Casper Tampanku

Casper Tampanku
episode tujuhbelas - Casper dan Windi ( part 2 )


__ADS_3

Winnie dan group cewek sudah sampai lebih dahulu di Mall T, mereka berencana keliling mall tersebut lebih dahulu menemani calista yang belum pernah kesana.  Sepuluh menit sebelum waktu yang dijanjikan winnie dan gadis - gadis itu menuju restoran all you can eat yang joe sebutkan semalam.


" Ternyata Caspermu ontime ya Nie " senggol Calsita ke Winnie yang sedang jalan beriringan. Di kejauhan mereka melihat sekelompok cowok sedang berdiri dan ngobrol di depan pintu masuk restoran.


" Aneh - aneh saja " jawab Winnie singkat


" Tuh casper..." Kasih berujar sambil menunjukkan jarinya ke arah Joe dan kawan - kawan di pintu masuk


" Jangan kencang - kencang, nanti di dengar loh" jawab Widi juga tersenyum dengan ulah Kasih.


" Wah lengkap tuh pasukan" koment Mimi melihat Sandy, January dan Thian di sana juga.


" Kamu tidak mengabari Tani ?" tanya Widi tiba-tiba memgingat satu nama teman mereka yang tidak ada di dua group terpisah ini.


" Joe bilang mau telepon tani langsung kemarin" jelas Winnie kepada Widi


" Oo..., pasti seperti biasanya" Widi menjawab dan tersenyum simpul penuh makna


" Seperti biasanya apa ?" tanya Mimi binggung


" Tani, itu ratu terlambat" jawab Widi sambil tertawa.


" Ooo.., ya ampun" jawab Mimi singkat.


            Tani tiba setelah mereka menunggu 10 menit di depan pintu masuk restoran. Semua orang mengerti karakter Tani dan kami hanya menggoda bukan marah karena keterlambatan Tani.


" Apa Casper selalu berlaku sama untuk semua wanita gitu ?" colek Calsita ke Winnie yang duduk berdampingan. Begitu Joe memberikan segelas kecil es krim racikannya dari mesin pembuat es krim yang tersedia di sana.


" Harusnya sih iya" jawab Winnie santai sambil menikmati es krim buatan Joe.


" Yakin ?" tanya Calista menggoda penuh makna.


" Yup" jawab Winnie singkat membuat Calista makin penasaran


            Tidak lama kemudian Joe membawakan minuman soft drink untuk Calista dan Tani yang masih duduk di meja belum beranjak ambil makanan yang mereka inginkan.


" Tuh, terbukti khan" jawab Winnie menunjuk minum yang di hadapan Calista dengan matanya.


" Beda jenis" jawab Calista tidak puas menggoda Winnie


" Sama-sama di kasih " jawab Winnie santai


" Kamu mau ambil makanan gantian  dih" Widi sudah sampai di meja makan mereka dengan makanan pilihannya. Perkataan Widi menghentikan perdebatan kecil atas ke isengan Calista tadi kepada Winnie.


" Yuk, ambil. aku udah ngiler mau makan ayamnya tuh" Winnie menarik lengan Calista untuk segera bangun dari kursinya


" Yuk, Tani" Calista pun menarik Tani yang sibuk dengan membaca komiknya.


Tani selalu membawa dan membaca komik di setiap ada kesempatan. Dia selalu membawa tas punggung kecil kemana pun pergi dan isi tas tersebut hanya beberapa komik dan sisir rambut dan 1 buah jepitan rambut.

__ADS_1


            Memang tas Tani jauh di bilang itu tas seorang gadis, memang isi tas nya selalu itu dan tidak ada perlengkapan kosmetik di dalamnya. Tidak seperti gadis lainnya akan terdapat dompet kosmetik dan botol kecil parfum atau ada dompet kecil lainnya untuk jepitan rambut dan perlengkapan untuk make up lainnya.


" Yuk, lapar" jawab Tani sadar di sekitarnya sudah berjajar piring isi makanan teman-temannya.


" Aku mau makan pasta ah" jawab Calista akhirnya jalan berbarengan dengan Winnie dan Tani.


" Kamu makannya sedikit Joe" Kasih melihat piring Joe hanya ada sedikit pasta dan ayam panggang.


" Tunggu ronde ke dua dong" jawab Joe tersenyum


" Tidak mungkin Joe makan sedikit" jawab Sandy


" Nanti juga banyak piring tersusun di hadapan Joe" Thian ikut menjawab sambil mengeser piring kosongnya ke hadapan Joe dan tersenyum meninggalkan mereka untuk ambil makanan menu lainnya.


" Tuh piring aku bertambahkan yang kosong" Joe menjawab dengan tersenyum sambil menunjuk piring kosong di hadapannya tadi.


" Sandy aku tidak suka " Widi dan Sandy sepertinya mulai dengan karakter Tom and Jerry nya lagi.


