Casper Tampanku

Casper Tampanku
episode tujuh - Rencana Liburan


__ADS_3

            Kasih mengirim pesan di group chat, Winnie sedang bersiap untuk tidur ketika bunyi pesan masuk di handphonenya. siapa malam - malam gini pikir winnie.


" Girls, minggu depan kita ke rumah Calista yuk" begitu kalimat yang tertulis di group chat mereka dari Kasih


" Serius kalian ingin berlibur ke sini ? " kalimat jawaban dari Calista.


            Setelah lulus SMA, Calista memang balik ke kota asalnya di kota D. Calista berserta keluarganya memilih pindah ke kota asal ibu nya.


"Minggu depan itu hari apa ? " Mimi bertanya kepada kasih


" Nie ...., di....., gimana ? " Kasih belum menjawab pertanyaan Mimi dan bertanya kepada Winnie dan Widi yang hanya membaca chatting mereka.


" Aku cek anak privateku dulu ya. Ada ulangan tidak minggu depan" jawab Winnie


" Kita ada libur kuliah ?" tanya Widi sambil mencek kalender akademik kampusnya untuk memastikan tanggal libur


" Habis selesai ujian tengah semester saja" jawab kasih seperti mengetahui Widi sedang sibuk melihat kalender akademik kampus nya di meja belajar.


" Kampus kita tidak ada libur nie, setelah ujian tengah semester itu" widi memberitahu kepada Winnie melalui chat.


" Iya, aku ingat "


" Bagaimana kita bisa ke rumah Calista kalau tidak libur ?"


" Kita ambil hari jumat saja" jawab kasih memotong chatting antara Winnie dan Widi


" Girls kalian diskusikan dulu ya, besok pagi info aku. Sudah mengantuk aku sudah mau tidur nih" Mimi menutup kalimat nya sebelum menghilang dari group chat malam itu dan pergi tidur


" Ya sudah, aku akan menunggu keputusan kalian ya. Aku juga sudah mau tidur. Di sini sedang hujan terus menerus sejak seminggu yang lalu. Sangat enak untuk tidur " Calista juga mengakhiri chattingnya dan pergi untuk tidur.


" Aku tunggu kabar kalian ya. kabari aku secepatnya" Kasih mengakhiri chattingan juga


" Oke" jawab Winnie dan Widi bersamaan dan menutup handphone mereka masing-masing dan beranjak untuk tidur.


---------


            Winnie sampai di rumah Widi sekitar jam 7.30 pagi. Hari ini jadwal Winnie menjemput Widi untuk ke kampus bersama, pintu rumah widi dibuka oleh mbak Jum pembantu rumah tangga yang bekerja di rumah widi sejak orang tua Widi awal menikah.


"Non, masuk dulu saja. Non Widi masih dandan ( maksudnya sedang ber make up )" mbak Jum selalu berbicara dengan bahasa jaman dahulunya kadang membuat orang mendengarnya tersenyum.


" Terima kasih mbak, saya tunggu di mobil saja" jawab Winnie atas tawaran mbak Jum sambil tersenyum sopan ke mbak Jum yang sudah sesepuh itu.


" Mbak masuk dulu ya non " ijin mbak Jum setelahnya.

__ADS_1


" Iya, mbak masuk saja saya tidak apa di sini" jawab Winnie lagi.


            Sebelum Mbak Jum masuk ke pintu utama rumah Widi sudah keluar dan akhirnya mbak Jum batal untuk masuk rumah melihat Widi membawa banyak buku tebal di tangan kanan dan tangan kiri sedang memegang sepotong roti menu sarapannya.


" Mbak aku pergi dulu, tolong bantu kunci gerbang ya" ijin Widi sambil meminta tolong kepada Mbak Jum.


" iya non, hati - hati di jalan" jawab Mbak Jum kepada Winnie dan Widi. Setelah winnie juga pamit kepada mbak Jum dari dalam mobilnya.


"Jadi gimana ? kita ke rumah Calista jadi ?" Widi bertanya langsung begitu masuk ke mobil Winnie dengan mulut yang masih penuh dengan roti.


"Makan dulu kali" jawab Winnie geli melihat tingkah laku Widi.


"Ditanya apa jawabnya apa" koment Widi mendengar jawaban Winnie.


"Nanti malam aku info, hari ini pulang kuliah aku ada jadwal mengajar private. aku cek jadwal ulangan murid ku dulu" terang Winnie lagi


" Kalau tidak ada ulangan siapa yang akan ganti kamu ngajar ? hari Jumat jadwal kamu private bukan ? " Widi bertanya dan mengingatkan jadwal mengajar Winnie. Seperti seorang ibu mengingatkan tugas seorang anaknya.


"Ingat bu...." jawab Winnie lagi tersenyum geli melihat tingkah laku Widi temannya seperti seorang ibu.


"Sudah pikir liburannya nanti saja, hari ini sudah siap ujian statistik ? " tanya Winnie karena Winnie tahu benar Widi lemah di mata kuliah ini.


" Kita serahkan segalanya kepada yang Maha Kuasa" jawab Widi santai dengan mengangkat ke dua tangannya seperti berdoa dan memohon.


"Wah..., kamu memang butuh liburan sekali ya ?" tanya Winnie menggoda Widi yang sepertinya berusaha memakai segala cara supaya mereka bisa berlibur bersama.


