Casper Tampanku

Casper Tampanku
episode duapuluhsatu - Buku Biography


__ADS_3

" Buku baru tuh" widi sudah duduk di samping Winnie.


" Eh iya" jawab winnie singkat melanjutkan membaca bukunya


" Sepertinya bukan dari sini tuh belinya"


" Koq, kamu tau ?"


" Itu barcodenya, tertera mata uang "


" Haha....., kamu lihat saja" Winnie melihat apa yang di tunjuk widi dan merasa lucu dengan kelakuan Rudi yang selalu sama. Rudi selalu tidak peduli dengan hal-hal kecil seperti itu.


batin Winnie berbicara.


" Dari siapa lagi sih ?" colek Widi tidak puas dengan jawaban Winnie dari tadi.


" Dari kakak senior" jawab Winnie singkat dan mata tetap pada buku.


" Kakak senior mana ? " Widi bertanya sambil melihat sekeliling mencari Kakak senior yang di maksud Winnie.


" Bukan di sini" Winnie gemas dengan tingkah Widi, dan akhirnya menarik pembatas buku dari bunga tersebut dan menyelipkan ke halaman yang sedang di bacanya.


" Wah itu juga sangat special tuh" Widi menarik sedikit selipan buku dari Rudi yang adalah bunga Eldewes.


" Iya satu paket semua" jawab Winnie menjelaskan ingin menggoda Widi


" Seperti paket lengkap nih dengan heart" Widi malah iseng menggoda Winnie lebih dulu


" Heart nya masih di gantung di depan pintu" jawab Winnie asal.


" Apaan heart ?" tanya Tani mendengar sekilas obrolan temannya itu.


" Heart ...Widi tuh, sakit jantung katanya" Winnie mulai menggoda


" Enak saja, tuh Winnie sedang berbunga heartnya" Widi menunjukkan buku dan bunga di pangkuan Winnie.


" Itu khan dari kakaknya" Tani tidak mengerti, karena sebelumnya Tani bertanya kepada Winnie. Dan dikatakan itu dari kakaknya.


" Kakak seniorrrrr !!" Widi melengkapi makna kakak yang di maksud Winnie kepada Tani.


" Ooo aku kira tadi kakak kandung" jawab Tani dan tertawa kecil.


" Kakak senior mana sih ?" uber Widi ingin mengetahui yang di maksud kakak senior oleh Winnie.


" Ya ampun ini nenek, itu kak Rudi" jelas Winnie akhirnya menyerah setelah di uber terus oleh Widi

__ADS_1


" Kak Rudi khan di negara A sedang berlayar" jelas Widi


" Tadi pagi dia sudah sampai di rumah ku dan memberikan ini dan balik ke rumahnya lagi"


" Aku kenapa tidak di kirimin ?"


" Kamu coba tanya sendiri, no handphonenya masih sama koq "


" Kenapa kamu tau no handphonenya masih sama dengan yang lama ? "


"  Karena kak Rudi tadi menginfokan"


" Tadi kata kamu dia hanya memberikan oleh-oleh dan langsung balik ke rumahnya lagi" tanya Widi penuh selidik dan menggoda


" Ternyata seorang Widi itu lebih cocok jadi seorang wartawan daripada seorang akuntan ya" goda Winnie tidak menjawab pertanyaan Widi.


" Jadi yang terjadi gimana ?" terus Widi bertanya menggoda, sebetulnya widi tidak membutuhkan jawaban hanya ingin menggoda Winnie.


" Ada apa sih kalian rame sekali" Sandy datang bersama Joe dan January dan thian langsung duduk di depan mereka.


" Kakak senior......" jawab Widi terputus begitu pak dosen pengajar datang.


-----------------------


Karena ruang perkuliahan masih ada yang memakai untuk perkuliahan akhirnya mereka duduk di lantai di depan ruang kelas tersebut. Winnie dan tani mulai dengan buku bacaan nya masing-masing lagi.


" Buku baru ?" tanya Joe melihat Winnie mengeluarkan buku dari tasnya dan membacanya.


" Iya buku pemberian teman" Winnie menjawab dan menjelaskan asal buku tersebut.


" Oooo" jawab Joe


" Dari kakak senior" Widi usil ikut menjawab begitu mendengar percakapan Winnie dan Joe


" Kakak senior yang mana ?" tanya Sandy langsung


" Kakak senior lah" Widi menjawab pertanyaan Sandy dan mengedipkan matanya ke Winnie


" Kakak senior waktu SMP dulu" jelas Winnie gemes dengan pertanyaan Sandy yang sama dengan Widi.               Mereka memang mirip bisa berjodoh mereka batin Winnie .


" Kakak senior Widi juga dong ?" tanya Sandy lagi


" Iya lah khan kami selalu satu sekolah"


" Koq kamu tidak dapat ?"

__ADS_1


" Pengiriman telat menuju rumahku" jawab Widi asal


" Kakak cewek atau kakak cowok ?" tanya Sandy mulai usilnya


" Cowek" jawab Widi mulai peperangan Tom dan Jerry dengan Sandy.


" Apa itu cowek ?" Sandy kesel


" Cowok dan cewek, kakak senior pasti terdiri dari cowok dan cewek"


" Maksud aku itu buku dari kakak senior berjenis kelamin apa ? cewek atau cowok. aduh susah betul berkomunikasi dengan kamu" jelas Sandy panjang lebar dan kesel dengan Widi.


" Oooo... "


" Kak Rudi" jawab Tani menimpal


" Kamu kenal Tani ?" tanya Sandy mendengar jawaban dari Tani.


" Enggak "


" Kenapa kamu tahu namanya ?"


" Aku dengar tadi Winnie menjawab pertanyaan Widi" jelas Tani sambil tertawa


" Kak Rudi itu cewek atau cowok ? " tanya Sandy lagi.


" Kalau nama Rudi biasanya cewek sih" jawab Widi kesel


" Oo, cantik ? kenalin ke aku dong" jawab Sandy lagi


" Aduh kalian sehari tidak buat rusuh sepertinya hidup kalian kurang lengkap ya" jelas Joe menyelesaikan perdebatan itu.


" Sandy tuh" Widi mulai aksi melototkan matanya kearah Sandy.


" Aku bertanya, supaya aku tidak sesat di jalan" Sandy seperti tetap mau menabur perang dengan Widi.


" Sudah..., kalian ini. Kak Rudi kakak senior cowok kami waktu sekolah di SMP. ini pemberian oleh-oleh karena dia baru saja sampai di sini setelah kerja belayar ke negara A" jelas Winnie dan memperagakan bukunya tersebut ke hadapan mereka seperti guru memperkenalkan buku baru yang harus di beli oleh muridnya.


" Ooo.." jawab Sandy dan tani bersamaan


" Wah ada saingan baru nih" kalimat Sandy tidak tahu apa makna nya dan untuk siapa.


" Saingan apa ?" tanya Tani


" Saingan jual buku" jawab Sandy asal dan tertawa kencang.

__ADS_1


__ADS_2