Casper Tampanku

Casper Tampanku
episode delapan - Ke rumah Calista


__ADS_3


Selesai juga akhirnya ujian tengah semester untuk hari ini. Untuk hari ini mereka harus menyelesaikan test 2 subjek mata kuliah.


\```



"Joe, pulang cepet yuk cape sekali otak ini" ajak January kepada Joe setelah semua kumpul di depan pintu ruangan ujian.


" Ayo, ternyata aku juga lelah sekali" Sandy menyetujui apa yang di katakan January


" Ayo, pulang pulang" Tani ikut ribut mengajak semua pulang.


Akhir semua menyetujui dan mereka berpisah di gerbang samping kampus. Winnie melanjutkan aktivitasnya mengajar private.



\-\-\-\-\-\-\-\-


"Di, Aku cek muridku tidak ada ulangan di sekolahnya" suara Winnie di ujung telepon memberi kabar yang dinanti.


" Asik, kita bisa ke Calista ya. tapi siapa yang ngajar murid mu itu ? " tanya Widi seperti ingat kewajiban Winnie mengajar


" Besok aku mau tanya joe bisa bantu ganti mengajar 1 kali tidak " Winnie menjawab dan seperti berkata untuk dirinya sendiri juga.


" Ok, jangan lupa besok tanya Nie. biar kita bisa merencanakan liburan secepatnya" suara Widi terdengar gembira seperti mendapatkan hadiah impiannya.


" Sip, aku sudah sampai rumah nih. sudah dulu ya " Winnie mengakhiri pembicaraan telepon nya dengan Widi.


            Selesai makan malam dan balik ke kamar Winnie mencoba mengirim chatting kepada Joe. Diakhir pembicaraan mereka maka terjadi kesepakatan antara Joe dan Winnie. Joe setuju menggantikan winnie mengajar private di hari jumat sore dan winnie juga akan menggantikan joe mengajar murid private Joe di minggu berikutnya. Karena Joe ada keperluan pribadi.


__ADS_1


\-\-\-‐\-\-\-\-


            Hari Jumat yang di tunggu pun tiba, group Winnie di SMA sudah siap berangkat hanya tinggal menunggu kasih dan tomi menjemput mereka. Winnie dan Mimi sudah tiba di rumah Widi sekitar 1 jam yang lalu, mereka janjian pulang kuliah bersama dan langsung bersama menunggu di rumah Widi.


            Tepat seperti jam yang di sepakati Kasih dan Tomi sudah di depan pintu gerbang rumah widi, tanpa menunggu lama mereka pun sudah duduk manis di dalam mobil Tomi. Karena jarak yang di tempuh menuju rumah Calista di kota D itu sekitar 4 jam 30 menit Tomi menyertakan pak Budi supir Tomi bersama mereka. Untuk bergantian mengendarai mobilnya.


            Seperti yang mereka duga, karena hari jumat sore adalah waktu untuk warga ibu kota Jakarta  menjauh dari rutinitas kehidupan sebagian besar akan menuju kota D sama seperti tujuan mereka. Jarak tempuh menjadi semakin panjang dari biasanya.


            Kepenatan 6 jam perjalanan yang di lalu mereka terobati begitu mereka melihat wajah Calista di depan pintu rumahnya tersenyum manis sambil melambaikan tangan kepada mobil mereka.



" Akhirnya aku bisa melihat wajah kalian semua" sambut Calista sedikit berlebihan dan tersenyum senang.


" Kemarin video call kita, kamu tidak melihat wajah kita ? " tanya Mimi menggoda bualan Calista


" Beda dong, waktu kemarin dan hari ini" jelas Calista


" Selamat datang semua" suara ibu Calista memotong pembicaraan antara Mimi dan Calista yang sudah mulai menggoda satu dengan yang lain.


