
"Eh, kalian lagi" sambut pria tinggi dengan kepala yang licin tanpa rambut itu. sambil duduk di sebelah Winnie.
"Eh, iya" jawab Winnie dan memberikan senyuman kepada pria yang duduk disebelahnya itu.
"Hai" jawab widi yang duduk di sisi lain Winnie sejak tadi.
"Kita sekelas ya berarti" seperti memberi informasi kepada mereka berlima pria berkacamata itu berbicara.
"Sepertinya...." sebelum pria yang awalnya meminta ijin pertama kali duduk di kantin waktu itu selesai berbicara kakak senior ke mahasiswaan memasuki ruangan kelas kami.
Selesai kegiatan hari pertama mereka menjadi seorang mahasiswa
"Nama kamu Winnie ya dan kamu Widi ya. kayak anak kembar nama dan mukanya" pria yang duduk tepat di samping Winnie menunjuk Winnie dan Widi bergantian.
" Iya, nama aku Winnie dan ini teman akrab ku Widi" jawab Winnie menunjuk ke Widi
" Dan kamu Januari, Joe dan Sandi khan ? " Widi tidak mau kalah menunjuk mereka bertiga bergantian
" Wah pintar, iya aku Joe" jawab pria pertama di kantin itu
"Aku Januari" pria berkacamata tinggi itu melambaikan tangannya karena posisi duduk paling jauh di ujung barisan
" Aku Sandi" pria tinggi yang duduk pas di samping Winnie itu memperkenalkan diri.
"Kalian berasal dari sini ini ya ? " tanya Joe kepada widi yang memang duduk di samping Widi dari kelas itu di mulai.
" Iya, dan kalian pasti bukan berasal dari sini ini khan ? " jawab Widi sambil balik bertanya
__ADS_1
"Bukan, kami dari kota M " jawab Joe lagi.
Itulah perkenalan pertama antara mereka berlima.
"Kita duluan ya, ada janji dengan teman di kampus tetangga" begitu Winnie memotong pembicaraan antara Widi dan Joe.
"Oh, oke. sampai ketemu besok dan kita duduk di tempat sama ini ya" jawab Sandi menunjuk posisi kursi masing-masing yang tadi mereka tempati.
"Oke, bye" jawab Winnie dan Widi kompak dan menghilang di balik pintu ruangan kelas.
------
Mimi sedang ngobrol dengan teman baru di kampusnya ketika Winnie dan Widi menghampirinya. Dan Mimi memperkenalkan teman baru kampusnya kepada kedua teman akrabnya tersebut. Dan di lanjutkan mereka bertiga jalan menuju mall yang bersebelahan dengan kampus mereka juga.
Tujuan mereka adalah membeli hadiah pernikahan teman SMA mereka yang memang tidak melanjutkan kuliah tapi langsung menikah di kota B.
" Makan dulu yuk, lapar nih" Mimi menunjuk perutnya yang kecil tapi hobi makan itu
"Iya, Nie makan dulu ya. Ini hari memang kamu ngajar private ? " Widi menjawab mimi serta bertanya pada Winnie.
"Enggak sih, ya udah ayo." Winnie menarik ke dua temannya mendekati restoran cepat saji tepat di depan mereka.
-----
"Kalian tidak di jemputkan ?" tanya Mimi kepada kedua temannya tersebut
"Enggak" jawab Widi dan Winnie bersamaan
__ADS_1
" Ayo pulang bareng, aku bawa mobil" Mimi tersenyum menunjukkan kunci mobil dari dalam tasnya.
" Emang boleh bawa kendaraan di kampus mu itu ? "
" Memang nekat nih si Mimi" Widi berkomentar atas pertanyaan Winnie tadi
" Nanti aku jelasin, mobil parkir di gedung ini koq" Mimi menjawab ke dua temannya tersebut sambil tersenyum simpul.
Mimi memang terkadang menyetir mobil sendiri untuk ke sekolah sejak mereka di kelas 12.
Mimi adalah anak terkecil dari 6 bersaudara dan anak perempuan satu-satunya. Sehingga Mimi selalu di manja dan di berikan apa yang mimi inginkan.
Kakak- kakak mimi hampir semuanya sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Sehingga semua kasih sayang keluarga terfokus pada Mimi. Si gadis kecil dan manja di keluarganya.
Jarak kampus dan rumah mereka yang berdekatan itu hanya berjarak tempuh 30 menit, dan rumah yang terdekat adalah rumah Winnie karena memang rumah Winnie di blok satu, setelah itu Widi di blok dua dan Mimi di blok tiga.
" Thanks Mi" ucap Winnie begitu sampai di gerbang rumahnya.
" Besok mau bareng tidak ? " tanya Widi kepada Winnie berbarengan
" Besok aku jemput ya" Winnie menganggukkan kepala kepada Widi
" Mau aku jemput sekalian Mi ? " tanya Winnie kepada Mimi juga
" Enggaklah, kita udah di kampus yang beda sekarang" Mimi tersenyum menjawab dan mengingatkan Winnie kalau mereka sudah beda lokasi kampus sekarang
"Gitu deh nenek - nenek suka lupa" timpal Widi ke Mimi yang masih duduk di dalam mobil setelah mereka puas tertawa sambil meledek Winnie mereka melanjutkan perjalanan pulang mereka ke rumah masing-masing.
__ADS_1