
" Sekarang rencana kamu apa Ka ? " tanya Calista setelah mencerna apa yang baru aja kasih kirimkan melalui group chatting mereka mengenai kandasnya hubungan cintanya dengan Tomi.
" Tidak ada rencana"
" Mau rencana apa ?" Widi balik bertanya seperti binggung atas pertanyaan Calista
" Sudah jalan saja seperti air mengalir" akhirnya Calista mengirim pesan di group mereka lagi seperti untuk mereka semua dan untuk dirinya sendiri juga.
" Aku datang ke sana hari jumat minggu ini ya" Calista memutuskan datang ke kota tersebut untuk menghibur Kasih.
" Kamu langsung pulang malamnya atau mau tidur di salah satu rumah kita ?" tanya Widi
" Aku tidur di rumah kamu ya Nie" Calista meminta ijin. Karena hubungan antara keluarga mereka lebih dekat daripada dengan yang lain nya.
" Oke" jawab winnie singkat dan senang berarti mereka bisa saling curhat sepanjang malam.
" Aku ikut tidur di rumah kamu ya nie" pinta Widi juga
" Ya udah semua kumpul tidur di rumah aku aja" ajak Winnie melalui group chatting mereka
" Setuju"
" Oke"
" Boleh"
Kesepakatan sudah bulat mereka akan tidur di rumah winnie ketikaCalista datang ke Jakarta. Dan percakapan selesai, Calista balik mengerjakan tugas kuliah yang tadi terhenti karena kasih mengirimkan kabar sedihnya di group mereka.
Kesedihan Kasih juga merupakan kesedihan calista. Kesedihan karena keakraban mereka dan karena alasan lainnya. Calista sebetulnya menyimpan perasaan suka kepada Tomi ketika awal pertemuan mereka di kelas x. Calista melihat sekelompok cowok sedang bermain volly di lapangan seberang sekolah mereka. Dan mata calista tertujuh pada seorang cowok yang di dalam kelompok sisi kiri lapangan. Senyumnya selalu terlukis di wajahnya. Itulah pertama kali calista melihat Tomi pertama kalinya seorang diri.
Tetapi dengan berjalan waktu, Calista menyadari Tomi mencintai kasih dan berusaha mendapatkan cinta dari Kasih. Calista dengan perlahan menghilangkan rasa cintanya kepada Tomi. Kisah ini hanya di simpan seorang diri oleh calista tanpa ada satu orang pun tahu.
Lebih baik menyimpan sendiri dalam hati sehingga tidak ada perselisihan dan ketidak enakan diantara mereka itu yang Calista pikirkan. Dan sekarang kesedihan itu datang lagi setelah membaca kisah kasih dari Kasih dan Tomi dari group chattingan tadi.
Sedih untuk Kasih, sedih untuk Tomi dan sedih untuk dirinya sendiri. Karena tidak tahu bagaimana menghibur Tomi dan Kasih. Mereka berdua adalah teman akrab Calista. Tomi sekarang seperti saudara untuk Calista. begitu pula dengan kasih, karena persahabatan yang mereka jalan setelah sekian tahun lamanya.
Membingungkan sekali masalah ini, batin Calista berkata dan mengalihkan pikirannya kepada tugas kampusnya tadi yang terhenti. Mereka masih duduk di dalam kafe dan ngobrol santai sambil menikmati kue yang di belikan Widi sebagai tambahan menu karena lama duduk di kafe. Dari belakang seseorang menyentuh pundak Winnie halus.
" Sudah lama di sini" suara itu bertanya
__ADS_1
" Hai Joe" jawab Winnie kaget mengetahui suara miliki siapa yang bertanya dan menyentuh pundaknya tadi
" Kalian nakal sekali bukan diam di rumah malah duduk-duduk di sini" kalimat jenaka Sandy sambil berusaha menggeser duduk Widi yang duduk di kursi panjang di hadapan Winnie.
" Kalian koq bisa tau kami di sini?" tanya Winnie begitu melihat January ikut serta dan menarik kursi dari tempat lain untuk bergabung dengan mereka.
"Nih, ada yang mengganggu tidur siang" Sandy dengan santai mendorong halus badan Widi yang sedang duduk di sampingnya.
" Aku di ajak Sandy, katanya kamu butuh bantuan kami. jadi aku ajak January juga" jelas Joe yang duduk di sebelah Winnie. Di iyakan oleh January dengan anggukkan kepala.