" Maaf kami ke malanan tiba kesini nya" sambung Kasih kepada ibu Calista


" Tidak apa, saya juga bilang kepada Calista. Pasti kalian akan malam tiba di sini karena hari jumat sudah termasuk weekend" jelas ibu Calista dengan bijak nya


" Maaf ya tante malam - malam tibanya di tambah ribut lagi sekarang" Tomi meminta maaf lagi atas kegaduhan yang terjadi sebelumnya antara Mimi dan Calista.


" Tomi ikut ya, apa kabar kamu ?" tanya ibu Calista. Ibu Calista mengenal Tomi karena terkadang tomi menjemput kasih di rumah Calista dulu setelah mereka mengerjakan tugas kelompok sekolah.


" Baik tante, iya ini saya ikut menjadi pengawal ibu - ibu ini" Tomi menjawab sambil menjelaskan tugas mulianya dalam perjalanan ini.


" Bagus itu Tomi, berlatih jadi suami siaga ya" goda ibu Calista


" Ah tante jadi malu" jawab Tomi.

__ADS_1


            Setelah itu ibu Calista menyarankan mereka makan malam dan beristirahat karena sudah waktunya beristirahat. Semua gadis itu menjadi satu di kamar Calista yang lumayan besar. Mereka menyambung cerita yang belum selesai di meja makan.


" Jadi Joe itu orangnya pintar sekali ?" tanya Calista masih penasaran dengan group Winnie dan Widi di kampus.


" Jadi January itu seperti bapak dosen mukanya ?" tanyanya lagi


" Bagaimana dengan Sandy ?" tanyanya lagi sama sepeti wartawan mengejar berita yang sedang hits.


" Jangan tanya ke aku, sampai sekarang aja aku belum tau wujud mereka seperti apa" jelas kasih sedikit komplant karena Kasih belum ada kesempatan berkenalan dengan mereka yang baru saja di sebutkan namanya oleh Calista.


" Salah sendiri, aku ajak makan siang terakhir kali itu kamu yang batalkan janji" jawab Winnie mengingatkan kasih kejadian beberapa minggu lalu ketika Kasih membatalkan janji temu mereka di 1 jam sebelum waktu yang mereka sepakati


" Kemarin ini bukan aku membatalkan tanpa alasan ya. Aku mengabarimu juga tentang pembatalan itu karena tomi ada lomba basket di kampusnya" Kasih menjelaskan lagi alasan pembatalan pertemuan mereka sebelumnya itu.


"Joe orangnya lembut dan pintar, January juga pintar tapi tata bahasanya masih menggunakan bahasa indonesia baku seperti dosen mengajar " jelas Widi menjawab pertanyan Calista awal


" Sandy adalah kekasih Widi " timpal Mimi dan di sambut tawa mereka semua.


" Kekasih dari mana ? " tanya Widi sedikit kesal dengan pernyataan Mimi.


" Kekasih gelapmu" jawab kasih menggoda Widi lagi.


" Nih foto mereka" Widi berusaha mengalihkan pembiacaraan dengan membuka handphone miliknya. Menunjukkan foto - foto mereka waktu ospek kemahasiswaan dulu.


            Calista dan Kasih sama-sama menyimak waktu Widi menunjukkan yang mana Joe, January dan Sandy.


" Semuanya manis dan ganteng, tapi seperti yang aku bayangkan tentang January. Tapi untuk Sandy dan Joe sangat jauh dari bayanganku" koment Kasih setelah pemberitahuan Widi berakhir.


" Kalau di lihat- lihat Joe itu seperti karakter casper ya" koment Calista sepertinya memberitaukan mereka apa yang ada di pikirannya.


" Muka Joe lebih halus dari pada Sandy" jelas Kasih setelah sekali lagi melihat gambar foto yang tersimpan di handphone Widi.


" Emang Joe seperti Casper" Winnie setuju dengan pernyataan Calista

__ADS_1


" Semua orang juga seperti Casper jika kepalanya botak" jelas Widi


__ADS_2