" Biasa kamu suka" Sandy menjawab sambil terus memberikan gorengan lumpia kecil dari piringnya ke piring Widi.


" Siapa bilang aku suka " Widi menjawab dan membalikkan lumpia di piringnya ke piring Sandy lagi


" Tuh Tom dan Jerry sudah mulai" Joe berkata kepada January yang duduk di samping Joe. tingkah laku Sandy dan Widi tepat duduk di hadapan Joe dan January. Sehingga Joe dan January melihat dengan jelas dan tersenyum tanpa berusaha untuk melerainya.


" Wah pasangan romantis" jawab Kasih yang duduk di sisi lain Widi menggoda Widi.


" Ada ke rusuhan apa sih" tani duduk di sisi lain Joe di mana tasnya berada.


" Tom dan jerry satu " jawab Joe menjelaskan sambil matanya menunjukkan tingkah Sandy dan Widi belum selesai menaruh dan memindah gorengan ke piring masing - masing mereka


" Memang ada Tom dan Jerry dua ?" tanya Calista tidak mengerti


" Nih Tom dan jerry dua " jelas Joe menunjuk kepada Tani dan Thian yang lagi duduk berjauhan.


" Untung hari ini kalian duduk berjauhan ya" Joe berkata lagi sambil tersenyum


" Oooo, Tom Jerry satu itu pasangan itu. dan Tom Jerry dua pasangan ini" Calista menegaskan dan menunjuk pada Widi dan Sandy serta Tani dan Thian.


" Aku tidak seperti itu sama Tani, betulkan Tan ? Thian menjawab dan meminta dukungan pada Tani


" Iya tidak....., kita friend banget ya. toss" Tani menjawab dan mengangkat tangannya seperti mau bertepuk tangan dengan Thian.


" Iya, toss kita mah" jawab Thian mengikuti gaya Tani.


" Jadi di sini ada Tom Jerry satu dan dua serta Cas......" kalimat Kasih tersetop begitu mata Kasih bertemu dengan mata Winnie yang sudah melotot kepadanya. Akhirnya kalimat itu menggantung di udara dan di akhiri dengan tawa kasih menggoda.


-‐-----------


" Nie, kamu tidak tertarik dengan Casper ?" tanya Calista sedang berbaring di ranjang Winnie.

__ADS_1


" Kamu tertarik sekali sama Casper ya Ta ?" tanya Widi balik bertanya


" Kenapa ? suka ? silakan ambil" jawab Winnie santai sambil bermain game dari handphonenya


" Orangnya lembut dan ramah dan ganteng ya" timpal Kasih


" Aduh sepertinya group kita akan terjadi pertarungan sengit nih" koment Mimi setelah merapihkan pakaiannya masuk kedalam tasnya.


" Siapa aja emangnya ?" tanya Kasih binggung


" Tuh, Winnie, Widi, Calista dan kamu" semua bahasnya Casper terus dari tadi jelas Mimi. Sambil menunjuk nama dan temannya satu persatu seperti mengabsen.


" Kenapa bawa aku ?" tanya Winnie tetap focus main game dari handphonenya.


" Iya kenapa bawa aku juga?" Widi berkata sambil mengambil posisi duduk dari sebelumnya berbaring.


" Emang kamu tidak suka casper" Calista menatap mata Widi penuh selidik.


" Haha, ada yang ketahuan" Kasih tertawa geli liat tingkah Calista dan Widi


" Wah, aku baru tau Widi suka Joe" Winnie menyetop main game.


" Siapa yang suka" jawab Widi sambil memeluk bantal guling.


" Suka juga tidak apa, nanti kami bantu" jawab Winnie tersenyum melihat tingkah Widi serba salah.


" Kamu enggak suka Nie ? " selidik Kasih menatap mata Winnie sekarang.


" Aku jujur biasa" jawab Winnie santai


" Oh casperku penolakan pertama Windi terjadi" goda Calista begitu mendengarkan jawaban Winnie


" Aneh" jawab Winnie melempar bantal ke arah Calista di sebelahnya


" Di, kita dukung kisah cintamu dengan casper" goda Calista kepada Widi. Di sambut lemparan bantal dari Widi ke Calista.


" Wah Casper dengan Widi bukan Windi nih" goda Mimi


" Kamu juga suka casperlah Mi" goda Kasih ke Mimi


" Emang aku suka, tapi kasih Widi ajalah. aku kalah kalau bersaing dengan Widi" jawab Mimi sambil tertawa kecil menggoda.


" Kamu tidak sedih caspermu di ambil Widi ? " goda Kasih kepada Winnie.


" Teman aku suka, kita harus dukung" goda Winnie, menggelitik pinggang Widi yang duduk di hadapannya.


            Mereka akhirnya tertidur setelah puas menggoda Widi dan Winnie tentang casper-nya mereka.


--------

__ADS_1


__ADS_2