Casper Tampanku

Casper Tampanku
Episode 36 - Pertemuan Kak Rudi dan Joe


__ADS_3

            Tinggal gelas Joe dan Winnie yang masih ada kopi minumannya, gelas teman mereka semua telah kosong tatapi mereka belum berpindah tempat dari cafe tersebut.  Sambil menunggu waktu jam makan malam mereka dan kopi dua temannya itu habis mereka ngobrol ringan di selingi dengan menggoda satu sama lain di antara mereka. inilah kegiatan mahasiswa di kala libur panjang. Terdengar handphone Winnie berdering tertulis di sana nama Calista menelephone nya melalui video call.


" Kenapa Ta ?" jawab Winnie menjawab panggilan video call Calista.


" Tadi Widi telephone aku" jelas Calista di ujung telephonenya.


" Widi telephone kamu ? mengapa kamu telephone balik ke aku ? " tanya Winnie tersemyu dan mengangkat alisnya. Winnie tidak tahu jika widi sebelumnya menelphone Calista karena Winnie belum bergabung diantara mereka waktu Widi menelphone Calista.


" Widi punya telephone tidak aktif sekarang dan aku yakin kalian lagi bersama" jelas Calista dan Widi cepat  - cepat melihat handphonenya yang dia letakan di meja bersama di hadapan mereka dan betul batre handphonenya habis.


" Oo.. iya handphone Widi habis tuh batrenya " jelas Winnie tertawa kecil dan menyerahkan handphonenya kepada Widi.


" Tadi aku telephone kamu karena kamu sedang menunggu tuan putri satu ini bergabung dengan kami." jelas Widi kepada Calista setelah berbicara kepada calista melalui video call dengan handphone Winnie.


" Oo, aku kira ada apa. tadi aku sedang tidur . hihihi" Calista menjawab dan tertawa kecil karena malu.


" Semua lengkap ya di sana ?" Calista bertanya lagi kepada Widi


" Lengkap, disini ada Thian dan pasukan lengkap" jelas Widi dan memutar kamera video callnya ke sekeliling mereka sehingga Calista bisa melihat semua muka teman - temannya yang di sana.


" Wah asiknya " jelas Calista sedikit sedih tidak ikut dengan mereka saat itu.


" Ayo kamu ke sini" goda Tani mendengarkan video call temannya itu. Karena sengaja pake mode speaker phone sehingga bisa di dengar dengan teman lainnya.


" Aku kesana kalian udah bubar tan" jelas Calista lagi


" Iya sih hehehe" gitu Tani menjawab geli dengan ajakan dirinya kepada Calista teman barunya itu.


" Kamu tidak mau berbicara sama Thian?" goda Mimi kepada Calista lagi mendekatkan mukanya ke arah handphone yang sedang di pegang oleh Widi


" Hahah, tidak sekarang banyak kuping dan mata di sana " jawab Calista asal tahu sedang digoda Mimi. membuat semua teman lainnya ber dehem. hemmmmm hemmmmmm dan muka Thian sedikit merah dan tersenyum.


" Wah Calista kemajuan ya" goda Winnie lagi bersuara tapi tidak terlihat wajahnya dari pandangan Calista.


" Memang kamu saja yang maju nie" goda Calista tidak mau kalah dengan Winnie


" Aku selalu maju ta kayak bajaj yang tidak bisa mundur " terus aja Winnie menjawab asal dan berusaha menggoda Calista dengan Thian.


" Haha, sudah dulu ya aku mau mandi sore neh. di sini hujan terus jadi dingin" jelas Calista dan menutup video call.


             Bersamaan dengan itu kopi Joe dan Winnie pun habis dan mereka berencana untuk keliling mall. Sebentar sebelum lanjut untuk makan malam bersama. Winnie dan Joe memisahkan diri diantara kelompok mereka ketika keliling mall karena Winnie ingin ke toilet sebentar dan para gadis tidak ada satu pun yang memiliki keinginan yang sama dengan Winnie. Awalnya Winnie berjalan sendiri dan tidak lama kemudian Joe telah ada di samping Winnie menyusulnya menuju toilet. Karena Joe juga ingin ke toilet sebentar. Dan Joe sudah berjanji dengan yang lain bertemu di depan pintu restoran yang mereka telah rencanakan.

__ADS_1


             Joe sudah menunggu Winnie di ujung lorong toilet, memang toilet wanita akan lebih lama dari pada pria, itu adalah hukum alam untuk setiap mall dan area umum di toilet. Tak lama Joe menunggu Winnie datang ke arah nya dan melambaikan tangan dari jauh. Tapi Joe kaget karena pria di sebelahnya juga melambaikan tangan menjawab lambaian tangan Winnie.


" Kak Rudi" panggil Winnie begitu berdiri diantara Joe dan kak Rudi


" Haiii Winnie" jawab Rudi dan tersenyum manis


" Kenalkan ini teman aku kak, jelas Winnie memperkenalan joe kepada Rudi" dan tersenyum juga kepada Rudi


" Joe" Joe menjulurkan tangan lebih dulu berjabatan tangan


" Rudi" jelas Rudi dan tersenyum. Ada hawa permusuhan sama diantara mereka. Dan mereka tahu hawa permusuhan itu karena apa, hanya Winnie yang tidak menyadari itu.


" Kalian berdua saja?" selidik Rudi kepada mereka


" Tidak aku sama Widi dan kawan - kawan kampus juga dan ada Mimi juga " jelas Winnie


" Kak Rudi sendiri? mau bergabung dengan kita semua ?" tanya Winnie lagi


" Tidak, ini aku sama teman - teman kamu juga sedang mau bikin reuni kampus" jelas Rudi menujuk seorang pria yang sedang jalan kearah mereka keluar dari pintu toilet pria itu. Setelah berkenalan dengan teman Rudi mereka pun berpisah dan joe bersama Winnie lanjut menuju restoran di mana teman mereka sedang menunggu.


