Casper Tampanku

Casper Tampanku
episode sepuluh - Oleh - oleh


__ADS_3


Balik ke rutinitas lagi di hari Senin memang terasa berat, setelah libur ke rumah Calista kemarin. Winnie sudah menunggu Widi menjemputnya.


\```



" Nie, aku telat bangun. haha." Widi menelpon Winnie mengabarkan


" Ampun ya, ya udah aku jalan dulu ya ke kampus" Winnie memutuskan setelah liat jam di pergelangan tangannya.


" Oke, sorry ya. jangan lupa oleh - oleh untuk para bapak itu di bawa ya" suara Widi menyetujui dan mengingatkan Winnie membawa oleh-oleh mereka untuk Joe, Sandy dan January.


" Sudah di tangan nih" Winnie menjelaskan


            Winnie sampai di kampus hanya kurang 5 menit sebelum mata pelajaran kuliah di mulai. Dengan berlari kecil menuju gedung K yang agak jauh dari pintu masuk kampus di mana Winnie di turunkan tadi oleh supirnya.


" Sini, aku bantu bawa" Joe dari belakang mengambil barang bawaan Winnie yang terlihat agak berat.


" Kamu juga baru datang ?" tanya Winnie setelah menyerahkan tas bawaan ke tangan Joe. di jawab dengan anggukan kepala pertanyaan Winnie .


" Mana Sandy dan Jan ?" tanya Winnie lagi tidak melihat mereka berdua di dekat Joe


" Mereka duluan tadi, aku telat bangun hari ini" Joe menjelaskan sama tersenyum


" Kamu bertemu Thian ya kemarin" tanya Joe lagi. Thian melaporkan pertemuannya dengan Winnie dan teman - teman nya di Kota D.

__ADS_1


" Iya, ketemu di market xxx" jelas Winnie.


            Pembicaraan mereka tidak berlanjut karena mereka telah sampai di ruang an perkuliahan. Hampir penuh dengan mahasiswa kelas itu, karena memang sudah jam mata kuliah di mulai. Joe dan Winnie akhirnya duduk berdampingan di mana sandy tadi melambaikan tangan menunjuk kursi depan Sandy dan January yang masih kosong.


" Waktunya kuliah, belajar dengan konsentrasi penuh ya" Sandy mulai keisengannya begitu Winnie mendarat duduk di kursi dan Sandy mencolok pundaknya. Sandy pas duduk di belakang Winnie dan di belakang Joe ada January yang sedang membaca buku majalah.


" Jangan iseng ya" Winnie akhirnya memutar badan menghadap Sandy dan bergaya seperti orang marah.


" Kamu mana bisa marah, itu muka kamu malah lucu" Sandy tertawa melihat tingkah winnie. Joe pun ikut mengarahkan pandangan ke arah muka Winnie dan tersenyum.


" Kalau kamu tidak bisa marah, jangan marah. Itu mukanya jadi kelihatan aneh" January ikut koment setelah melihat muka winnie.


" Wah, aku hari ini kalah nih. 3 lawan satu" Winnie menjawab dan memutar badan membelakangi Sandy.


" Kapan kamu menang?" ledek Sandy untuk memancing winnie memutar badan menghadap Sandy lagi.


" Eh iya, mana Widi dan Tani ?" tanya Joe begitu sadar 2 orang tersebut tidak ada di sekitar mereka


" Widi telat bangun tadi, makanya aku datang duluan" jelas Winnie


" Widi saja terlambat bangun pagi. apalagi Tani" January menimpal kalimat Winnie


            Mereka pun tertawa bersama mengingat tingkah tani yang hampir selalu terlambat masuk kuliah. Dosen tiba di ruang kelas dan di ikuti Widi dan Tani di belakang langkah dosen. Winnie melambaikan tangan dan menunjukkan kursi di depan Winnie dan Joe yang memang mereka sediakan untuk Widi dan Tani.



\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-

__ADS_1


" Oleh - oleh untuk kalian dari widi dan saya" Winnie menaruh 1 tas ke atas meja nya setelah perkuliahan selesai dan dosen sudah keluar dari ruangan.


" Wah banyak sekali kalian bawa " January sudah duduk di ujung meja Joe dengan menarik kursinya tadi.


" Permisi" Sandy mendorong sedikit kursi tani supaya memberi ruang untuk kursi yang di tarik Sandy untuk dirinya duduk di sana.


            Karena posisi kursi Winnie dan Widi di batasi oleh tembok ruangan kelas jadi tidak bisa duduk berkeliling di antara mereka seperti biasa yang mereka lakukan jika berkumpul setelah perkuliahan selesai.


" Ini sweater untuk siapa" tangan Sandy menarik satu sweater di antara tumpakannya.


" Untuk kalian dari saya dan winnie" terang widi


" Kalian tahu dari mana ukuran badan kami?" January bertanya untuk memastikan ukuran bajunya betul


" Kami tahu lah" jawab Widi sambil tertawa mendengar pertanyaan January.


            Winnie sedang sibuk membuka snack yang mereka beli di kota D untuk di bagi rata antara Joe, January, Sandy dan Tani.


" Ini sweater semua sama warna dan bentuk. kami juga beli yang sama." jelas Widi lagi sambil membagikan sesuai diskusi Widi dan Winnie ketika beli.


" Ini bisa pas " Joe juga menjadi kagum setelah dia mencoba memakainya


" Iya, aku juga pas. Thank you ya" koment Sandy dan memasukkan sweater tersebut ke tas nya.


" Aku punya koq ke panjangan" Tani menunjukkan bagian bawah sweater dan lengan yang kepanjangan di badannya.


" Makanya badanmu harus di tarik tiap pagi biar lebih panjang" Sandy yang usil udah mulai menggoda Tani lagi.

__ADS_1


            Sandy memang memiliki karakter selalu gembira dan iseng. Siapa pun di sampingnya akan kena dari ke isengannya. Bagi mereka itu bukan sesuatu yang mengganggu tapi hiburan bagi kelompok mereka.


__ADS_2