Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
R57


__ADS_3

Saat Arjuna dan Rina datang pun, Indah masih tetap sama. Seperti orang bisu dan tidak ingat sama siapa yang datang.


"Kok bisa gini sih ma, apa yang terjadi senenar nya sih." kata Rina pada mama.


"Mama juga gak tahu Rina, kakak mu hilang kemarin. Dan setelah mama lapor polisi, baru mama tahu kalau kakak mu sudah ada di rumah sakit. Syok yang Indah alami sangat berat Rina. Kakak mu mungkin bisa sakit jiwa." kata mama.


"Sabar ma, mama harus kuat ma. Kita akab berdoa biar kakak Indah baik-baik saja ya ma." kata Rina berusaha menenang kan mama.


Arjuna tidak berkata apa-apa, ia hanya melihat apa yang terjadi. Mama menangis di pelukan Rina.


Apa lagi saat dokter mengata kan kalau Indah sudah tidak ada harapan jadi normal lagi. Jiwa nya semakin terguncang saja saat ini. Dokter menyaran kan membawa Indah kerumah sakit jiwa.


****


Dua bulan kemudian.


"Alhamdulillah, akhir nya selesai juga rumah ini dibrenovasi ya sayang." kata Arjuna pada Rina.


"Iya, akhir nya selesai juga ini rumah." kata Rina.


"Selamat ya sayang, kalian sudah punya rumah sendiri." kata papa.


"Iya nak, selamat buat rumah baru kalian ya. Dan jangan lupa janji sama papa ya nak. Rumah baru harus tambah warga." kata papi.


"Kalau itu saya juga setuju mas Kusuma. Ada rumah, ada warga baru iya gak." kata papa.


Arjuna melihat kearah Rina, ia tersenyum menggoda pada Rina. Rina malah malu-malu melihat Arjuna.


"Apa kalian perlu bulan madu nak, biar papi dan mami sedia kan." kata mami.


"Iya ya, kalian gak ada bulan madu nya kemarin." kata mama.


Ternyata, semua nya ada di sana. Melihat rumah baru Rina dan Arjuna. Baru jadi rumah baru mereka. Sebenar nya mereka beli rumah jadi, hanya saja Arjuna gak suka sama model rumah nya. Ia dan Rina sepakat mau membangun kembali rumah itu sesuai selera mereka. Jadi lah rumah dua lantai yang berwarna hijau dan lengkap dengan taman dan kolam renang nya sekalian.

__ADS_1


"Terima kasih semua nya, aku rasa aku bulan madu di rumah saja bersama istri ku tercinta. Gak usah repot-repon keluar negeri mau bulan madu nya. Nanti babymoon aja lah keluar negeri." kata Arjuna sambil melihat Rina.


"Kak Juna apaan sih, bikin malu aja deh." kata Rina.


"Oh ya kak, babymoon nya cepatan ya. Aku mau ikut soal nya." kata Selly.


"Ngak, kamu mana boleh ikut. Anak kecil gak ada tempat untuk ikut." kata Arjuna.


"Jahat banget kak Juna, kalau gak boleh ikut. Aku boleh ikut nginap di rumah kak Juna ngak." kata Selly.


"Itu lebih gak boleh lagi, kamu ganggu kakak sama kakak ipar mu aja nanti. Kami mau bulan madu nya susah kalau kamu ada." kata Arjuna.


"Dasar pelit." kata Selly ngambek.


Semua nya senyum saja melihat tingkah kedua kakak adik itu.


"Ya udaha ayo kita masuk, masa kita harus terus melihat rumah ini saja dari luar." kata Arjuna.


Semua nya masuk, namun Rina sempat bicara sebentar sama mama.


"Kakak mu masih sama saja Rina, belum ada perubahan sama sekali. Mama sudah tidak tahu mau bilang apa lagi." kata mama terlihat sedih.


"Apa lagi setelah keguguran sebulan yang lalu, kakak mu malah semakin parah saja. Ia sering ngamuk-ngamuk kata suster yang ada di sana." kata mama.


