Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
R40


__ADS_3

"Gak usah mas, lain kali saja mungkin saya ucap kan terima kasih nya. Karna saya sedang buru-buru mau pergi kerja mas." kata Rina.


"Mbak yakin mau pergi kerja dengan wajah mbak yang seperti itu. Apa mbak gak perlu menenang kan diri dulu hari ini." kata sopir.


"Gak mas, hari ini hari terakhir saya kerja. Saya gak bisa menyia-nyia kan kesempatan terakhir ini." kata Rina.


Sopir itu terlihat tak mengerti dengan apa yang Rina kata kan. Tapi ia tidak bisa mengata kan apa-apa lagi. Ia juga tidak mau terlalu ikut campur urusan gadis itu.


"Maaf mas, saya haru pergi. Sampai kan terima kasih pada kak Juna ya." kata Rina sambil mengambil sepeda nya dan mengayuh dengan cepat.


"Kenapa gak bilang langsung aja ya, bukan nya orang yang mau di ucap kan ada di mobil. Lagian tuan muda juga pasti mendengar apa yang ia kata kan pada ku." kata sopir itu bicara pada diri nya sendiri.


"Mas Rajo, ngapin masih di situ. Kan orang nya udah pergi." kata Arjuna agak berteriak pada sopir nya.


"Maaf tuan muda, saya melamun." kata sopir yang ternyata nama nya adalah Rajo.

__ADS_1


Mas Rajo pun bergegas menghampiri mobil Arjuna. Ia tidak ingin tuan muda nya memanggil untuk yang kedua kali nya.


"Maaf, tadi mbak itu mengucap kan kata terima kasih pada tuan muda." kata mas Rajo.


"Gak perlu di sampai kan, saya juga sudah dengar apa yang gadis itu kata kan." kata Arjuna.


"Jalan sekarang mas." kata Arjuna lagi.


"Baik tuan muda."


****


Rina sudah sampai di cafe, Resti dan Budi menyambut nya dengan senyuman. Namun tiba-tiba, kedua teman nya itu berubah jadi cemas melihat mata nya yang masih merah dan sembab.


"Rina, ada apa dengan kamu. Kenapa kamu menangis sih." kata Resti.

__ADS_1


"Aku gak papa Res, hanya sedih sedikit saja." kata Rina.


"Kamu tidak pernah mau bercerita pada kami Rina, apa yang kamu rasa kan kamu simpan sendiri saja. Kamu orang yang sangat pelit ternyata." kata Budi.


"Hush, bukan waktu nya bercanda. Kamu gak lihat Rina sedang sedih kayak gini kamu malah bercana lagi." kata Resti memarahi Budi.


"Aku kan hanya menghibur, kamu kok malah marah pada ku." kata Budi.


"Gak papa, kalian berdua tidak perlu bertengkar. Aku hanya sedikit sedih dan tidak ingin kalian tambah dengan pertengkaran lagi." kata Rina.


Kedua sahabat nya pun diam mendengar apa yang ia kata kan. Teman nya sangat ingin sekali Rina mencerita kan apa yang menjadi masalah sehingga Rina menangis.


"Rina, ayo duduk dini. Dan coba lah berbagi dengan kami. Kalau kamu masih anggap kami teman mu. Kamu pasti ingin berbagi dengan kami." kata Resti agak sedikit memaksa.


"Iya Rina, ayo lah kata ka pada kami. Kami ini teman mu kan, kenapa kamu harus merahasia kan masalah mu dengan kami." kata Budi.

__ADS_1


Rina pun duduk, saat itu Johan pun menghampiri ketiga anggota cafe nya. Ia penasaran sama apa yang karyawan nya bicara kan.


__ADS_2