
Kopi di hadapan mereka tinggal setengah gelas, hanya Tani dan Thian pun kopi yang telah habis . Joe dan Winnie datang menghampiri mereka yang sedang bersenda gurau di sudut kafe.
" Kita masih kepagian untuk dinnier nih" jelas Joe melihat jam yang ada di pergelangan tangannya begitu berdiri di hadapan mereka semua.
" Yuk, kita ngantri beli minum dulu" Winnie mencolek tangan Joe yang di sampingnya
" Ooo, ok. titip tas ya teman" Joe menaruh tasnya dan tas Winnie di atas meja mereka
" Mereka sudah jadian ?" tanya Thian masih saja mengikuti perkembangan hubungan Joe dan Winnie. Setelah kejadian antara dirinya dan Winnie di villa liburan mereka sebelumnya.
Thian melihat langkah kedua teman nya itu menjauh dari hadapan mereka, mereka terlihat lebih dekat dari sebelum liburan kampus kemarin dan waktu di villa. Apakah Joe sudah mengungkapan perasaannya kepada Winnie setelah apa yang aku kabarkan kepada Joe ? begitu batin Thian terus matanya tertuju kepada kedua temannya itu yang sedang mengantri tunggu giliran untuk dilayani di barisan depan untuk memesan kopi mereka.
----------------------------Flashbacks---------------
Dua hari setelah mereka pulang dari villa, dan Thian bisa menyelesaikan kegalauan hatinya setelah di tolak perasaannya oleh Winnie, Thian memiliki kesempatan ngobrol dengan Joe. Tepatnya ketika mereka sedang santai di tempat kost mereka, dan Joe sudah pulang dari tempat mengajar privatenya.
" Sudah pulang bro ?" tanya Thian setelah masuk kedalam kost membawa bungkusan snack di tangan
" Belum lama nih, kamu sudah makan ?" tanya Joe melihat bungkusan di tangan Thian.
" Baru aja, ini aku bawa snack rencana sore kalau bisa enggak keluar lagi malas makan sendiri" jelas Thian sambil menunjukkan bungkusan di tangannya.
" Sore kita makan bareng aja yuk, aja january dan Sandy juga tuh" Joe memberi ide
" Wah boleh juga tuh ketempat biasa kita itu ya " jelas Thian dan duduk di kursi depan teras kamar antara kamar Joe dan January dan iseng mengetuk pintu kamar January yg tertutup rapat.
" Si Jan tidur kayaknya, tadi pagi aku berangkat ketemu baru pulang dari rumah om nya " jelas Joe melihat tangan Thian mengetuk pintu kamar January
" Sandy di atas ?" tanya Joe ke thian karena mereka tetangga pintu kamarnya.
" Lagi main game dangan ini" jelas Thian dengan tangan di tempelkan ke kupingnya menunjukkan Sandy menggunakan earphone.
" Mau makan lagi enggak ?" Joe duduk di kursi sebelah Thian dengan membuka bungkusan nasi yang dibelinya setelah pulang mengajar private tadi.
" Enggak ah full "
" Mau snack enggak menu tambahan " Thian menaruh snacknya di meja di samping piring makan Joe.
" Enggak ini juga cukup"
" Aku kemarin udah mengungkapan perasaan pada Winnie" jelas Thian begitu menyandarakan duduknya lebih dalam di kursi duduknya.
" Lalu ?" Joe menyetop makannya dengan perasaan bercampur aduk dan rasa laparnya hilang seketika mendengar pembiacaraan thian.
" Hasilnya ya kamu liat sendiri lah" Thian masih merasakan sedikit sedih dan ragu untuk menceritakan hasilnya kepada Joe karena masih bimbang antara mensupport Joe atau dia masih mau berusaha mendekatan Winnie lagi berikutnya.
" Maksudnya ?" Joe terus menguber jelas hasil yang tidak jelas itu
" Kamu tidak bisa mencerna ya ?" jelas Thian makin membuat jawaban yg sulit di cerna Joe, Thian baru sadar kalau Joe menyetop makan siang nya dan menunjukkan muka tegang di sampingnya. karena melihat kelakukan temannya itu dan merasa kasihan akhirnya thian menjelaskan.