" Aku butuh bantuan apa ?" tanya Winnie binggung menatap Widi
" Bukan gitu lah" jawab Widi kesel karena Sandy ternyata membuat cerita lain.
Widi hanya mengirimkan chatting ke Sandy mengabarkan mereka ada di mall dekat kost mereka, jika mereka mau bisa bergabung dengannya. Dan hasil kalimat chatting itu di karang lain oleh Sandy sehingga terjadilah seperti sekarang ini. Joe lengkap dengan January ada di hadapan mereka. Tom dan Jerry pun mulai beraksi.
" Oh ya kenalkan ini Kasih teman kami di SMA" Winnie cepat- cepat mengepalkan kasih kepada Sandy yang sedang berdebat kecil dengan Widi.
" Sandy "
" Kasih"
" January"
" Joe"
Mereka berpisah setelah keliling mall tersebut bersama dan melihat - lihat toko buku terbesar di mall tersebut. Begitu pula dengan Winnie, Widi dan Kasih. Mereka pulang dengan kendaraan masing-masing. Dan Widi harus menjemput orang tuanya lagi karena orang tuanya masih ada di hotel dalam mall tersebut.
Karena acara ulang tahun keponakannya itu di hotel tersebut dan beberapa keluarga mereka tinggal di hotel untuk hari ini dan besok dan kembali ke rumah minggu sore. Kasih datang dengan di antar supir keluarga begitu pula dengan winnie. Dan para lelaki itu memilih jalan kaki untuk olah raga sore alasan Joe ketika di tawarkan untuk di antar pulang oleh mereka para wanita.
----------
Calista sudah menunggu di depan gedung pertemuan mahasiswa kampus Winnie dan Widi sore itu. Tetapi orang yang di tunggu belum juga muncul. Akhirnya Calista memutuskan untuk keliling kampus tersebut untuk mencari snack yang pernah di ceritakan Winnie dan Widi kepada mereka dalam group.
" Calista ?" tanya Thian ragu
" Iya....." jawab Calista sedikit binggung ada pria tidak di kenal memanggil namanya
" Saya Thian teman Winnie" jelas Thian lagi melihat kebingungan Calista
__ADS_1
" Oooo iya, apa kabar" akhirnya Calista ingat begitu pria itu menyebutkan namanya. Calista mengingat namanya karena terkadang Winnie dan Widi menyertakan namanya dalam cerita sesekali.
" Kamu tunggu Winnie dan Widi ?"
" Iya"
" Mereka tadi sudah menuju gedung pertemuan mahasiswa. kamu tidak bertemu mereka ?"
" Belum tuh"
" Ayo kita kesana, sekalian aku juga mau pulang ke kost ku"
Thian menemani Calista sambil menceritakan sedikit lingkungan kampus itu kepada Calist. Dan Calista terkadang tersenyum kecil mendengarkan penjelasan thian terkadang di tambah cerita lucu tentang kegiatan kampus mereka.
" Bagaiman Thian bisa bersama Calista" Widi menyenggol badan Winnie begitu melihat di kejauhan Thian dan Calista berjalan beriringan dan tersenyum bersama. Winnie melihat dan mengangkat pundaknya tanda tidak mengerti.
" Ini loh Calista yang aku ceritakan pada kalian waktu itu" Thian memperkenalkan Calista dengan cepat begitu mereka sudah berhadapan dengan yang lainnya kepada Joe, Sandy dan January.
" Hai aku January"
" Joe"
" Sandy"
" Calista"
" Tani"
Mereka saling bersalaman dan memperkenalkan diri masing - masing. Calista, Widi dan Winnie akhirnya pulang dengan mobil Calista seperti yang di rencanakan mereka menjemput Kasih di kampusnya lebih dulu. Dan mereka akhirnya memilih makan malam di salah satu mall yang jaraknya tidak jauh dari kampus Kasih. Mereka pun jalan - jalan keliling mall tersebut sebentar setelah makan malam mereka.
---------
" Malam tante" jawab temen Winnie kompak begitu mama Winnie menyambut mereka di depan pintu rumah.
" Ayo masuk, itu di meja makan udah tante siapin buah untuk kalian makan" ajak ibu Winnie sambil mengiring mereka ke meja makan.
" Sudah pada makan malam khan ?" tanya ibu Winnie memastikan berita yang di kirim Winnie sebelumnya melalui chattingan
" Sudah tante" jawab Widi dan di setujui dengan anggukkan kepala lainnya.
__ADS_1
Selesai makan buah dan ngobrol sebentar dengan ibu Winnie mereka ke kamar Winnie.
------