
Waktu berlalu dengan cepat, Thian telah bergabung dengan mereka di Resort. Karena penambahan personil di resort sehingga susunan kamar di ganti. Winnie dan Linda dalam satu kamar. January dengan Joe dan Thian dan Sandy di kamar lain yang sebelumnya di huni oleh Winnie.
Calista berjanji akan berkunjung dan bermain di resort mereka sekitar sebelum makan siang tiba. Di dapur Winnie sedang mengolah cilok yang di bawanya dari jakarta untuk di kenalkan kepada Linda. Linda begitu tertarik dengan bentuk dan wangi dari cilok tersebut. Winnie menghangatkan cilok dan memperkenalkan kepada Linda cara makan dan resep dari cilok itu sendiri.
Cilok yang mereka santap bersama belum juga selesai habis, Calista telah tiba dan calista tanpa permisi pun melahap cilok yang ada di meja tersebut. Membuat Linda takjub melihat kelakukan teman Kak Winnie tersebut, Begitu suka sekali dengan makanan yang di beri nama Cilok itu dalam hati Linda. Winnie pun tersenyum dibuatnya melihat tatapan takjub Linda dan kelakukan Calista yang tidak tahan jika melihat cilok.
"Jangan Kaget dengan tingkah Calista begitu " Joe tertawa melihat muka adiknya begitu sangat memperhatikan Calista tanpa berkedip
"ehm, sangat suka sekali ya kakak dengan makanan ini " Linda tersenyum dan bertanya kepada Calista
"Iya, ini makanan kesukaan kami" Jelas Calista malu begitu melihat Linda
"Kak Winnie juga suka ini ? " Linda bertanya kepada Winnie begitu mendengar kalimat kami pada calista
"Iya, aku juga suka dengan cilok ini. Kami suka pesan order kepada pembuatnya untuk kami bagi - bagi setelah kami tidak sekolah lagi " Jelas Winnie
"Ini seperti makanan tradisional ya di sini ? " Linda bertanya lagi
" Ini kayaknya bukan makanan tradisional tapi ini snack rakyat indonesia dari jaman dahulu " Winnie menjelasakan tersenyum karena jujur winnie pun tidak mengerti asal usul cilok itu.
"Ooo. saya kira ini makanan tradisional di sini, karena di kota kami tidak pernah saya temuin makanan ini sejak saya kecil" Linda menjawab
"Bagaimana kamu bilang tidak temuin makanan ini di kota kita da. Kamu sejak elementri udah di negeri seberang " Joe ikut menjelaskan
" Kamu suka juga Linda ? " January telah bersama dengan mereka
__ADS_1
" Tidak begitu suka tapi boleh lah untuk waktu snacking " Linda tersenyum dengan pertanyaan January
" Kamu bisa belajar bikin cilok sama tante saya Linda kalau kamu suka" Thian ikut ngomong begitu mendengar pembiacaraan mereka dari teras resort mereka sebelumnya.
"Oo, terima kasih Kak Thian. Tapi aku tidak begitu tertarik dengan memasak aku lebih tertarik menggambar dan merajut " Jelas Linda kepada Thian
"Sekarang jaman sudah berubah pak, tidak usah masak terus bisa telp dan mainkan jari akan datang itu makanan dengan cepat" Sandy juga ikut berbicara di iringi anggukan kepala setuju dari yang lain nya.
"Kita mau kemana nih ? " tanya January tetiba karena pasukan telah lengkap di dapur
"Kamu mau ajak kemana ? " tanya Calista kepada Joe
"Aku bebas semua tempat Linda belum pernah " Jelas Joe lagi kepada calista yang lebih tahu tentang kota ini daripada yang lainnya.
" Kita ketempat hang out santai anak muda di atas bukti ya" jelas Calista lagi melihat cuaca hari ini sangat nyaman untuk keliling taman yang lagi di gandrungi oleh anak muda kota tersebut.
