
" Ayo Ceritakan dengan detail semuanya " Suara Calista di ujung telephone bersemangat setelah Winnie menelphonenya seperti yang di janjikan siang tadi.
" Cerita apa ?, kamu sudah tahu khan aku sudah jadian sama Joe dan kamu pasti sudah di bilangin oleh Kasih juga ini sudah berjalan beberapa minggu " Jelas Winnie dan menjelaskan sama seperti yang Kasih kabarkan sebelumnya
" Koq, kamu tau sekali sih apa yang kasih infokan kepada aku ? " balik Calista bertanya dan menyelidik
" Pasti lah kasih akan memberikan kamu berita ini detail" jelas Winnie tersenyum sayang tidak di lihat oleh Calista yang berada jauh dari dirinya
" Kenapa kamu tidak kabarin kami dulu sih ? sebelumnya ? dan kenapa kami tidak mengabari aku dulu khan aku bisa menyimpan rahasia kamu juga Nie " Calista sedikit komplant karena hubungan mereka sebetulnya lebih deket satu dengan yang lain dari antara teman - teman group gadis - gadis itu.
" Aku sebetulnya mau kasih tau kamu sudah beberapa lama, tapi aku ragu" Jelas Winnie menggantung kalimatnya
" Ragu dengan apa ? dengan aku tidak bisa menyimpan rahasia ? " terdengar nada Calista sedikit kesal
" Bukan, bukan ragu sama kamu, tapi ragu dengan Joe dan ragu dengan diri aku sendiri " Jelas Winnie lagi cepat - cepat sebelum membuat pikiran aneh tumbuh dalam otak Calista
" Kamu masih ragu dengan Joe ? "
"Sedikit "
__ADS_1
" Sekarang ?"
" Sedikit "
" Kamu ada kalimat lain tidak selain sedikit ? " koment Calista kesal dengan jawaban singkat Winnie dan membuat dirinya banyak lagi pertanyaan
" Haha, tapi itu kenyataan. Aku sedikit masih ragu dengan Joe. Dan aku sedikit sedih dengan Kasih " Jelas Winnie
" Kenapa ragu dengan Joe ? Apa hubungannya dengan Kasih ? " Calista makin tidak mengerti jalan pikiran gadis satu ini
" Aku ragu dengan Joe karena kita berasal dari kota yang beda, sebentar lagi kita akan lulus kuliah dan kita akan berpisah. Bukan itu artinya hubungan aku sama dia akan berakhir ? " Jelas Winnie
" Iya aku mengerti tapi sebetulnya aku maunya satu untuk selamanya " Jelas Winnie lagi dengan beban yang ada di pikiran dan hatinya
" Kamu bisa berencana tapi segala hal Tuhan yang menentukan Nie " Jelas Calista lagi dengan bijaksana
" Oke, bu " Akhirnya Winnie tidak mau memperpanjang diskusi ini karena dia sendiri belum bisa memutuskan nanti akan terus ada di ibukota ini atau akan ada di negara lain atau bahkan ada di kota lainnya.
" Lalu apa hubungan kalian dengan Kasih ?" tanya Calista seperti mengingat apa yang di katakan teman akrabnya ini merasa tidak enak dengan kasih
__ADS_1
" Kasih sepertinya ada hati kepada Joe " Jelas Winnie hati - hati karena Winnie tidak mau menjelekkan teman nya
" Masa ?? " di ujung telephone Calista berteriak kaget
" Aduh kamu kaget suaranya kencang banget sih " Winnie menjauhkan handphone dari telinganya
" Lalu ? itu serius ? " tanya Calista lagi
" Sepertinya 90% seperti itu " Jelas Winnie sepertinya tidak suka untuk memberitahukan kejadian antara Kasih dan Joe
" Kenapa kamu bisa bilang dan yakin sekali ? " tanya Calista terus menyelidik dan ingin mengetahui lebih lagi
" Khan aku udah bilang tadi sepertinya dan itu 90 % pasti Kasih itu suka Joe " Jelas Winnie dan sepertinya tidak mau membahas lagi tentang ini
" Aku tanya sama kasih nya ya nanti " Calista tau Winnie tidak akan memberitahu apapun tentang teman - teman lain nya baik itu kabar baik atau pun kabar buruk kecuali orang yang bersangkutan minta tolong kepadanya untuk memberitahukan kepada yang lain.
" Sudah tidak usah di tanya kan kepada Kasih, Ta. Nanti dia tambah sedih" Jelas Winnie betul - betul dia tidak suka untuk membahas sedih orang lain karena dirinya
Pembicaraan Winnie dan calista akhirnya terputus karena ada telephone lain masuk di handphone Winnie. Dan Winnie juga sudah menjelaskan bahwa Calista tidak perlu untuk membahas lebih dalam masalah ini kepada yang lain dan khususnya dengan Kasih , Winnie ingin Kasih memiliki waktu untuk menutupi luka hatinya sesegera mungkin karena hubungan dirinya dengan Joe. Calista pun berjanji akan tidak membahas dengan Kasih tentang hal ini lagi. Calista tidak mau membuat perpecahan diantara group mereka dan secara kedekatan memang Calista lebih dekat kepada Winnie daripada yang lain sehingga Calista ingin tetap ada di sisi Winnie jika memang dia harus memilih di antara teman lainnya.
__ADS_1
-----------------------------