
Bandara Internasional sibuk seperti biasanya. Yang lebih sibuk adalah dua sejoli yang akan berpisah. Linda dan January tak melepaskan genggaman tangan mereka sedetik pun. Joe dan Winnie yang ikut mengantarkan Linda untuk kembali ke asrama sekolah di negara lain itu pun tidak mengganggu mereka, mereka seakan mengerti January dan Linda membutuhkan waktu dan tempat untuk mereka sebelum berpisah untuk sementara waktu.
Setelah Joe berpelukan dengan Linda dan Winnie pun berpelukan kepada Linda, Joe menitipkan Linda kepada January yang akan terus menemaninya sampai masuk ke gate yang tertera dalam tiket pesawat Linda. Joe menginfokan kepada January mereka akan tunggu di cafe lantai 3 bandara tersebut. Sehingga January lebih punya waktu khusus berdua untuk Linda.
" Kamu tidak mau ikut antar Linda ke pintu cek in imigrasi ? " tanya Winnie begitu mereka Jalan menuju cafe yang di jadi tempat perjanjian mereka nanti
" Kamu tidak lihat January ? Dia membutuhkan tempat privasi untuk dengan Linda saja " Joe tersenyum dan memeluk pinggang Winnie untuk jalan beriringan bersama
" iya sih, tapi Linda itu khan adik kita " Jelas Winnie lagi
" Ehmmmm adik kita sudah ya ..... " Joe malah menggoda kalimat Winnie dengan menekankan kata kita yang tadi di ucapkan Winnie
" Joe...... " Winnie tersipu malu dan memukul kecil dada Joe
" Wah sudah mulai berani pukul nih " Joe lanjut menggoda Winnie lagi
" Joe ......." Winnie di buat kalang kabut dengan godaan Joe
" Ayo sayang, itu cafe. Cepat sedikit jalannya aku haus " Joe memeluk pinggang Winnie dan jalan sedikit lebih cepat lagi.
Kalimat dan kelakukan Joe membuat Winnie makin tersipu malu. Winnie sibuk menggontrol dirinya dari godaan Joe dan terus mengikuti langkah Joe yang membimbingnya jalan dalam pelukan diri Joe. Untung mereka mendapatkan tempat duduk di cafe tersebut. Walau sedikit terpencil tapi masih bisa terlihat dari pintu masuk cafe sehingga akan mudah bagi January untuk melihat mereka. Sambil menikmati kopi dan cake yang di beli oleh Joe mereka saling menggoda dan bercanda, tak terasa sudah 1 jam mereka duduk di cafe tersebut untuk menunggu January. Yang di tunggu belum ada penampakan wajahnya.
Joe sudah mulai melirik jam di tangannya, Winnie pun sudah menghabiskan kopi dan cake yang dihadapannya.
" Coba kamu telephone January ..." Kalimat Winnie belum selesai begitu Joe sudah tersambung di telephone dengan January
" Kamu dimana ? delay pesawat Linda ? " tanya Joe
" Ooo, oke. Aku tunggu di cafe ya " Kalimat Joe lagi setelah mendengarkan jawaban dari January di telephone
" Jan lagi di toilet, dia akan ke sini sebentar lagi " Jelas Joe kepada Winnie begitu melihat muka gadisnya bertanya
" Sepertinya January sedih ya ? " tanya Winnie
" Harusnya ya sedih, aku saja sedih koq waktu harus berpisah dengan kamu waktu dulu" Jelas Joe tersenyum lagi entah roh apa yang hari ini merasuki jiwa Joe. Dia suka sekali menggoda pacarnya ini.
" Kamu sedih ? Kita khan belum jadi pacar waktu kamu pulang waktu itu " Winnie bertanya
" Nah, aku belum jadi pacar resmi kamu aja sedih apa lagi January yang sudah di restui " Joe menjawab
" Sudah di restui ? "
" Iya, sudah di restui oleh kakak - kakak Linda " Joe menjawab dan tersenym simpul
" Kakak bukan kakak - kakak "
__ADS_1
" Kamu juga kakaknya Linda khan. Jadi katanya adik kita " Goda Joe lagi membuat Winnie pun tersenyum menyadari sedang di goda terus oleh Joe.
" January tuh, kamu coba lambaikan tangan biar dia melihat kita " Winnie menunjuk ke arah depan pintu cafe terbuka terlihat January sedang melihat sekeliling mencari mereka.
