
Rina pun pulang kerumah mertua nya, karna memang mami mengirim pesan pada Rina. Meminta Rina untuk segera pulang kerumah. Mami tidak bilang alasan nya, namun mami hanya mengata kan untuk segera pulang karna ada hal penting.
Rina dan Selly pun sampai di rumah, seperti biasa. Gerbang rumah akan di buka oleh penjaga dan sampai pintu juga di sambut oleh dua penjaga.
Rina bersama Selly ingin masuk kedalam rumah. Namun Ahnan meminta mereka lewat samping saja. Karna ada hal yang mau nyonya besar kata kan pada kedua nya.
"Ada apa sih Ahnan, tumben banget mami bikin ulah sekarang." kata Selly.
"Ih Selly, gak boleh gitu dong. Ikut aja ya apa yang Ahnan kata kan." kata Rina.
Akhir nya, Selly dan Rina pun mengikuti langkah kaki Ahnan menuju pintu samping. Baru saja, mau masuk kedalam rumah. Mata Rina di tutup oleh seseorang dari belakang, sama hal nya seperti Rina, Selly juga gitu.
"Siapa sih ini, mami jangan main-main dong mi sama Selly. Mami ngerjain Selly ya, Selly gak ulang tahun lho mi." kata Selly.
"Kakak ipar, apa kamu tahu siapa yang lagi nutup mata Selly ini." kata Selly yang tidak tahu kalau Rina juga di tutup mata nya.
"Mana kakak tahu Selly, mata kakak juga ada yang nutupin ini. Gak tahu tangan siapa, kakak kira kakak aja yang kena kerjain." kata Rina.
"Kakak ipar ulang tahun ya hari ini, maka nya mami ngerjain kita." kata Selly.
"Gak kok, ulang tahun kakak masih lama lagi. Tapi bau harum nya kayak kenal deh kakak." kata Rina.
"Iya ya, Selly juga kenal bau ini. Ini bau papi lho kakak ipar, tapi masa iya papi gak bilang-bilang sama Selly pulang nya. Bukan nya papi bilang pulang nya masih satu minggu lagi." kata Selly.
"Ayo dong siapa ini, jangan ngerjain terus aku takut nih. Ahnan kamu di mana kok gak bantuin kita sih." kata Rina.
__ADS_1
Pelan-pelan, tangan itu menyingkir dari mata Rina. Ia sekarang melihat cahaya terang, namun masih sedikit buram. Rina mencoba melihat siapa orang yang telah menutup mata nya dari belakang.
Betapa kaget nya Rina saat melihat siapa orang yang sedang berdiri tegak di belakang nya itu. Wajah tampan, dan semakin tampan saja saat ia menjadi lelaki normal kembali.
"Kak Juna." kata Rina dengan kaget nya.
"Kamu ingat bau aku, kenapa kamu gak berani sebut nama ku saat mata mu di tutup." kata Arjuna.
Rina mematung di sana, kaget campur haru sama apa yang ia lihat. Itu suami nya yang berdiri tegak, suami nya bukan lelaki cacat dan tidak berdaya lagi.
"Kamu gak kangen sama aku Rina, kenapa masih di sana. Kamu gak ingin peluk dan kasih selamat untuk aku." kata Arjuna.
Rina tersenyum, sambil menyapu air mata haru nya. Rasa hati nya bahagia campur sedih, jadi satu dalam hati Rina.
Karna Arjuna meminta Rina memeluk nya. Rina dengan senang hati melompat kepeluka lelaki tampan itu, hanya satu yang ingin ia rasa kan. Yaitu rasa bahagia bisa berada dalam pelukan Arjuna yang sangat tampan.
"Papi kok malah ngerjain Selly sih pi, bukan nya pulangn itu harus kasih tahu sama Selly. Apa jangan-jangan papi takut lagi kalau Selly minta di beli kan oleh-oleh dari luar negeri." kata Selly pada papi saat mereka sudah ada di ruang keluarga.
"Kakak sama aja, kok gak kasih tahu aku kalau kakak dan papi mau pulang. Ini malah ngerjain kita lagi, mami juga sama. Malah ikut-ikutan ngerjain kita lagi." kata Selly kesal.
"Alah kamu itu gak di kasih tahu juga di beli kan oleh-oleh yang banyak tuh sama papi. Anak kesayangan sih." kata Arjuna.
Mereka sibuk dengan candaan mereka masing-masing. Keluarga itu sangat bahagia, apa lagi saat Arjuna sudah kemabli jadi lelaki normal. Lebih bahagia lagi keluarga itu saat ini.
Sedang kan di rumah orang tua Rina, Indah sedang bingung dan monda-mandir di ruang tamu rumah nya.
__ADS_1
"Indah, kamu gak capek ya monda-mandir melulu." kata mama.
"Ma, aku gak capek saat ini. Tapi aku itu sakit hati banget sama apa yang terjadi. Bukan nya dokter bilang kalau Arjuna itu gak akan bisa jalan sampai kapan pun. Ia lumpuh total kan ma, mama juga dengar kan." kata Indah.
"Iya mau gimana lagi, kamu juga yang menolah untuk menikah sama Arjuna kan." kata mama.
"Jangan bilang gitu dong ma, itu memang salah aku. Tapi mama harus bantuin aku dong ma, bagai mana cara agar aku bisa mendapat kan Arjuna kembali." kata Indah.
"Indah, jangan keterlaluan kamu ya. Mama sudah ikuti apa yang kamu ingin kan. Mengganti kan adik mu untuk menikah saat Arjuna cacat. Dan sekarang, kamu ingin merebut nya kembali dari adik mu. Mama tidak setuju, kamu kan bisa cari laki-laki lain. Sama kayak waktu kamu bilang ingin meninggal kan Arjuna kan." kata mama.
Indah kaget, kali ini mama tidak setuju dengan apa yang ia ingin kan. Tak seperti biasa nya mama selalu mengikuti apa yang ia mau.
"Ma, mama kok malah belain Rina sih sekarang. Yang Rina punya itu kan memang seharus nya jadi milik aku ma. Kenapa mama jadi pilih kasih gini sama aku ma." kata Indah.
"Kamu dan Rina sama-sama anak mama, kamu sekarang sangat keterlaluan sama adik kamu. Mama tidak akan setuju sama apa yang akan kamu laku kan kali ini." kata mama.
Saat itu, telfon rumah mereka berbunyi. Pas saat papa sedang melewati telfon itu. Papa pun mengangkat telfon rumah mereka.
Ternyata yang sedang menelfon itu anak kesayangan papa, Rina. Rina mengata kan, kalau keluarga Respatih mengundang keluarga orang tua nya untuk makan malam. Karna Arjuna sudah kembali dengan selamat dari luar negeri, dan operasi nya berjalan lancar.
Papa ikut bahagia, ia mengata kan sama mama. Mama juga ikut bahagia, namun tidak dengan Indah. Ia berniat akan merebut Arjuna kembali. Karna seharus nya Arjuna memang menjadi milik dia.
"Ma, boleh kah aku ikut sama kalian dalan undagan makan malam di rumah keluarga Respatih." kata Indah.
"Gak, kamu di rumah aja. Apa kata keluarga Respatih saat kamu datang. Bukan mereka tahu kalau kamu sedang sakit kan." kata mama.
__ADS_1
"Mama tinggal bilang kalau aku baru saja pulang dari berobat. Dan aku sekarang sudah sembuh dari sakit ku. Apa salah nya aku ikut ma, aku kan juga anggota keluarga Kinandar." kata Indah.