
Joe sedang membersihkan kamar kost setelah selesai mandi. Joe memang cowok yang sangat rapih dan bersih di atas standart cowok lainnya. Thian menghampiri pintu kamar kost Joe yang dekat posisinya dengan tangga naik ke kamar atas.
Karena kamar Thian memang di atas sama seperti kamar Sandy, di lantai bawah hanya terdapat kamar Joe, January dan 1 pintu lagi itu di tempati oleh senior mereka yang sudah kerja.
" Tidak cape ya, setelah tadi keliling mall dengan gadis- gadis itu" tanya Thian sambil menggantungkan handuk di lehernya. Thian turun memang untuk mengambil handuk di jemuran taman dekat kamar Joe.
" Cape lah, tapi kalau tidak bersihin sekarang besok pagi aku flu lagi" jawab Joe menyelesaikan lap nya.
" O, iya kamu ada allergic ya" jawab Thian
" Iya makanya cape pun harus bersih - bersih" jelas Joe
" Kalian masih sanggup ngobrol ya " Sandy menyusul berdiri di depan pintu kamar Joe sambil memijat kedia kakinya silih berganti .
" Aku habis ambil handuk liat Joe masih kuat bebersih kamar" jelas Thian menunjuk handuknya.
" Kalau cape tidur sana" Joe tertawa liat tingkah Sandy memijat kakinya sendiri
" Aku tidak mengerti mengapa gadis - gadis itu kuat sekali ya keliling mall?" tanya Sandy tidak tau untuk siapa pertanyaan tersebut.
" Sudah dari alamnya mereka bisa punya tenaga lebih banyak dari laki kalau keliling mall" Thian tertawa menjawab kalimat Sandy
" Iya sampai Tani yang cuex dengan sekitar begitu di mall lebih focus jalannya ya" Joe berkata sambil tertawa juga.
" Iya, Tani itu lucu ya. Tidak peduli dengan sekitarnya hanya focus pada komik tapi begitu di hall dia bisa enjoy sekali dengan mall" Thian berkata seperti untuk dirinya dan tersenyum
" Kamu tertarik dengan Tani ya ?" Sandy menebak Thian langsung
" Sepertinya" goda Joe menjawab pertanyaan Sandy
" Lebih manis Winnie dan Calista" jawab Thian lagi dengan senyum kecil
" Iya, setuju. Winnie dan Calista manis serta lebih lembut diantara mereka" jawab Sandy.
" Pilih salah satu" jawab Joe menggoda
" Calista aja lah, kalah aku bersaing dengan kamu Joe" Thian tidak kalah menggoda Joe
" Bersaing apa ?" tanya Joe lagi
" Winnie boleh aku usaha ?" tanya Thian menggoda tau kalau Joe sepertinya ada hati dengan Winnie
" Winnie aku punya" jawab Sandy santai di sertai ketawa dan berlalu naik menuju kamarnya.
__ADS_1
" Tuh dengar" jawab Joe menunjuk ke arah Sandy berlalu.
" Boleh ya, aku usaha sama Winnie" tetap Thian bertanya kepada Joe
" Tanya sama Sandy tuh, Sandy yang punya khan Winnie tadi kamu tidak dengar ? " Joe terus merapihkan kamarnya tanpa menoleh kepada Thian.
" Winnie manis loh, kamu yakin nih ?" tanya Thian tidak puas dengan jawaban Joe
" Kita bersaing dengan adil aja" jawab Joe sambil mendorong tubuh Thian supaya naik ke kamarnya sendiri.
" Jan, sudah tidur ?" tanya Thian masih berdiri di anak tangga ke tiga setelah di dorong pelan oleh Joe sebelumnya.
" Sepertinya, kelelahan keliling mall" jawab Joe sambil melihat jendela kamar January yang masih di terangi lampu kamar.
" Sudah sana balik kamar mu, mandi dan tidur. jangan sampai ke malaman nanti masuk angin" Joe melambaikan tangan ke thian supaya thian naik ke kamarnya dan mandi.
Baru saja Joe ingin menutup pintu kamar kostnya begitu handphone di kamarnya berbunyi. Dan yang menelpon ternyata adik satu - satu nya Joe. Linda, adik Joe sekarang sekolah di negara tetangga. Negara S, dan Linda sangat dekat dengan Joe. sehingga apapun yang terjadi dan perasaan selalu diberitakan kepada Joe walau mereka tinggal berjauhan sekarang.
" Sudah jam berapa sekarang, kenapa belum tidur ?" Joe bertanya kepada adiknya begitu mengangkat telepon.
" Kita cuma beda satu jam kak, masa tidak tahu sekarang jam berapa?" jawab Linda di ujung telepon.
