
Mama juga terlihat takut akan hal yang Indah kata kan. Karna bagai mana pun, Rina dulu nya tidak mau di jodoh kan sama siapa pun.
Lagian Rina kan juga tidak cinta sama Arjuna, hal yang tidak di ingin kan bisa saja terjadi bukan.
Mama terlihat berfikir, ia ingin mencoba memikir kan suatu jalan. Jalan yang bisa menyelamat kan anak kesayangan nya.
"Indah, bagai mana jika kamu pergi berlibur keluar negeri." kata mama.
"Apa mah, berlibur keluar negeri. Aku mau ma, aku sangat ingin pergi keluar negeri." kata Indah sangat senang.
"Kamu bisa pergi libur keluar negeri dalam waktu dekat ini. Ini agar kamu terhindar dari segala kemungkinan." kata mama.
"Baik ma, aku akan pergi keKorea Selatan saja kalau gitu ma." kata Indah penuh semangat.
"Terserah kamu saja lah mau kemana, yang penting kamu tidak di kota ini buat masa sekarang." kata mama.
Indah sangat bahagia dengan keputusan yang mama buat. Saat itu juga, ia bangun dari duduk nya. Pergi menuju kamar sambil memanggil bibik agar bisa membantu nya memberes kan barang-barang nya.
__ADS_1
"Bik Nur, bibik." kata Indah sambil berteriak di anak tangga menuju lantai atas.
Dengan terburu-buru, bibik datang dari arah belakang. Dengan tangan yang masih ada busa sabun karna sedang mencuci piring saat Indah memanggil nya.
"Ada apa non Indah, maaf bibik sedang mencuci piring di belakang." kata bibik.
"Oh gak papa bik, tinggal kan saja pekerjaan bibik di belakang itu. Ayo bantu aku dulu, aku mau memberes kan barang-barang ku." kata Indah dengan bahagia nya.
"Mau beres-beres barang non, emang nya non Indah mau kemana sih." tanya bibik penasaran.
"Baik non, tunggu sebentar. Bibik mau cuci tangan dulu kebelakang." kata bibik.
"Ya udah, aku tunggu di kamar ya bik. Jangan lama-lama bibik nya cuci tangan." kata Indah.
"Baik non." bibik pun bergegas meninggal kan Indah.
Indan naik keatas menuju kamar nya. Ia sangat bahagia sekarang, sudah hati nya sekarang bahagia. Di tambah kabar libur yang mama beri kan pada nya, semakin membuat hati Indah bahagia lagi.
__ADS_1
***
Mama membicara kan pada papa, jika Ondah besok akan berangkat keKorea. Mama mengata kan, takut sampai ketahuan kalau mereka berbohong. Maka nya, Indah harus di asing kan dulu sekarang.
Papa hanya menurut saja apa yang mama kata kan. Ia tidak ingin ikut campur masalah yang tidak penting itu. Apa lagi masalah Indah, papa sudah capek dengan apa yang anak itu lakukan.
Mereka membahas itu saat makan malam bersama. Indah terlihat sangat bahagia, di sana. Bisa di kata kan yang paling bahagia di sana Indah lah orang nya.
"Bagai mana pa, apa papa setuju dengan pendapat mama ini." kata mama bertanya sekali lagi pada papa.
"kan papa sudah bilang, terserah mama aja lah. Papa tinggal ikut aja apa yang terbaik menurut kalian." kata papa.
"Ya udah kalo gitu, papa tinggal keluar kan dana aja untuk Indah berangkat." kata mama.
"Pakai uang tabungan Indah aja, ia kan punya uang tabungan." kata papa.
"Lho, gak bisa gitu dong pa. Mana bisa pakai uang tabugan Indah." kata mama.
__ADS_1