Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
R48


__ADS_3

Rina pun berjalan sendirian keluar dari rumah. Rumah besar itu masih terlihat gelap di beberapa bagian. Di sana, saat Rina ingin keluar dari pintu samping. Ia bertemu dengan asisten buk Dara.


"Nyonya muda mau kemana, kok subuh-subuh sudah bagun." kata Ahnan.


"Eh, kamu Ahnan. Saya hanya mau jalan-jalan saja kok. Mumpung masih pagi kan, udara nya masih sangat segar lagi." kata Rina.


"Biar saja temani saja nyonya muda, mumpung saya juga lagi mau jalan-jalan." kata Ahnan.


"Kamu yakin mau temani saya jalan-jalan Ahnan." kata Rina.


"Iya nyonya muda, saya juga suka udara pagi. Lagian kan halaman rumah ini besar, saya bisa tunjuk kan mana saja tempat-tempat yang indah kan." kata Ahnan.


"Baik lah kalau begitu, dan aku juga senang punya teman buat ngobrol kan." kata Rina.


Akhir nya, Rina dan Ahnan berjalan bersama. Mereka berjalan sambil ngobrol riang. Ternyata Ahnan orang nya sangat ramah, ia membuat Rina tidak berhenti bicara karna banyak nya pertanyaan yang ia lontar kan.

__ADS_1


Mereka pun sampai di taman samping rumah. Taman yang tidak jaug dari kamar Arjuna. Ahnan mengajak Rina untuk duduk di taman sambil melihat hari yang mulai terang.


"Nyonya muda, bagai mana kalau kita duduk di taman. Saya suka di sini saat selesai sholat subuh dan menikmati hari yang berubah terang." kata Ahnan.


"Baik lah kalau begitu, mari duduk di sini saja." kata Rina sambil duduk di salah satu kursi sedang kan Ahnan duduk di kursi yang lain.


Tanpa mereka sadari, sepasang mata milik Arjuna sedang memperhati kan tingkah laku mereka dari atas lantai dua. Ia melihat dari jendela kamar nya.


Ada rasa tidak suka saat melihat kedekatan Rina dan Ahnan. Padahal mereka bicara biasa saja, namun hati Arjuna rasa nya aneh melihat Rina dengan Ahnan bicara ria.


Tapi rasa aneh itu Arjuna sembunyi kan. Ia tidak ingin terlihat menyedih kan hanya karna tidak suka dengan sesuatu maka ia akan marah. Hal itu bukan lah sifat Arjuna, sifat yang melekat pada diri nya adalah sifat penyabar nya.


Hari beranjak terang, semua nya melaku kan aktifitas mereka masing-masing. Rina pun masuk kedalam rumah karna hari sudah siang.


Ia masuk kekamar nya, di sana sudah tidak ada Arjuna lagi. Rina mendengar di kamar mandi ada bunyi air yang sedang mengalir.

__ADS_1


Apa kak Juna sedang mandi, bagai mana ia mandi ya. Bagai mana ia mandi ya, aku penasaran bagai mana kak Juna mandi. Kata Rina dalam hati.


Belum sempat apa-apa, pintu kamar mandi terbuka. Arjuna keluar bersama mas Rajo dari kamar mandi.


"Aduh, sakit nya." kata Rina merintih karna pintu yang terbuka tiba-tiba.


"Ngapain kamu di depan pintu kamar mandi Rina." kata Arjuna.


"Aku mau kekamar mandi, tapi gak jadi karna aku dengar ada bunyi air, maka nya aku diam di sini." kata Rina.


"Ngapain kamu diam di sini, mau ngintip aku mandi." kata Arjuna.


"Apaan sih kak Juna, mana ada aku maun ngintip. Yang ngak-ngak aja deh mikir nya." kata Rina.


"Lalu, ngpain kamu di depan kamar mandi hanya diam." kata Arjuna.

__ADS_1


"Ya nunggu orang nya keluar lah, lalu aku masuk." kata Rina.


"Aku udah keluar, sekarang kamu masuk. Jangan keluar sebelum aku siap ganti baju." kata Arjuna.


__ADS_2