
Seperti yang dikatakan Thian kepada Joe di kost, Thian pun mulai berusaha mendekati Winnie. Thian berusaha berdekatan dengan Winnie, mereka sedang duduk di ruang tamu villa dan makan snack yang di bikin oleh mami Calista.
" Permisi ..... permisi......' di tangan Thian ada baki isi gelas dan isi teh hangat manis di dalamnya.
Thian menggeser duduk Widi yang duduk berdampingan dengan Winnie. Dengan terpaksa Widi merubah posisinya dan Thian duduk di tengah antara Widi dan Winnie dan menaruh baki bawaannya di meja depan mereka.
" Silakan tuan putri" Thian menyerahkan satu gelas kepada Winnie terlebih dahulu
" Buat aku mana ?" Widi mencolek tangan Thian begitu sslesai menyerahkan gelas kepada Winnie
" Terima kasih bapak yang baik" jawab Winnie dan tersenyum
" Ini kamu punya ibu" Thian menyerahkan satu gelas lainnya kepada Widi.
" Wah terima kasih pak boss" jawab Widi dan tersenyum
" Thian ini ya, sekali mendayung dua pulau terlampaui" goda Sandy melihat kelalukan Thian
" Enak aja, kamu pakai istilah itu" Thian menjawab godaan Sandy dan tersenyum
" Silakan yang lain di ambil satu - satu ya" Thian meletakan baki bawaan nya lebih ketengah meja setelah dia pun mengambil satu gelas untuk dirinya.
__ADS_1
" Wah, ternyata teh hangat manis" koment January setelah menyeruput seteguk teh yang di buat Thian untuk mereka.
" Di suasana begini memang paling cocok teh hangat manis" jelas Thian dan menyeruput teh miliknya.
" Ini pas koq untuk ku" Calista sedikit membela Thian yang tidak butuh pembelaan.
" Terlalu manis untuk aku" Tani menggoda Calista.
" Sudah, kasihan Thian sudah membuat. terima aja " Joe tiba-tiba berkata. Sebelumnya wajah dan kelakuannya hanya diam seperti sedang menghadapi ujian akhir semester dengan soal yang sulit sekali.
" Wah Joe sudah kembali ke permukaan" goda Sandy lagi mendengar koment Joe tersebut.
" Hatimu yang tenggelam" Sandy menjawab dan tertawa semua pun ikut tertawa mendengarkan kalimat Sandy.
--------------
Thian dan Joe sudah bangun pagi, hanya mereka berdua sedang duduk di teras villa. Yang lain masih terlelap dari tidurnya.
" Kamu udah nembak Winnie ya ?" tanya Thian
" Belum sempat" jawab Joe singkat
__ADS_1
" Kenapa muka kamu tegang kalau begitu kemarin malam ?" tanya Thian menyelidik
" Aku baru memulai pembicaraan sebelum sampai tujuhan Mimi datang" jelas Joe sambil tersenyum miris.
Oo, kejadiannya seperti itu. Aku pikir Joe sudah di tolak oleh Winnie batin Thian berkata. Makanya semalam aku berusaha untuk mendekati Winnie, pikir ku sekarang saatnya untuk aku. Kalau seperti ini apakah harus mundur selangkah lagi? terus banyak pikiran dan pertanyaan dalam hati Thian.
Mereka adalah teman akrab ku bagaimana aku bisa mendahului Joe, tapi sampai kapan aku harus menunggu Joe. Mengapa Joe sangat lama dalam bertindak sih terus Thian berkata dalam dirinya dan bertanya dan berpikir untuk segala hal.
" Thian......" Tani sudah di hadapannya dan melambaikan tangan di depan matanya
" Apa, tidak usah emosi gitu. aku dengar koq" jawab Thian
" Aku tidak emosi, aku cuma bertanya dan kamu tidak ada respon" jelas Mimi
" Mimi, tanya kamu dari tadi. tapi kamu hanya diam kayak ayam ompong" Joe menjelaskan
" Sudah kalian berdua ya, aku mau masuk mandi" Joe berujar dan melangkah masuk ke dalam villa untuk mandi
" Kamu belum mandi Joe ?" Winnie bertanya ketika mereka berpapasan di tangga menuju kamar dan Winnie mau turun selesai mandi sepertinya
" Iya nih, aku mandi dulu ya" Joe berkata cepat takut Winnie tahu dia sedang galau
__ADS_1