__ADS_1
Bahwa Winnie telah menolaknya dan seperti yang dibiacarakan dengan Winnie waktu itupun di ceritakan ulang kepada Joe detail dengan apa yang dia tanyakan kepada Winnie dan apa yang di jawab Winnie kepadanya waktu kejadian itu terjadi. Joe mendengar cerita itu dengan detail dan perlahan gurat muka Joe berubah menjadi tenang dan mengarah bahagia begitu yang Thian rasakan dari pandangan matanya.
" Begitu detialnya" kalimat akhir Thian menceritakan semua kepada Joe dan Joe mulai menarik piring makanan dan mulai makan siang kembali.
" O....., jadi sekarang gimana perasaan kamu ?" tanya Joe sambil menyuap mulutnya dengan menu makan siangnya.
" Bukan tanya gimana perasaan ku, tapi gimana perasaanmu dan apa lagi rencana mu." jelas Thian membuat muka Joe berkerut
" Perasaan aku ? rencana ku ?" tanya Joe
" Iya perasaan mu kepada Winnie, sudah mantap belum ? dan apa rencanamu untuk menyatakan perasaan mu ?" jelas Thian kepada joe sambil menatap temannya dalam - dalam.
" Kali ini baru aku yang mengungkapan perasaan ke Winnie, dan di tolak dan aku menceritakannya kepadamu " jelas Thian
" Kamu tidak pikir kalau ada mahasiswa lain yang mengungkapan perasaannya ke Winnie terus kamu enggak kenal orang itu dan terus mengubernya sampai nanti Winnie pun jatuh hati sama orang tersebut. Bagaimana ?" tanya Thian sedikit menakutkan Joe dan memberikan pandangannya. Joe terus makan tanpa berkata hanya seperti berpikir sesuatu yang berat terlukis di wajahnya
" Bagaimana Kak Rudinya itu mengungkapan perasaan kepada Winnie ? " Thian berujar lagi sambil mengungkapan apa yang ada di pikirannya.
" Aku sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapannya juga sih" jelas Joe singkat dan terus menyuapkan menu makan siangnya ke mulutnya sendiri.
" Iya jangan terlalu lama lah menunggu waktu yang tepat dan kamu berpikir " jelas Thian
" Lalu kamu mau berpindah langsung ke lain hati ?" tanya Joe memancing Thian untuk mengetahui perasaan Thian kepada Winnie sekarang ini. Karena jujur di pikiran joe sebelumnya Thian masih bimbang sebelumnya antara Winnie dan Calista begitu pandangan Joe terhadap Thian. Itu juga yang membuat jantung Joe berdebar kencang begitu mendengar thian mengungkap kan perasaan lebih dulu ke winnie.
Di pikiran Joe yang akan menyerang Winnie terlebih dahulu pasti Sandy yang sangat terang - terangan menyukai Winnie dan sering kali meningatkan Joe kalau dirinya juga menyukai Winnie seperti dirinya kepada Winnie. Tapi kenyataannya malah Thian lebih dulu maju menyatakan perasaannya kepada Winnie . Sesuatu yang jauh dari perdiksi di otaknya Joe.
" Calista juga cantik dan baik, jago masak lagi" Joe memberikan masukan kepada thian sambil merapihkan makan siangnya yang telah selesai di habiskan.
" Mengapa ? kamu takut bersaing dengan aku ?" Thian telah bisa menetralkan perasaannya dan balik menggoda Joe.
" Tidak.... tidak....." jawab Joe dan melambaikan tangan cepat- cepat
" Haha, mari kita bersaing dengan sportif dengan Sandy juga" Thian terus mulai memancing Joe.
" Sandy sudah tahu kamu di tolak winnie ?" tanya Joe lagi menyelidik
" Belum, aku baru menceritakan ini ke kamu yang lain belum. tapi tidak tahu yang kalau Winnie menceritakan kepada para gadis" jelas Thian lagi
" Winnie bukan orang yang mudah menceritakan sesuatu yang tidak enak di ceritakan kepada orang lain " jelas Joe kepada Thian.
" Kamu sudah begitu mengenal sifat masing - masing, mau tunggu apa lagi sih ?" tanya Thian lagi kepada Joe sambil tangannya membuka minuman ringan yang di beli nya tadi.
