
Tak terasa sudah seminggu berlalu setelah mereka libur bersama, tetapi libur kampus masih berlanjut. kadang kalanya mereka masih bertemu untuk sekedar makan siang bersama atau berkumpul di rumah salah satu temannya.
Yang memiliki aktivitas lain selain kuliah hanya Joe dan Winnie, mereka memang sudah menjadi guru private sekolah. Joe memiliki murid didik private dua tempat untuk anak sekolah SMP dan SMA sedangkan Winnie lebih sibuk karena sebelum kuliah Winnie sudah menjadi guru private. Winnie memiliki murid tiga tempat, Winnie adalah guru private untuk murid kelas SD di dua tempat dan SMP di satu tempat.
Hari Jumat ini mall T tempat janji mereka untuk hang out sangat ramai. Waktu weekend selalu ramai di mall ataupun di jalan raya itu sudah pasti. Karena yang sibuk hari ini hanya Joe dan Winnie, teman mereka yang lainnya datang lebih dulu ke mall T. Widi, Mimi dan Kasih janjian dan mereka tiba bersama, Tani yang lokasi rumahnya jauh dari mereka janjian bertemu di lobby mall T sebelum nanti bertemu dengan yang lain.
Sandy dan January juga mereka bersama mengendarai motor January untuk bertemu dengan mereka di mall T. Mereka dengan tidak di rencana bertemu di lobby dan menanti Tani.
" Kalian sudah dari tadi ?" tanya Sandy kepada tiga gadis yang bertemu mereka di lobby mall T
" Pasti kalian tunggu Tani ?" tanya January lagi
Di jawab dengan kompak oleh ketiga gadis itu dengan anggukan kepala.
" Winnie dan Joe juga belum terlihat nih batang hidungnya" Widi berkoment
__ADS_1
" Tuh Tani, tumben enggak telat parah seperti biasanya" Mimi menunjuk kearah teman mereka yang sedang antri jalur memeriksaan barang bawaan.
Mata mereka bersama tertuju mengikuti jari mimi, di sana seorang gadis dengan tinggi sekitar 150 cm, bermuka manis, berambut panjang, sedikit lebih berisi badannya dari pada teman gadis lainnya bermuka imut sedang melambaikan tangan dan tersenyum ceria.
" Thian mana nih ?" kasih menyadari kecuali Winnie dan Joe yang sedang menuju mall T dan Tani di depan hanya Thian yang tidak terlihat.
" Thian menyusul nanti dari rumah tantenya" jelas January
" Rumah tantenya ? jauh sekali" Widi memikirkan rumah tante Thian yang satu kota dengan Calista.
" Tante Thian bukan cuma satu" jelas Sandy seperti bisa membaca pikirian Widi
" Kamu tidak tau ya di antara mereka ada ikatan tali merah di kelingking mereka" goda January menunjukkan jari kelingkingnya kehadapan mereka. Di sambut ketawaan semua orang, hanya Sandy dan Widi yang melipat muka mereka akibat godaan itu.
Tidak lama setelah tani sudah bergabung di antara mereka, Thian pun tiba dan mereka akhirnya tetap menunggu di lobby mall begitu melihat thian ada di dalam barisan pemeriksaan barang sebelum masuk kedalam mall.
__ADS_1
" Sudah lengkap ayo jalan" Tani berkata kepada temannya begitu Thian ada di dalam kelempok.
" Belum lengkap Joe dan Winnie belum ada nih" January mengingatkan
" Iya kecuali mereka ini udah lengkap" jelas Tani lagi dan msnunjukkan senyuman lucunya.
" Joe tidak bawa motornya tadi" jelas Sandy
" Winnie yang jemput Joe ?" tanya Kasih kepada mereka dengan ragu karena seingatnya Winnie bilang pulang nanti akan pulang bersama mereka dengan mobilnya.
" Bukan Joe yang jemput Winnie ?" tanya Widi lagi sama seperti Kasih, Widi juga ingat pembicaraan mereka di group para gadis sebelumnya.
" Tadi Joe berangkat kami belum bangun" January berkata tidak menjawab jelas pertanyaan teman mereka itu.
" Yuk jalan aku haus nih" jelas Tani mendorong punggung Widi dan Mimi yang berdiri dekatnya.
__ADS_1
" Yuk, tunggu mereka di kafe xx itu dulu aja" jelas Widi
----------------