" Kak Rudi ganteng ya...." pancing Joe kepada Winnie


" Kamu juga suka sama kak Rudi ? " tanya Joe lagi seperti lupa pembiacaran mereka sebelumnya di villa karena terbawa hawa cemburu melihat tingkah laku Winnie dan Rudi tadi


" Loh koq tanya itu lagi ?" Winnie mengerutkan alisnya sehingga alisnya bersatu menjadi garis lurus.


" Itu kamu betul - betul dekat dan akrab sekali sepertinya" jelas Joe lagi


" Bagaiman aku tidak akrab aku kenal kak Rudi sejak aku SD " jelas Winnie


" Tapi sepertinya kak Rudi bersikap lain kepada kamu "


" Iya pastilah,..." jawab Winnie mengambang dan tersenyum. Pembiacaraan mereka terstop karena mereka telah sampai di depan hadapan teman lainnya di depan pintu restorean.


             January melihat pandangan muka Joe yang kesal dan gelisah tapi muka Winnie yang santai seperti tidak terjadi suatu serangan begitu batin January sehingga bertanya banyak dalam hatinya, untuk mengetahui apa yang terjadi diantara kedua temannya itu selama perjalanan dari toilet ke sini Tapi January belum bisa membahasnya karena begitu banyak teman lainnya di sekitar mereka. Selesai makan malam bersama para gadis berpisah dengan kelompok pria. Para gadis ikut mobil Mimi dan january naik motor lagi balik kekost dengan motor January dan Joe ikut mobil Thian.


              Kamar kost January terbuka pintunya, January sedang membersihkan kamar kost nya sambil menunggu Joe dan thian yang belum tiba ke kost karena mereka mengendarai mobil ke mall tadi menjadi jalur pulang mereka ke kost lebih panjang harus memutar. January juga ingin mengetahui apa yang terjadi antara joe dan Winnie di mall tadi.


" Joe, kamu kenapa tadi dari toilet balik ke kami seperti habis melihat musuh berat kamu" January langsung bertanya Joe begitu Joe membuka pintu kamar kostnya.


" Enggak kapan?" Joe berusaha santai menjawab pertanyaan January yang langsung pada intinya begitu dia tiba di kost an

__ADS_1


" Masa sih " Thian bertanya tertarik dan mengurungkan niat untuk naik ke kamarnya begitu mendengar kan kalimat January tadi,


" Kamu sudah nembak Winnie ?" tanya Thian dan duduk di kursi teras kost antara pintu January dan Joe lagi.


" Belum" jawab Joe singkat


" Lalu mengapa muka kamu seperti tadi ?" desak January kepada Joe


" Muka aku biasa " jelas Joe akhirnya duduk di samping Thian di teras depan pintu kostnya


" Tidak mungkin muka kesal dan marah " jelas January lagi seperti memahami betul sifat dan karakter Joe


" Kamu lama - lama seperti ibu aku ya" jelas Joe dan tertawa


" Kenapa kamu di tolak ?" tanya Thian lebih bersemangat


" Siapa di tolak?" Sandy ikut bergabung dan duduk di lantai di hadapan Thian dan Joe yang duduk di kursi


" Siapa yang di tolak ?" jawab Joe lagi


" Tadi aku dengar........ di tolak tolak" jelas Sandy menatap semua temannya


" Bukan tadi aku kira Joe sudah menyatakan perasaannya kepada Winnie " jelas Thian terus berusaha mengorek apa yang terjadi dengan Joe dan Winnie seperti yang di tanyakan January sebelumnya.


" Tidak, belum.... aku tadi ketemu sama kak Rudi nya Winnie di depan toilet" jelas Joe akhirnya


" Lalu" begitu kompaknya para laki itu bertanya berasa mendapatkan topik pembahasan yang menarik


" Ya, lalu aku berkenalan dengan kak Rudi lah, di kenalkan oleh Winnie dan kami berbicara sebentar dan kami memisahkan diri" jelas Joe


" Mengapa enggak di ajak bergabung makan malam bersama kita ?" tanya Sandy


" Kak Rudinya itu ada acara sendiri dengan teman - temannya" jelas Joe sepertinya tidak mau melanjutkan cerita dari kejadian tadi yang sedikit membuat Joe kesal karena sulit sekali memiliki waktu untuk berbicara dari hati ke hati dengan Winnie untuk meyakinkan perasaan nya kepada Winnie dan dia yakin juga dengan perasaan Winnie kepadanya sebelum menyatakan perasaannya nanti.


" Mengapa kamu tidak langsung tanya kepada Winnie habis itu ?"  tanya Thian lagi


" Mau tanya apa?" tanya Joe binggung untuk menjelaskan segala hal di depan semua temannya itu karena dia sendiri sebetulnya tidak mau terlalu mengubar kisah cintanya kepada semua seperti sekarang. walau Joe tau semua temannya mendukung dia jadian dengan Winnie secepatnya.


            Pembiacara dan diskusi mereka stop karena Joe menerima telephone dari ibunya di kota B, ibu Joe menanyakan kabarnya dan bertanya ingin di bawakan apa dari kota B itu melalui teman ibunya yang ingin berangkat ke ibu kota, dan Joe bisa mengambil pesanan itu ketika teman ibu nya sampai di ibu kita untuk suatu acara kantor mereka. Teman Joe pun membubarkan diri karena yakin Joe akan lama berbicara kepada ibunya dan waktu sudah malam dan mereka ingin tidur cepat setelah keliling mall dengan para gadis yang tidak kenal lelah jika jalan ke mall.


------------------------------

__ADS_1


__ADS_2