Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
R46


__ADS_3

Selesai makan, Arjuna di antar naik keatas lagi oleh dua pelayan. Sedang kan Rina ikut bersama dengan Arjuna naik keatas. Itu juga atas permintaan papi. Maka nya Arjuna dan Rina naik bersama-sama.


Setelah sampai keatas, Arjuna di bantu oleh pelayan itu duduk di atas ranjang nya. Sedang kan Rina hanya mematung sampai pelayan itu selesai dan minta izin keluar dari kamar Arjuna.


"Kamu bisa tidur di sini juga Rina, aku gak keberatan kok kalau harus berbagi ranjang dengan mu. Ranjang ini kan besar, bisa untuk kita berdua kan." kata Arjuna.


"Gak usah kak, aku tidur di bawah atau di sofa juga gak papa." kata Rina menolak.


"Aku keberatan kalau kamu tidur di sofa apa lagi tidur di bawah. Kamu gak perlu takut tidur seranjang dengan ku, aku kan lumpuh dan gak akan bisa macam-macam sama kamu." kata Arjuna.


"Bukan itu kok yang aku fikir kan, kak Juna yakin mau berbagi ranjang dengan aku." kata Rina.


"Ya lah, kan aku udah bilang dari tadi. Kamu boleh tidur di samping aku." kata Arjuna yang sibuk dengan laptop nya.


Sudah jadi kebiasaan ya bicara gak perlu lihat orang lagi. Bukan nya gak sopan ya kalau bicara gak lihat orang nya. Kata rina dalam hati nya.

__ADS_1


"Kenapa masih di situ, apa yang kamu tunggu lagi. Gak capek kamu ya, gak mau istirahat." kata Arjuna.


"Eh, ngak kok kak Juna." kata Rina sambil berjalan mendekat.


"Gak usah takut, kamu bisa baring di sini. Aku gak akan ganggu kamu juga kok. Aku gak agresif lagi sekarang, jadi kamu jangan takut." kata Arjuna.


"Apa dulu kak Juna orang nya agresif ya." kata Rina.


"Udah kamu tidur aja, gak perlu di bahas lagi kok." kata Arjuna.


"Kak Juna gak capek ya, kok masih main laptop aja sih." kata Rina.


"Aku gak capek raga Rina, tapi aku capek jiwa. Jadi kamu tidur aja duluan." kata Arjuna.


Apa coba maksud nya dengan gak capek raga, malah capek jiwa. Ada-ada aja orang tampan ini, emang nya lelaki tampan selalu gini ya. Kata Rina dalam hati.

__ADS_1


Ia menatap wajah Arjuna sambil baring. Wajah lelaki itu makin di lihat semakin tampan saja. Arjuna yang dilihat itu lama-lama merasa gerogi juga jadi nya.


"Udah jadi hobi kamu ya Rin, ada apa sih di wajah aku sehingga kamu itu hobi banget menatap aku." kata Arjuna.


"Eh, ng... Ngak kok kak. Mana ada aku menatap kak Juna. Aku hanya..."


"Hanya apa, hanya menatap aku dari tadi." kata Juna.


"Gak kok, gak menatap kak Juna. Aku hanya melihat saja, gak menatap." kata Rina.


Ia merasa malu karna ketahuan natap wajah suami nya. Kok mata kak Juna tajam banget sih, masa aku lihat aja ia tahu. Padahal kan ia sedang fokus pada laptop nya. Kata Rina dalam hati.


"Tidur lah Rina, kamu gak capek ya." kata Arjuna lagi.


"Iya aku mau tidur sekarang. Selama malam, jangan lupa berdoa nanti nya." kata Rina sambil membelakangi Arjuna.

__ADS_1


__ADS_2