Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
Last episode


__ADS_3

Waktu berjalan tanpa hambatan, terasa bagai kan pedang yang melintas. Bagai kan kilat yang datang tanpa tahu lalu kemudian menghilang begitu saja.


Siapa yang terlena hanyut bersama waktu yang terus saja berjalan tanpa henti. Begitu juga hal nya kehidupan kita.


Saat ini, Arjuna sedang berada di depan kamar bersalin di sebuah rumah sakit. Bersama keluarga yang menanti dengan cemas. Ya, Rina sedang ada di dalam kamar bertaruh nyawa untuk melahir kan anak pertama nya.


Semua keluarga ada di sana, tentu nya tidak dengan Indah. Karna ia masih berada di rumah sakit jiwa saat ini. Indah masih sakit, dan belum ada tanda-tanda akan sembuh.


Kembali lagi keruang bersalin, Arjuna munda-madir tak jelas di depan kamar itu. Ia sangat berharap istri dan anak nya lahir dalam keadaan selamat.


Doa tidak henti-henti nya ia ucap kan. Rasa takut dan cemas semua nya ada dalam hati. Sudah satu jam lama nya, belum juga ada tangisan bayi yang terdengar dari dalam sana. Bagai mana semua tidak merasa sangat cemas.


Namun beberapa saat kemudian, terdengar suara tangisan bayi. Semua nya merasa bahagia, karna itu tanda nya bayi telah lahir dengan selamat.


Setengah jam, pintu kamar bersalin itu terbuka lebar. Dokter pun keluar dari dalam kamar itu, bersama suster yang membawa Rina yang masih sangat lemah. Seorang suster membawa bayi yang terlihat sangat manis di gendongan nya.


"Bagai mana keadaan istri saya dokter." kata Arjuna dengan cepat.


"Alhamdulillah, semua nya baik-baik saja." kata dokter.


Arjuna dengan cepat menghampiri istri nya. Bukan anak yang ia tuju, melain kan istri nya yang ia lihat.


"Apa kamu baik-baik aja sayang, apa masih sakit kamu sekarang. Semua nya akan baik-baik saja ya." kata Arjuna sambil memegang tangan Rina.


"Maaf mas, kami harus memindah kan istri anda kekamar rawat." kata suster.

__ADS_1


"Baik lah, saya akan ikut bersama istri saya. Boleh kan, saya mau menemani nya saat ini." kata Arjuna.


"Sabar mas, kami akan siap kan dulu istri anda di kamar rawat. Kemudian kami akan panggil kan kalau istri anda sudah siap kami obati." kata suster itu lagi.


"Baik lah." kata Arjuna kecewa.


"Kak Juna gak mau lihat anak kak Juna ya. Hanya cemas sama istri nya aja kayak nya." kata Selly.


"Gak juga, kakak cemas semua nya kok." kata Arjuna.


Semua nya tersenyum melihat wajah kecewa Arjuna yang tidak di izin kan menemani Rina sekarang. Wajah kecewa nya sangat terlihat.


Selly suka sekali menggoda kakak nya, mereka sekarang sudah bisa melepas kan nafas lega. Rina dan anak nya telah selamat, dan anak nya cantik sekali. Anak Rina itu perempuan. Semua nya sudah tahu sejak awal kalau anak yang akan lahir perempuan. Karna sebelum nya mereka melaku kan tes USG di rumah sakit, karna Arjuna tidak sabar lagi untuk tahu jenis kelamin anak nya.


***


"Bagai mana sayang, ada yang sakit. Kamu gak usah cemas ya, aku ada di sini kok bersama kamu." kata Arjuna.


Orang tua nya hanya bisa senyum saja melihat tingkah cemas nya Arjuna. Arjuna bagai kan tidak peduli sama anak nya. Yang paling ia peduli kan hanya istri nya yang sedang terbaring itu. Bayi nya sudah dari tadi mamai yang pegang, mami dan papi yang malahan rebut bayi.


"Aku baik-baik aja kok kak, kak Juna gak perlu terlalu cemas ya." kata Rina.


"Setelah ini, udah aja ya sayang. Aku gak mau kamu sakit lagi, kita punya satu anak aja lah." kata Arjuna.


"Yah, baru mau minta nambah lagi. Masa udah bilang satu aja cukup. Kakak gak lihat tuh, mami papi lagi rebutan dedek bayi." kata Selly.

__ADS_1


"Kamu aja lah nanti yang bikin banyak-banyak. Kakak kayak nya udah cukup satu, gak mau lihat Rina sakit lagi." kata Arjuna.


"Ih apaan sih kak Juna." kata Selly.


"Udah jangan bertengkar, anak ini di kasih nama apa ya." kata mami.


"Terserah kalian aja lah, kami nurut aja apa yang baik menurut kalian." kata mama dan papa hampir bersamaan.


"Kalau kamu Juna, apa kamu punya nama untuk anak kalian." kata papi.


"Gak punya juga pi, apa kamu punya sayang." kata Arjuna.


"Gak juga kak, aku gak punya nama untuk anak kita." kata Rina.


Akhir nya papi lah yang memutus kan nama untuk bayi cantik itu.


"Bagai mana kalau Monika Gresia Respatih." kata papi.


Semua nya setuju dengan nama yang papi berikan. Mereka bahagia dengan kehadiran anggota keluarga baru mereka itu.


Buah dari kesabaran yang selama ini Rina tanam. Ternyata rasa nya sangat manis, ia punya semua yang ia ingin kan. Keluarga yang lengkap bahkan sangat sayang pada nya.


Walau pun awal nya hanya lah sebagai pengganti saja. Namun, sebagai pengganti itu lah ia menemu kan cinta sejati. Orang yang tulus dan ikhlas akan menerima hal yang baik untuk hidup nya.


Sekian.

__ADS_1


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Salam sayang dari penulis. Terima kasih banyak buat semua teman-teman. Aku rasa cerita nya cukup sampai di sini saja. Karna aku sudah tidak punya ide lagi. Sampai jumpa di karya ku yang lain nya ya. Aku harap kalian puas sama akhir cerita nya. 😘😘😘


__ADS_2