
Mereka sepakat untuk mulai dari awal. Dari pacaran, walau pun mereka sudah menikah. Namun mereka menggangap mereka sedang pacaran.
Arjuna memutus kan untuk membeli rumah, agar mereka bisa hidup mandiri berdua. Rina juga sepakat untuk membeli rumah. Sedang kan mami dan papi berat hati untuk melepas kan anak menantu mereka untuk tinggal terpisah.
Namun, Arjuna mengata kan ingin mandiri berdua saja. Papi setuju dengan syarat dalam setahun harus membuat Rina hamil. Arjuna menyanggupi syarat papi, bagi Arjuna syarat papi itu hal mudah kalau sudah ada rezeki nya.
Saat mereka sedang makan malam bersama, Indah datang keresoran tempat Rina dan Arjuna makan.
"Juna, kamu kok makan malam di tempat favorit kita sih. Aku gak setuju kamu ajak Rina makan malam disini Juna." kata Indah tiba-tiba saja.
"Lho, siapa kamu melarang aku untuk makan di mana saja aku mau. Serah aku dong, Rina itu istri ku." kata Arjuna lantang.
"Kak Indah, jangan bikin malu dong kak. Orang pada ngelihat kita di sini, kak jaga harga diri dong." kata Rina.
"Diam kamu, kamu itu harus nya tahu diri dong Rina. Kamu itu nikah sama calon suami aku. Kamu itu hanya pengganti dan tak akan pernah lebih dari pengganti, tahu gak kamu." kata Indah lantang.
"Cukup Indah, kamu yang tidak tahu diri. Kamu wanita yang tidak tahu malu, dia istri aku. Kamu tidak bisa nerendah kan menantu dari keluarga Respatih. Kamu yang telah meninggal kan aku. Karna aku lumpuh, kamu malah tidak bisa terima aku. Setelah aku normal, kamu malah mau merebut aku dari istri ku. Wanita seperti apa kamu ini, aku bahagia tidak jadi menikah dengan kamu tahu gak." kata Arjuna panjang lebar.
"Ayo Rina, kita pergi dari sini. Dan jangan pernah dengar apa yang di kata kan. Kamu istri aku, aku cinta dan sayang sama kamu." kata Arjuna sambil memegang tangan Rina membawa Rina keluar dari restoran.
"Tidak Juna, yang harus jadi istri kamu itu aku. Jangan cinta sama Rina Juna jangan. Kamu itu cinta nya sama aku, hanya sama aku." kata Indah.
Semua nya melihat kearah Indah, pengunjung restoran pada berbisik-bisik membicara kan Indah.
__ADS_1
Sedang kan mobil Arjuna sudah meninggal kan restoran itu. Arjuna melihat Rina yang hanya diam saja.
"Kamu tidak bersalah, jangan dengar kan apa yang kakak mu itu kata kan. Aku malah bersyukur bisa nikah sama kamu tahu gak." kata Arjuna.
"Aku aku jahat kak Juna, aku bikin kak Indah makin benci saja pada ku." kata Rina.
"Itu hak dia Rina, yang jelas kamu berhak bahagia sayang. Aku tidak bisa kamu tinggal kan, ingat itu. Aku sudah cinta pada mu, kamu jangan sakiti hati aku dengan mengalah dan meninggal kan aku." kata Arjuna.
Arjuna tahu bagai mana sifat istri nya, ia tidak ingin Rina mengalah lagi sekarang. Apa lagi saat Arjuna sudah sangat mencintai Rina. Rina tersenyum, ia tahu kalau lelaki tampan itu sebenar nya berharap supaya Rina tetap bersama Arjuna.
Rina juga sangat tidak bisa lagi jauh dari suami nya. Orang dia juga sangat cinta sama Arjuna. Bagai mana bisa Rina mengalah dan meninggal kan Arjuna.
****
Karna hati nya sangat sakit dan amarah nya memuncak. Indah memutus kan untuk pergi kediskotik saja. Sampai di sana, Indah menghabis kan berpuluh gelas minuman. Dan mabuk berat di sana, tanpa sadar orang di bawa oleh dua orang laki-laki kesebuah hotel.
***
Ia kaget dan tidak menyangka hak itu akan terjadi pada nya. Indah tidak mengguna kan sehelai benang pun sekarang. Dan seluruh tubuh nya terasa sakit sekali. Dan tubuh nya penuh dengan bekas ciuman.
Ia menangis sejadi jadi nya, menyesali apa yang telah terjadi. Namun apa yang mau di kata lagi. Nasi sudah menjadi bubur, ia sudah tidak suci lagi.
Indah memakai pakaian nya dan mencoba untuk membuka pintu. Namun pintu kamar hotel itu terkunci dari luar. Indah semakin panik saja, ia menangis sambil meminta di buka kan pintu.
__ADS_1
Seorang karyawan hotel ternyata mendengar kan panggilan Indah. Pintu pun di buka oleh karyawan hotel itu. Namun saat ingin keluar, tubuh Indah tiba-tiba saja kehilangan kendali dan jatuh tersungkur. Indah pingsan di depan hotel itu.
Karyawan hotel itu pun memanggil teman nya yang lain agar bisa membantu membawa kan perempuan malang itu kerumah sakit.
Indah pun di lari kan kerumah sakit dengan ambulance. Tidak ada yang bisa di kabari, karna tidak ada petunjuk yang bisa Indah berikan.
Saat di rumah sakit, setelah di periksa. Ternyata indah di pe*k*s* oleh dua orang lelaki sekaligus. Setelah sadar, Indah tidak bicara apa pun. Dokter mau pun suster yang menanya kan apa pun pada nya tidak bisa ia jawab.
Pihak rumah sakit tidak bisa mengabar kan keluarga korban. Karna Indah tidak memberi kan keterangan apa pun. Ia hanya diam saja tanpa bicara apa pun.
***
Mama sangat cemas saat Indah tidak bisa di hubungi. Sejak tadi malam hingga siang ini pun tidak ada kabar dari Indah. Mama pun melapor kan kepolisi, dengan laporan orang hilang.
Dari situ lah, pihak rumah sakit bisa tahu siapa keluarga pasien yang tidak bicara sama sekali itu. Pihak rumah sakit bekerja sama dengan polisi memberitahu kan kabar Indah pada keluarga.
Mama dan papa langsung menuju rumah sakit. Saat mama datang di kamar nya, Indah juga sama saja. Tidak bicara, hanya menangis saja.
Dokter pun menjelas kan apa yang terjadi pada Indah. Mama sangat kaget dan tidak bisa percaya apa yang anak kesayangan nya alami. Indah sangat malang nasib nya, mama menangis sejadi-jadi nya di pelukan papa.
Namun semua nya tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi. Dokter mengata kan, Indah terlalu syok sehingga ia tidak bisa mengendali kan emosi nya. Hal ini membuat Indah jadi stres berlebihan dan tidak bisa melaku kan apa pun.
Jika lama-lama seperti itu, kemungkinan terbesar adalah sakit jiwa yang akan Indah alami. Kata dokter pada mama dan papa.
__ADS_1
Semakin jadi lah tangisan mama, ia tidak mau anak nya sakit jiwa. Namun ia tidak bisa mekaku kan apa-apa.
Papa mengabari apa yang terjadi pada Indah kepada Rina. Rina pun memutus kan untuk datang kerumah sakit bersama Arjuna.