"Sabar aja ma, kita hanya bisa berusaha kan. Hanya allah yang maha menentu kan. Berdoa adalah senjata ampuh bagi kita." kata Rina.


Mama senyum, anak yang tidak ia sayang ini ternyata punya nasib yang jauh lebih beruntung. Anak ini dulu ia benci, namun sekarang anak ini yang banyak membantu mama dan kakak nya.


Biaya pengobata Indah di rumah sakit jiwa itu tiap bulan nya dari Rina dan Arjuna. Apa lagi saat bisnis papa tidak ada perkembangan nya sekarang.


Indah sekarang di rawat di rumah sakit jiwa. Ia semakin tidak terkendali sejak ia tahu kalau ia hamil. Dan bahkan sudah keguguran sekarang.


Roda kehidupan selalu berputar bukan teman. Kita yang di bawah, tak selama nya berada di bawah. Sedang kan kita yang di atas, tak selama nya berada di atas. Ulah kita sendiri, yang bikin hidup kita sengsara.

__ADS_1


Saat ini, Rina sedang bahagia bersama suami nya. Cinta datang tanpa bisa di tebak, awal nya hanya sebagai pengganti sedang kan sekarang jadi yang asli dan paling di cintai oleh suami nya.


Mereka pun tinggal di rumah baru mereka, rumah yang Arjuna khusus beli kan atas nama Rina. Dan berharap mereka bisa bahagia di sana. Arjuna membawa serta mas Rajo sebagai sopit nya. Dan mami mengirim dua pembantu agar bisa membantu pekerjaan Rina di rumah.


Sebenar nya Rina tak ingin punya pelayan, namun mami tidak membiar kan menantu nya mengerja kan pekerjaan rumah. Kalau tidak mau punya pelayan, maka mami tidak mengizin kan Rina dan Arjuna pindah runah baru.


Mau tidak mau, Rina harus menerima dua pelayan yang mami beri kan. Hasil nya, mereka tinggal berlima di rumah itu. Tapi, apa pun yang menjadi kebutuhan Arjuna. Rina tidak mengizin kan pelayan nya mengerja kan. Semua nya ia kerja kan sendiri.


Saat Rina sedang masak nasi goreng kesukaan Arjuna. Tanpa sadar, Arjuna datang dari belakang dan memeluk istri nya.


"Sayang, I love u." kata Arjuna berbisik di telingga Rina.


"Kak Juna apaan sih, pagi-pagi udah bikin kaget." kata Rina.


"Kok kamu gak jawab apa yang aku bisikin sih sayang." kata Arjuna.


"I love u too, udah kan." kata Rina.


"Gak ikhlas deh kayak nya." kata Arjuna.


Cup, sebuah ciuman mendarat di bibir Arjuna yang sedang ngomel. Ciuman itu sukses membungkam mulut Arjuna yang ngomel-ngomel.


"Gitu dong, bikin anget hati." kata Arjuna sambil terus memeluk Rina.


"Tapi lebih seru itu kalau ciuman lama-lama kan. Lebih hanget lagi, dan enak nya.... "


"Kak Juna gak mau sarapan ya, ini nasi goreng sebentar lagi gosong kalo kak Juna masih ganggu aku." kata Rina memotong perkataan Arjuna.


"Ya udah deh, gak ganggu kok. Hanya peluk saja." kata Arjuna.


"Kak Juna, ini di rumah kita gak cuma berdua lho kak. Nanti kalau ada yang lihat gimana, gak malu emang nya." kata Rina.


"Gak, ngapain harus malu. Kita kan udah halal, yang gak halal aja gak malu tuh." kata Arjuna tidak perduli.

__ADS_1


Pada akhir nya, Rina hanya bisa pasrah sama kelakuan suami nya. Tangan nakal dan bibir yang terus saja mendarat di pipi Rina, tak bisa Rina cegah. Rina hanya bisa pasrah sama tingkah suami nya.


__ADS_2