" Iya, aku tahu. ini bukannya sudah jam tidur mu" jawab Joe menjelasakan
" Sunday kamu tidak ada kegiatan ?"
" Untuk besok tidak ada, makanya aku telepon kakak"
" Ooo, ada kejadian apa hari ini?"
" Aku tadi bertemu dengan Fani, dia menitip salam untuk mu. mau salam balik ?" Linda menjelasakan alasan dia menelepon malam itu dan di sertai menggoda kakak kesayangannya itu.
" Oooo. salam balik de"
" Hanya itu ? tidak ada salam sayang atau rindu ?"
" Bebas, kamu mau kasih salam apa deh" jawab Joe singkat.
" Kalian sudah tidak berhubungan lagi sejak kakak pindah kota ?" tanya Linda menyelidik
" Tidak ada " jawab Joe " kami sibuk dengan kegiatan masing-masing"
" Tadi kak Fani menanyakan nomor handphone kakak sekarang. Dan aku memberikannya" jelas Linda serta memberitahukan apa yang telah dia lakukan untuk memperbaiki hubungan kakaknya dengan pacarnya itu.
__ADS_1
" Iya tidak apa" jawab Joe santai
" Sudah ada yang lain ya di sana ?" selidik Linda mendengar respon kakaknya datar.
" Yang lain apa ? yang lain banyak di sini, suasana lain, lingkungan lain, pelajaran lain, segala hal lain di sini" jawab Joe sembarangan mendengar adiknya mulai menyelidiki dirinya.
" Cantik ?" tanya Linda lagi
" Semua cantik di sini" jawab Joe di tambah tertawa mendengar pertanyaan adiknya itu tidak puas menyelidik.
" Sudah malam tidur nanti kita teleponan lagi" jawab Joe menyelesaikan teleponnya sebelum Linda akan bertanya yang aneh lagi kepadanya.
Selesai telepon dengan Linda, Joe duduk di meja belajarnya dan mengerjakan tugas kamu tapi belum juga memulai buka bukunya ingatannya kembali ketika dia di bangku SMA kelas XII.
------ flashbacks---
Kelasnya Fani tinggal beberapa murid masih duduk di sana mengerjakan tugas yang belum selesai. Fani menanti di dekat meja guru, karena tugas Fani mengumpulkan tugas semua teman-temannya dan menyerahkan ke ruang guru. Karena Fani adalah ketua kelas.
Di depan pintu masuk kelas Joe berdiri sambil menunjuk jam di pergelangan tangannya ke arah Fani, di jawab dengan lambaian tangan untuk menunggu sebentar lagi.
" Ayo cepat" tarik tangan Fani kepergelangan tangan Joe begitu tugas kelas lengkap di tangannya.
" Kamu harus ke ruang guru dulu" jawab Joe melihat tumpukkan jawaban sekelas Fani di tangannya.
" Iya, sekalian aja yuk" ajak Fani.
" Oke" akhirnya joe membantu membawakan tas sekolah Fani.
Mereka berjanji pulang sekolah untuk ke tempat pameran kampus. Mereka ingin melihat kampus mana yang cocok untuk kuliah mereka nanti. Akhirnya mereka memilih Kampus Darma di Jakarta dan kampus Nyam di negara S. Ke dua kampus tersebut memiliki jurusan yang mereka inginkan dan untuk jurusan tersebut memang nomor satu nya di kampus Darma dan kampus Nyam di negara S.
Pengumuman tanggal pendaftaran sudah mereka simpan, Tapi kendala terjadi. Orang tua Fani tidak mengijinkan Fani ke Jakarta untuk kuliah di sana. Dan orang tua Fani menyarakan Fani melanjutkan kuliah di kampus Nyam di negara tetangga yang lokasinya lebih dekat dengan kota mereka daripada Fani menuju ibu kota.
Joe akhirnya mengikuti Fani test masuk ke kampus Nyam seperti Fani. Mereka begitu senang melihat pengumuman penerimaan mahasiswa baru. Di sana tertera nama Joe dan Fani, persiapan untuk pindah negara sudah di proses. Fani lebih dahulu berangkat ke negara S karena Fani sangat menyukai suasana di sana. Itu penjelasan Fani kepada Joe.
" Kamu sudah putus dengan Fani ?" tanya Andi ketika mereka duduk selesai main basket di lapangan sekolah mereka sore itu.
" Enggak, masih koq aku sama Fani" jawab Joe binggung dengan pertanyaan Andi
" Aku baru aja pulang dari negara S , bertemu dengan Fani dengan cowok lain" jawab Andi melihat ke arah mata temannya itu.
" Mungkin sepupunya kali" jawab Joe
" Ooo iya bisa jadi" jawab andi tidak berani membahas lebih jauh.
__ADS_1
----------