" Aduh sayang kamu bisa melambaikan tangan khan " Joe terus saja berusaha menggoda Winnie
" Joe.... "
" Kamu mau beli kopi lagi tidak ? " January bertanya kepada mereka begitu melihat meja di hadapan mereka sudah terdapat gelas kopi yang kosong dan piring yang kosong
" Aku sudah penuh, terima kasih " Jelas Winnie
" Aku yang beli saja Jan. kamu mau apa ? " Joe menawarkan diri begitu melihat muka sedih January terlukis jelas membuat Joe tidak tega
" Tidak apa Joe, aku saja. kamu mau pesan apa ? "
" Kamu aku pesanin yang biasa ya caramel Matchiato " Joe berdiri dan mengambil langkah untuk berjalan ke arah barista
" Sudah jalan pesawat Linda ? " tanya Winnie
" Iya sudah, aku tadi tunggu sampai Linda masuk ke gate nya "
" Sudah jangan sedih kamu kamu bisa vcall an setiap hari " Winnie menghibur January dan memasang senyum manis untuk menghibur January
" Tenang Jan, Linda tipe gadis setia hingga akhir hayat koq " Joe berdiri di belakang punggung Janury juga membantu menghibur January begitu dia selesai memesan minuman untuk dirinya dan January
" Minumannya mana ? " tanya Winnie
" Tuh sepertinya tunggu antrian pembuatan " Joe menunjukkan bukti pembayaran di tangan dan menunjuk dengan matanya ke arah barista yang sedang sibuk meracik banyak kopi di depan sana.
" Semangat Jan, sebentar lagi kita lulus dan kamu bisa menyusul Linda ke sana " Joe memberi semangat kepada January lagi
" Kamu mau pulang ke sana setelah lulus ? " sekarang January bertanya kepada Joe sedikit binggung dengan kalimat Joe
" Siapa bilang aku yang mau ke sana ? " Joe menjawab sekenanya
" Tadi kamu bilang ? " January menjelaskan lagi kalimat yang setelah lulus akan menyusul Linda ke sana. Karena January tahu sekali keluarga Joe memang ada apartement di negara Linda bersekolah itu.
" Ya, kamu yang ke sana lah. Aku di sini. " Joe menjelaskan dan matanya melirik Winnie. Yang memang dari tadi sudah menunggu keputusan Joe untuk langkah Joe setelah lulus kuliah nanti.
Winnie sedikit lega mendengarkan sedikit penjelasan Joe tentang rencana setelah lulus kuliah, Karena itu memang membuat Winnie sedikit khawatir akan hubungan mereka. Dan Kelulusan kuliah mereka hanya tinggal sekejap mata saja. Tinggal selangkah menuju sidang skripsi dan waktunya akan tiba untuk kelanjutan hubungan mereka ini.
Hubungan mereka yang makin lama makin dalam dan makin tidak bisa terpisahkan, terkadang ini yang membuat beban pikiran Winnie di kala malam hari, tapi Winnie tidak bisa bertanya hal ini kepada Joe. Winnie masih takut mendapatkan jawaban yang tidak di inginkan di dengar oleh dirinya nanti. Tapi dengan kalimat Joe ini membuat hati Winnie yang sedikit khawatir berangsur membaik walau ini belum menjamin sepenuhnya. Untuk segala halnya.
Hari ini akhirnya mereka habiskan di cafe bandara tersebut untuk menghibur January karena berpisah sementara waktu dari Linda. Mereka bertiga akhirnya memesan cake kembali dan minum kopi kembali karena mereka hang out di sana sedikit lebih lama dari biasanya mereka di cafe. Joe memberi tanda kepada Winnie akan hal itu dengan gerakan dan matanya. Sehingga Winnie pun setuju untuk nenghibur January. January tidak seperti biasanya yang tidak menunjukkan emosi dan hanya menunjukkan wajah yang datar sekarang berubah menjadi sedih dan sedikit merenung.
__ADS_1
Joe dan Winnie akhirnya berjanji akan pergi ke negara tempat Linda sekolah bersama January begitu ada waktu libur di cela - cela pembuatan skripsi mereka nanti. Dan Mereka tidak membutuhkan biaya yang banyak karena bisa tinggal di apartement keluarga Joe yang ada di sana. Ini sedikit menghibur January dan sudah bisa mengkontrol emosinya lagi. Selesai mereka hang out dan berencana waktunya mereka pulang. Dan Winnie mengantar mereka pulang karena mereka tadi menuju bandara dengan mobil dan supir Winnie.
" Aku sudah sampai di rumah ya " Winnie mengirimkan pesan singkat di Whatsapp
" Oke, sayang. mandi dulu sana " Joe menjawab masih dengan hawa menggoda winnie terus
" Oke sayang... " Winnie sekarang ikut alur godaan Joe. Di kamar Kost Joe tersenyum melihat jawaban dari Winnie tersebut dan melanjutkan aktivitasnya membersihkan kamar kostnya itu.
----------------------------------------------------
__ADS_1