Casper Tampanku

Casper Tampanku
episode duapuluhdelapan - Persaingan antara Joe dan Thian


__ADS_3

            Tani senang, begitu mereka sampai di depan pintu gerbang samping kampus mobil yang menjemputnya sudah ada di sana, jadi tidak merepotkan mereka begitu batin Tani.  Mereka melanjutkan berjalan kaki menuju kost joe dan kawan - kawan.


" Nie ayo ajarin aku bernyanyi" Joe membuka pembicaraan begitu mereka sudah ada di seberang jalan kampus.


" Mengapa aku ?" tanya Winnie binggung


" Kamu khan ikut kegiatan paduan suara kamu" jelas Joe.


" Oooo , paduan suara berbeda suara dan bernyanyi denga seperti kamu karaoke" jelas Winnie malu.


" Sama lah sama-sama bernyanyi" jelas Joe


" Tidak beda dikit, aku ini bersuara sopran" jelas Winnie


" Tidak apa, ayo kits nyanyi apa itu kalimatnya" Joe mengingat ingat terus bersenandung nada Negeri Di Awan Katon Bagaskara lalu Winnie pun tergoda untuk bernyanyi


Di bayang wajahmu


Ku temukan kasih dan hidup


yang lama telah aku cari


Di masa laluku.................


Dan Joe pun ikut bernyanyi dengan mengikuti kalimat yang Winnie nyanyikan


Kau datang padaku


kau tawarkan hati nan lugu


Selalu mencoba mengerti


hasrat dalam diri....


            Widi yang mendengarkan Joe dan Winnie bernyanyi melambatkan langkah kakinya yang ada di depan Joe dan Winnie jalannya. Widi dan Sandy jalan beriringan dan di baris kedua Joe dan Winnie berjalan sambil bernyanyi dan di belakang mereka ada January berjalan sendiri.

__ADS_1


            Widi pun ikut bernyanyi begitu mereka berjarak lebih dekatan setelah melambatkan langkah


Kau mainkan untukku


Sebuah lagu


tentang negeri di awan


Dimana kedamaian


menjadi istananya


Dan kini tengah…


kau bawa


aku ke negeri di awan.......


            Sandy dan January tidak ikut bernyanyi tapi mereka menikmati lagu yang di nyanyi oleh teman-temannya itu dan tersenyum. Sampai di depan kost supir widi sudah parkir di sana, mereka pun pamit langsung pulang.


------------


" Maksudnya ?" Joe sedang membersihkan kamar kostnya dan sedikit binggung dengan arah pembicaraan January tiba-tiba itu


" Jangan pura-pura ....." January menjawab dan tertawa


" Apa Jan ?"Joe tetap sibuk membersihkan kamarnya


" Maksudnya Jan, kalau kamu tidak mau menyatakan secepatnya ke Winnie biar aku yang ungkapkan cintaku pada Winnie" thian memperjelas kalimat January. Entah sudah berapa lama Thian sudah ada di depan pintu kamar Ioe berdiri dan handuk melingkar di lehernya.


" Oooo..." Joe akhirnya selesai membersihkan kamarnya dan berdiri berhadapan dengan Thian dan di sampingnya ada January.


" Aku suka juga dengan Winnie tapi sedang menunggu kamu mau ungkapkan atau tidak nih ? aku serius Thian menegaskan dan muka serius.


" Winnie sepertinya belum tertarik untuk berpacaran....." jelas joe di potong kalimatnya oleh January " kata siapa ?"

__ADS_1


" Iya kata siapa ?" Thian mengopi kalimat January.


" Winnie ketahuan belum tertarik berpacaran..." jelas Joe lagi


" Memang kamu pakar cinta" jelas January memotong pembicaraan Joe lagi


" Kamu sendiri saja masih tidak berani mengungkapkan perasaan mu itu, mana bisa jadi pakar cinta" Thian berkata di sertai ketawa Thian dan january.


" Ingat Joe, sebelum kamu kenal Winnie. kak Rudinya itu sudah dekat dengan Winnie dan keluarganya" January mengingatkan Joe seperti seorang ayah mengingatkan anaknya.


" Bagaimana kamu biss mendapatkan informasi sama sebegitu detilnya ?" tanya Joe kepada January dan memukul pelan perut temannya itu.


" Jangan - jangan kamu suka juga sama Winnie ya " goda Joe kepada January


" Ya sudah kalau kamu tidak mau di bantu" January berakting seperti ingin masuk kedalam kamarnya.


" Tapi betul juga bagaimana kamu dapat informasi tentang Winnie ? " tanya Thian menarik lengan january untuk berdiri di sampingnya lagi.


" Informanku terpercaya " January tersenyum dan menunjuk handphone kehadapan mereka.


" Siapa dia ?" tanya Joe mencoba mengorek informan January itu siapa.


" Widi ya ? " tanya Thian


" Tidak mungkin Widi begitu gampang bercerita tentang teman akrabnya itu" jelas Joe


" Mimi ya ?" tebak Joe


" Ada saja " jelas January


" Sudah jangan mengalihkan pembicaraan.... kamu kalau tidak berani mengungkapkan segera akan menyesal sendiri nanti " jelas January dan menyenggol badannya kepundak Thian


" Kamu tidak berani maju biar aku maju ya" tegas Thian dan sepertinya ini serius Thian menyukai Winnie.


" Sudah fokus pada ujian akhir kita dulu saja. ujian akhir sudah di depan mata " tunjuk Joe ke kalender yang ada di atas meja belajarnya.

__ADS_1


" Oke, ujian akhir khan tinggal dua hari lagi mulai, setelah itu kalau kamu tidak mengungkapkannya maka aku akan mendekati Winnie ya" Thian menginfokan rencananya kepada Joe


" Wah akan berat nih ujian akhir Joe " goda January dan berlalu masuk kedalam kamarnya dengan senyum ada di bibirnya.


__ADS_2