Casper Tampanku

Casper Tampanku
episode duapuluhdua - Informan January


__ADS_3

            Group Joe dan para lelaki sedang pergi untuk makan malam bersama. Lengkap dengan Thian. Mereka sudah berencana untuk makan malam bersama, ingin mencobai tempat makan mahasiswa baru dekat kost merek.


" Winnie sudah punya pacar ya Joe ?" tanya Sandy setelah mereka membawa piring makan serta lauk yang mereka pilih di tempat makan itu.


" Setau aku belum" jawab Joe


" Kenapa tanya seperti itu ?" Thian bertanya balik


" Ini pasti tentang Kak Rudi mereka bukan ?" tanya January lagi


" Tumben kamu menyimak dengan jelas " goda Thian kepada January


" Aku malah sudah cek siapa kak Rudi itu" jelas January lagi tersenyum penuh misteri


" Haha, yang bener. gimana kamu bisa mengetahui detailnya?" tanya Joe juga penasaran di buatnya


" Wah ini dia tanya pria mulai jatuh cinta" goda January kepada Joe


" Kamu ini....." Joe kalah kata akhirnya dengan January


" Lengkapnya gimana Jan ?" tanya Thian juga penasaran


" Kak Rudi itu kakak senior Winnie waktu SMP, mereka sangat akrab. Terkadang kak Rudi itu mengantarkan Winnie pulang sekolah dengan motornya" January menyetop kalimatnya menunggu respons Joe terutama.


" Lalu..." Sandy malah yang lebih tertarik


" Kak Rudi itu sudah di kenal di keluarga Winnie semua karena kak Rudi orangnya supel dan ramah" January stop memberikan info lagi.


" Terus.... aduh kamu ini memberikan informasi setengah - setengah gitu" Sandy di buat kesel dengan kalimat January yang selalu menggantung.


"Sepertinya kak Rudi sering menelpon Winnie walau kerja berlayar ke negara A" January menstop kalimatnya lagi.


" Kamu ini kalau mau jadi infotement pasti tidak lulus test" Sandy koment kesel mendengarkan penjelasan January menggantung lagi.


" Saya khan perlu bernafas juga ..." January membela diri atas komplantan Sandy.


" Lanjutkan Jan...." thian sekarang ikut memaksa January lagi


" Kak Rudi itu sepertinya suka dengan Winnie, makanya memberikan oleh-oleh hanya untuk Winnie. sudah itu saja info yang aku dapatkan" January menutupi kalimat akhir supaya tidak di komplant oleh teman-temannya


" Ooo jadi belum ada pacar...." Sandy seperti berkata untuk dirinya sendiri.


" Makin ramai nih dunia persilatan" goda January sekarang

__ADS_1


" Siapa yang mau berkelahi" tanya Joe tertawa mendengarkan kalimat January


"  Ini Winnie, ini Winnie dan ini Winnie" January menunjuk kepada semua yang di hadapannya satu persatu.


" Kenapa aku Winnie ?" tanya Thian


" Kamu juga suka winnie khan... " January menjelaskan


" Siapa bilang ?" Thian tidak mau kalah


" Mata mu" jelas January menunjuk ke arah mata Thian


" Mana sanggup aku bersaing dengan Joe" Thian menjelaskan dan menepuk pundak Joe sambil tersenyum


" Loh koq bawa- bawa aku" jawab Joe


" Semua kampus tau, kamu ada sesuatu dengan Winnie" jelas Sandy menegaskan


" Kata siapa ?" Joe santai menjawab


" Kata semua mahasiswa kampus kita" Thian menjawab di iringi tawa semua.


" Jo, kamu harus hati- hati dengan kak Rudi nya Winnie itu kawan" jelas January menepuk pundak Joe seperti Thian sebelumnya.


" Sandy, ingat tuh yang di katakan Jan" Joe melemparkan kalimat menutupi ke gugupannya kepada Sandy.


-----------------


" Beli snack yuk " ajak Joe kepada Widi dan Winnie dan ada di ruang kelas.


" Ayo...." Winnie senang di ajak beli kue kecil kesukaannya itu. di tutupnya buku bacaan dan masukkan kedalam tasnya.


" Dari tadi aku mengajaknya, seperti patung sekarang Cas...... mengajaknya dia semangat" Widi koment menggantung kepada Winnie dan Joe.


" Tadi kamu ajak aku untuk beli gorengan di lorong bukan koperasi ya" Winnie menegaskan kalimat salah Widi.


" Aku cuma bilang ayo beli gorengan tidak bilang beli gorengan di lorong tadi" Widi tidak mau kalah.


" Ayo, aku lapar" jelas Joe. Joe belum makan pagi hari ini, tadi dia ada private tambahan karena murid privatenya libur sekolah persiapan ulangan akhir semester di sekolahnya.


" Persiapan ujian ya ?" tanya Winnie begitu jalan beriringan dengan Joe


" Iya... ternyata murid di kota ini otaknya lebih cepat dari kota B" Joe tersenyum mengingat murid nya sekarang dengan muridnya waktu di kotanya.

__ADS_1


" Masa sih beda sekali ?" tanya Widi


" Iya sangat beda daya tangkapnya mereka" jelas Joe.


" Kalian enak ya sudah ada penghasilan sendiri" Widi menunjukkan wajah sedikit sedih. Widi sebetulnya juga mau mengajar private tapi kemampuannya beda dengan Winnie dan Joe dalam pelajaran dan mengajar membuat dirinya tidak yakin atas kemampuannya.


" Kita nikmati bersama khan hasilnya" hibur Winnie sambil menuntun widi dengan memeluk pinggang Widi.


" Iya sih, untungnya hasilnya di nikmati bersama aku ya." Widi tersenyum lagi.


--------


" Aku yang bayar ya, masukkan uang mu dalam dompet lagi" Joe mendekati winnie yang ingin membayar makanannya dan Widi


" Tidak apa, aku bayar sendiri aja"


" Aku baru dapat bayaran dari orang tua murid ku" Joe menjelaskan dan menunjukkan amplop dalam tasnya.


" Oo, terima kasih ya"


" Tau aku mau di traktir aku beli banyak, terima kasih pak guru" Widi mengucapkan terima kasih serta menggoda Joe


" Kamu mau tambah boleh loh" jawab Joe lagi


" Malu ah tidak jadi" Widi jawab asal lagi.


            Setelah semua berbelanja mereka menujuh ruang perkuliahan dan di sana Sandy, January dan Tani sudah ada dan sedang ngobrol santai.


" Beli apa Joe" tanya Tani menunjuk plastik bawaan Joe


" Snack, nih makan sama-sama" Joe membuka plastik dan box snack. Joe membeli agak banyak memang untuk semua.


" Ini aku juga di beliin Joe" Winnie meletakan box kue kecilnya di samping box snack Joe


" Takut ah makan kamu punya jatah" January berkata. Semakin hari January semakin seperti sandy. usil dan jawaban nya seenaknya, tidak ada lagi January yang kaku.


" Kenapa ? sama ini Joe yang beli. aku juga tidak akan habis makan sendiri" jelas Winnie


" Box khusus siapa yang berani sentuh" Tani ikut menggoda Winnie


" Kalian ini ya" Joe menegahi dan tertawa


 

__ADS_1


-----


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENT YA TEMAN-TEMAN


__ADS_2