama.
"Ya sudah kalau gitu, aku tidak akan bertanya apa yang terjadi pada mu dan pada anak mu." kata papa.
Papa ingin pergi dari ruang keluarg, meninggal kan mama sendiri di sana. Namun, mama mencegah papa sebelun papa pergi.
__ADS_1
"Pa tunggu, mama ingin bicara." kata mama.
"Mau bicara apa, kata nya tadi bukan urus papa kan." kata papa.
"Ini bukan urusan Indah anak ku, ini urusan Rina anak kita." kata mama.
"Sejak kapan kamu mengakui Rina menjadi anak mu, anak kita. Selama ini kamu tidak bilang pun kalau Rina itu anak kita. Kamu selalu bilang, dia anak ku." kata papa.
"Sudah lah pa, jangan banyak bicara lagi. Aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu. Kamu duduk saja, dan bicara sebentar sama aku." kata mama.
Papa ikut apa yang mama mau, mereka pun bicara masalah Rina. Mereka bicara serius tentang Rina.
"Terserah mama saja, aku hanya ikut apa yang mama kata kan. Yang penting putri ku tidak sedih itu saja." kata papa.
"Ya sudah kalau begitu." kata mama.
Mama dan papa mengakhiri pembicaraan mereka. Mama masih duduk di ruang keluarga, sedang kan papa masuk kekamar untuk mandi dan istirahat sebentar.
__ADS_1
****
Setelah sholat isya, Rina pun mulai siap-siap. Ia bingung mau pakai baju yang mana. Bik Nuri ada di kamar Rina saat ini, membantu gadis itu untuk bersiap-siap. Karna Rina tak ingin mama kecewa sama dia malam ini.
"Baju yang mana yang cocok untuk makan malam ya bik." kata Rina bingung sambil melihat semua baju nya.
"Tunggu ya non, bibik juga bingung soal nya. Kan bibik itu gak tahu bagai mana suasana nya nanti." kata bibik ikut mikir.
"Yah bibik, bibik kan selalu bantuin kak Indah kalau lagi siap-siap." kata Rina.
"Bibik gak bantuin milih baju nya non, tapi bibik hanya bantuin jadi asisten nya aja." kata bibik.
"Jadi asisten gimana bik, gak ngerti deh aku." kata Rina.
"Ya jadi asisten, tukang kasih apa yang non Indah mau aja." kata bibik.
"Oh, aku kira bibik bantuin kak Indah siap-siap gitu kan." kata Rina.
__ADS_1
Rina bingung, ia kan tidak pernah pergi makan malam. Apa lagi makan malam bersama keluarga terpandang seperti ini.