" Kita sudah lama sekali tidak bertemu Calista, ini kesempatan kita bisa bersama lagi....." Widi tidak memperdulikan godaan Winnie malah berusaha meyakinkan Winnie untuk berlibur bersama.


Winnie berminat menggoda widi yang sedang berusaha meyakinkan winnie ketika handphone  di pangkuannya berbunyi.


" Tuh, Joe telp. Pas bener waktunya" setelah Widi melihat nama yang tertera di handphone Winnie.


" Iya. Joe"


" Iya "


" Iya"


" Oke"


            Itu kalimat jawaban Winnie dari panggilan telephone dari Joe.


" Singkat, padat, jelas" goda Widi ke Winnie di tambah colekan tangannya ke pinggang Winnie.

__ADS_1


" Haha, mau tau aja deh kamu" Winnie tidak kalah memancing rasa penasaran Widi.


Winnie kenal betul sifat Widi selalu akan bertanya terus hingga dia puas mendapatkan jawaban seperti yang dia inginkan.


" Bilang apa ? jawaban kamu kenapa seperti itu ? ada masalah Joe ? sakit joe ? sudah di kampus ya Joe ? " terus saja Widi bertanya kepada Winnie tanpa jeda untuk memberikan waktu untuk temannya berbicara.


" Haha, gimana aku jawab kalau kamu tidak stop bertanya" koment Winnie santai dan mata focus ke handphone-nya.


" Kamu sedang apa sih, bukan jawab aku" Widi bertanya lagi tidak sabar menunggu jawaban Winnie


            Winnie tidak menjawab pertanyaan Widi tapi menggunakan telunjuknya mengarahkan jarinya itu ke handphone Widi yang terselip di kantong tas Widi.


            Ternyata Winnie dan group kampus sedang sibuk saling chat di group chat kampus. Widi bergabung dengan group chat tersebut membaca semua dari awal Joe bertanya mau di beli kan sarapan pagi bubur ke sukaan mereka bersama sampai info dari January mengatakan ruang ujian mereka di pindah dari gedung S menjadi gedung I.


            percakapan chat mereka di akhiri dengan jawaban Sandy dengan kalimat ok. Widi hanya membaca dan bibirnya membentuk huruf O menandakan bahwa widi mengerti dan setuju.


            Pak arif supir keluarga winnie merapatkan mobil di gerbang pintu kampus seperti yang di minta oleh  Winnie kepadanya. Karena Winnie dan Widi janjian melalui group chat kampus akan bertemu di depan hall gedung pertemuan di dalam kampus mereka yang lokasinya hanya berjarak 100 meter dari pintu gerbang samping kampus mereka.


" Aku masih kenyang" Widi menerima bungkusan bubur dari Joe


" Tadi kenapa tidak bilang " Sandy memulai serangan ke Widi seperti biasanya


" Kalian sehari kalau tidak ribut sepertinya akan sakit ya ?" tanya Joe sambil tertawa juga dengan melihat wajah Widi yang menunjukkan bermusuhan dengan Sandy


" Udah sebentar lagi juga Widi lapar" jawab Winnie duduk di kursi batu taman yang tersedia di depan pintu hall gedung pertemuan itu sambil membuka bungkus bubur pemberian Joe juga kepadanya.


" Thanks Joe, ini pas bener" ucap Winnie ke joe begitu di buka bungkus bubur miliknya sesuai yang dia beli.


" Joe, kamu sudah tau apa yang di suka dan tidak suka sama Winnie tanpa di pesan ?" Sandy menyelidik pada Joe dan Winnie


" Winnie selalu membeli bubur yang sama, tanpa kacang tidak pakai cabe dan tanpa kecap manis. simple" jelas Joe kepada Sandy karena mengetahui Sandy mulai lagi isengnya.


" Yup betul, 100 untuk Joe" jawab Winnie tersenyum melanjutkan makan bubur pemberian Joe.


" Sandy, makan buburmu dengan baik sebentar lagi waktu untuk ujian di mulai" kalimat kaku January mengingatkan Sandy yang sedari tadi mengganggu teman-temannya seperti lupa dengan bubur yang telah habis setengah porsi di hadapan dia.


" Maaf...., telat" tergesa gesa Tani sedikit memaksa Sandy bergeser duduk lebih deket kepada Winnie karena Tani ingin duduk di sana.


" Kamu ini..." Sandy baru mau berbicara komplant kepada Tani tetapi di bungkam oleh Winnie yang menunjukan jam di pergelangan tangannya. Waktu mereka tinggal 10 menit sebelum waktu ujian di mulai.


Kelas mereka terpisah untuk ujian. January dan Joe di kelas 101 dan yang lain nya di ruang kelas 102. waktu mereka mengerjakan soal hingga 2 jam penuh. Joe dan January lebih dahulu menyelesaikan soal ujian mereka dan duduk di depan ruangan 102 di mana yang lainnya masih mengerjakan soal ujian.


            Dari ruang 102 Sandy orang pertama yang selesai dan bergabung dengan Joe serta January duduk di depan pintu ruangan untuk menanti yang lainnya selesai. Tani selalu lebih dahulu selesai mengerjakan soal ujian dari pada Winnie dan Widi. Karena Tani selalu berkata untuk apa mikir keras lagi kalau tidak bisa menemukan jawabannya lebih baik kumpul dari pada nanti lebih banyak kekacauan dalam menjawab soal ujian.

__ADS_1


-------


__ADS_2