Casper Tampanku

Casper Tampanku
episode enam - Perkenalan dengan Tani


__ADS_3

---flashbacks-----


            Tani berlari kecil di lorong gedung kampus. Hampir semua kelas sudah berpenghuni dan di depan kelas sudah berdiri seorang pengajar yang mahasiswa sapa dengan sebutan Dosen. Pintu terakhir dari lorong itu tertutup rapat dengan tergesa Tani membuka kelas tersebut dan siap di tegur oleh Dosen pengajar.


            Hati Tani senang bukan kepalang begitu tau Dosen telat datang dikelas untuk mengajar. Hanya memberi memo untuk kelas mengerjakan tugas dan di kumpul di akhir jam mata kuliah. Tani gadis lincah dan supel seperti Kasih temen winnie dan widi di SMA, yang membedakan mereka berdua adalah Tani gemar membaca komik dan bertubuh mungil, sedangkan Kasih ketua Osis mereka gemar mendengar musik dan sedikit lebih tinggi dan dewasa dari Tani.


"Permisi - permisi" begitu Tani mengeser kerumunan teman kelasnya yang ada di satu titik. yaitu di samping dan depan kursi Joe berada.


        Tani akhirnya duduk di samping Winnie pas di belakang Joe yang memang masih kosong tanpa penghuni hanya di buat menyusun tas winnie, Widi dan 3 teman laki di depannya itu.


setelah Tani duduk di kursi itu mereka menarik tas mereka masing-masing di kursi duduk mereka sendiri - sendiri.


" Hai, kenalkan nama saya Tani" Tani menyapa Winnie yang ada di sampingnya dengan senyum manis di muka sehingga mata Tani menghilang menjadi garis lurus.


" Hai aku Winnie dan ini Widi " jawab Winnie tersenyum manis juga dan menunjuk Widi di sisi lainnya.


" Mereka teman akrab kalian juga ya ?" tanya Tani sambil menunjuk 3 pria yang duduk di depan mereka.


" Iya, itu Joe, ini Sandy dan paling pojok January " jelas Winnie menjelaskan kepada Tani nama satu persatu orang yang duduk di depan mereka dari posisi pertama di depan Tani duduk.


" Saya Sandy " jawab Sandy tiba-tiba memutar badannya menghadap belakang dan tersenyum kepada Tani. Sepertinya Sandy mendengar pertanyaan Tani sebelumnya.


" Hai Sandy, saya sudah tau " jawab Tani menjelaskan Sandy bahwa dia sudah mengetahui namanya.


" Loh bagaimana kamu tau nama saya ? " Tanya Sandy iseng, karena sebetulnya dia sudah mendengar apa yang dikatakan Winnie sebelumnya.


" Karena saya anak pintar" jawab Tani di tambah senyuman Tani yang menghilangkan lingkar mata tani menjadi satu garis lurus lagi.

__ADS_1


" Orang ini kalau satu hari tidak buat keributan sepertinya mulutnya sakit" jawab Widi mendengar pertanyaan iseng Sandy.


" Tani, ini ada tugas dari dosen. halaman 110 hingga 130 untuk buat grafik" jelas Winnie setelah Sandy memutar tubuhnya dan sibuk mengerjakan tugas.


" Lihat dong hasil kerjamu " colek Tani ke punggung Joe dengan pen yang masih tertutup.


" Belum selesai nanti ya" jawab Joe memutar badannya sebentar untuk menjawab permintaan Tani yang baru dikenalnya melalui perkenal winnie tadi.


" Joe, paling pintar ya di group kalian ?" bisik Tani kepada Winnie temen di sampingnya


Winnie menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


Widi tersenyum dengan pertanyaan Tani itu.


            15 menit sebelum jam mata kuliah selesai Dosen kelas datang dan menjelaskan sedikit bahan baru untuk mata kuliah tersebut. Tani sudah siap mencolek Joe lagi untuk meminta jawaban, dan Joe sudah memindahkan kertas jawaban ke tengah meja antara Tani dan Winnie dengan tangannya memutar kebelakang.


"Silakan kumpulkan tugas kalian di meja saya sekarang" kalimat penutup dari dosen tersebut mengakhiri pengajarannya di kelas.


" Hai, Tani. kamu ada mata kuliah apa sekarang" Joe membuka pembicaraan setelah bayangan dosen menghilang di balik pintu kelas.


" Ehmm, habis ini mata kuliahku Bahasa Inggris " Tani menjawab setelah melihat printan kertas jadwal kuliah yang di tempel Tani dalam buku foldernya.


" Wah sama dong, kita juga bahasa Inggris " jawab Winnie senang mendapatkan teman baru yang lincah seperti Tani.


" Ruangan mana kamu ? " tanya Winnie mencek apakah bis bersama Tani lagi atau tidak.


" Gedung ini sama hanya lantai 5" jawab Tani dengan mata tertuju ke jadwal lagi

__ADS_1


" Wah kita sama lagi " jawab Sandy ikut berbicara setelah membereskan peralatan tulis dan buku kuliahnya ke dalam tas.


" Ayo jalan bersama " ajak January yang dari tadi menyimak pembicaraan dan sibuk merapihkan perlengkapan alat tulisnya sama seperti yang lain.


            setelah itu mereka selalu berenam di kelas karena memiliki jadwal yang sama di setiap pelajaran dalam satu semester.


---------


" Tani mau ikutan kita ke kampus tetangga tidak ?" tanya Widi setelah mata pelajaran kuliah sesi ke dua selesai. Dan mereka ada lanjut pelajaran di Sesi ke lima hari itu.


" Aku mau duduk di perpus aja. mau baca ini " Tani menolak halus ajakan Widi dengan membuka tas ransel miliknya dan menunjukkan buku komik di dalamnya.


" Kamu ini tas berat-berat ternyata isinya komik" January kaget melihat isi tas Tani setelah di buka lebar di hadapan mereka semua.


" Ini obat penghilang stress lagi jan" jawab Tani menjelaskan January di tambah senyuman khas seorang Tani yang menghilangkan lingkar bola matanya menjadi garis lurus.


" Ya ampun, tau begitu aku tidak akan bantu membawa tas mu lagi Tan " Sandy juga kaget melihat kedalam isi tas Tani.


" Udah ikut kami aja" Joe menutup tas Tani dan bantu membawakannya.


" Tidak mau ikut hari ini aku malas jalan" jelas Tani dan menarik tas nya dari tangan Joe.


" Yakin tidak mau ikut ?" tanya Widi


" Iya yakin, aku titip burger aja ya dan minum " jawab Tani menyebutkan detail burger jenis apa yang dia titip kepada Winnie dan January yang berposisi paling dekat dengan Tani.


"Ya sudah, akan kami belikan pesanan-mu Tani " kalimat kaku January kepada Tani sebelum berpisah jalan antara gedung perpustakaan dan pintu gerbang kampus mereka yang masih agak jauh.

__ADS_1


__ADS_2