" Kita pakai dua mobil ? " tanya Thian melihat pasukan lumayan juga jika di jadi in dalam satu mobil
"Boleh bebas " Jelas Joe
" Oke, sebagian naik mobil aku ya " Jelas Thian lagi
" Calista di mobil aku ya, aku tidak tahu jalan" Jelas Thian lagi sadar kalau dirinya belum begitu hafal jalan kota D itu.
"Oke, Pak boss" Calista menjawab dan mengangkat tangan nya ke kening seperti prajurit menghormati kapten.
__ADS_1
---------------------------------------------------------
Tempat yang di sebut dan di tuju mereka sangat bagus pemandangan dan lokasinya dan seperti yang di katakan Calista banyak sekali muda mudi sudah duduk di barisan tempat cafe tersebut di alam terbuka. Dan beruntung mereka sudah memesan tempat tersebut sebelum mereka berangkat jadi tempat mereka sudah tersedia. Calista memang cocok untuk mengatur untuk acara - acara liburan mereka. Selalu Calista dengan detail bisa memplanning dan melaksanakan liburan dengan sempurna.
January menemani Linda keliling tempat hang out dan juga membantu Linda menjadi tukang foto Linda jika di perlukan. Joe hanya melirik sebentar - sebentar kepada Linda dan January untuk memastikan segalanya aman. Winnie tersenyum melihat tingkat January dan juga Joe. Joe seperti menjaga Linda dari gangguan pria yang mau menerkam adiknya itu. Dan yang menerkam itu adalah January. Walaupun Joe mengatakan memberikan kebebasan kepada Linda tetap Joe sesekali mengawasi Linda dan January.
Sandy dan lain nya sedang asik ngobrol di meja mereka ketika January dan Linda selesai keliling dan berfoto - foto. Linda begitu bahagia begitu pula dengan January kedua nya memancarkan wajah bahagia dan enjoy setelah keliling bersama.
"Ada apa kalian mukanya berseri -seri " selidik sandy begitu dua orang tersebut tiba di hadapan mereka dan duduk di tempat mereka lagi
"Tidak ada apa - apa kak Sandy" Jelas Linda dan tersenyum dengan muka bersemu merah karena malu
" Emang ada apa kami ? " January balik bertanya kepada Sandy
"Mana aku tahu ada apa kalian tapi muka kalian menunjukkan kalian telah melakukan sesuatu " interogasi sandy kepada January seperti polisi kepada maling yang tertangkap
" Sudah - sudah jangan menggoda Linda " Winnie memotong kalimat sandy untuk memutus kalimat selidik sandy
" Ini seperti waktu sepasang kekasih sembunyi -sembunyi dari kita dulu " Sandy malah balik menggoda Winnie dan melirik kepada joe juga.
Kalimat Sandy di jawab dengan tawa mereka semua tidak dengan Linda, karena Linda tidak mengerti apa yang di katakan Sandy tersebut. Dan dengan baik hatinya January menceritakan kisah Joe dan Winnie yang sudah menjadi sepasang kekasih tapi masih merahasiakan dari mereka semua sebelum mereka mendeklarasikannya kepada group mereka selang beberapa bulan setelah mereka jadian.
Linda mendengarkan cerita January dengan menjawab kalimat oo dan mengangguk - anggukan kepalanya mendengarkan cerita January tersebut dan terkadang diselipi tersenyum - senyum dengan tingkah kakaknya dan calon kakak iparnya itu. January juga tidak lupa menceritakan julukan sepasang kekasih tersebut yaitu Casper dan Windi membuat Calista terkagum - kagum dengan cerita January.
Calista tidak mengetahui kalau selama ini January begitu detail dan mencerna semua tindak tanduk mereka semua dan sebutan yang mereka berikan kepada Joe dan Winnie. Begitu kaget nya Calista yang awalnya berpikir January begitu tidak peduli dan cuex dengan lingkungan ternyata mencerna dengan jelas dan detail segala halnya. Dan sekarang dia tumpahkan di dalam cerita untuk Linda seorang. Bukan hanya Calista yang terkagum dengan apa yang di ceritakan January semua di sekitar mereka pun terkagum - kagum dengan yang January ucapkan dan ceritakan kepada Linda begitu detail dan lengkap.
__ADS_1
-------------------------------------------------------------