" Sudah aku bilang menunggu timing yang tepat" jelas Joe sambil berjalan ketempat cucian piring kost yang terdapat di sisi tembok depan kamar kost paling pojok setelah kamar january. Bersaman dengan joe mencuci piring makannya terdengar pintu kamar January terbuka.
" Kalian berisik sekali sih" jelas January berdiri di depan pintu kamar kostnya sambil merenggangkan badannya,
" Kami ngobrol dengan suara kecil tadi dan lihat sekarang udah jam berapa" jelas Thian sambil mengarahkan lengan tangan yang terdapat jam nya ke hadapan January.
" Iya, aku saja sudah selesai makan siang" jelas Joe duduk kembali di samping Thian duduk.
__ADS_1
" Kalian sudah makan? wah sudah jam satu siang ya" jelas January sedikit kaget melihat jam yang di tangan Thian.
" Aku mau ajak sandy beli makan siang deh" jelas January sambil mengirim pesan melalui handphone kepada Sandy, mereka sadar Sandy ada di kamarnya tapi pasti akan lelah memanggilnya dari tempat mereka jika Sandy sedang sibuk dengan games nya mereka teriak sekencang apa pun Sandy tidak akan mendengarnya.
" Ayo, sekarang aku juga lapar nih" jelas Sandy yang sudah turun dari kamarnya dan keluar dari dunia gamesnya.
" Bisa lapar juga ya?" tanya Thian menggoda
" Emang aku robot tidak ada rasa lapar ? robot aja harus di charge setelah pemakaian berapa lama" jelas Sandy dan tertawa kecil.
January dan Sandy pergi dari pandangan mereka setelah menawarkan pergi bersama untuk makan siang, dan Joe serta Thian menjelaskan mereka sudah makan siang terlebih dahulu. tanpa menunggu lama lagi kedua temannya itu pergi untuk makan siang mereka tinggal Joe dan Thian kembali berdua duduk diteras kamar kost mereka.
" Kamu tunggu timing apa sih ?" tanya Thian lagi kepada Joe begitu mereka tinggal berdua lagi.
" Aku masih meneliti, Thian. meneliti hatiku sendiri dan meneliti hati Winnie" jelas Joe.
" Gimana kamu meneliti hati Winnie ? " Thian tidak bisa mengerti jalan pikiran Joe, meneliti apa. Mereka selalu bersama dan hampir teman seangkatan mereka mengetahui Winnie dan Joe saling suka. Bahkan diantara temannya itu mungkin sudah berpikir mereka sudah berpacaran jika di lihat dari pandangan mereka. Karena kedekatan dan tingkah mereka selama di kampus.
" Aku juga meneliti hatiku sendiri" jawab Joe mengambang karena mengingat Winnie dan Joe sekarang sudah sangat dekat dan akrab
" Kalau aku di tolak gimana hubungan pertemanan kami ?" tanya Joe lagi menungkapan pikiran dan ketakutannya
" Sekarang kami sudah nyaman dengan keadaan gini lebih baik" jelas Joe lagi
" Tapi kamu seperti menggantung perasaan winnie juga dengan tindakmu sekarang" jelas Thian.
" Winnie sekarang bilang juga suka sama kamu dan bisa menunggu kamu mengungkap perasaan mu tapi kalau kamu terlalu lama dan kak Rudinya itu mengungkapan perasaan juga bagaimana ?" tanya Thian lagi
" Itu sedang aku pikirkan juga " jawab Joe dan menarik napas panjang seperti sedang banyak tekanan di dalam dirinya membuat dia sulit untuk bernafas lega.
" Yang pasti, aku saranin kamu cepat berpikir dan bertindak sebelum kamu akan menjadi judul film pacar ketinggalan kereta" jelas Thian dan tersenyum kecil melihat Joe. Dan sulit mengerti jalan pemikiran Joe yang terlalu rumit untuk pikiran anak muda jaman sekarang yang serba cepat dan tidak mau kehilangan peluangan yang ada di depan matanya.
---------------------------------------------------
Penulis mohon kesabaran dan maaf .
Jika masih banyak typo dan lambat untuk menyambung cerita
karena ini adalah karya pertama sehingga masih banyak kekurangannya
Jangan lupa koment dan likenya ya semua .....................
Terima kasih banyakkk
__ADS_1