
Terdengar sayup - sayup suara ibu Calista berbicara kepada seseorang, sepertinya sedang membahas menu masakan yang akan mereka masak hari ini. Winnie melihat sekelilingnya, semua sahabatnya masih tertidur dengan pulasnya. Perlahan Winnie bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi yang terdapat di dalam kamar tersebut untuk mandi pagi.
"Pagi, tante" sapa Winnie setelah selesai mandi dan membangunkan Calista.
"Pagi, Winnie. kamu sudah rapih, sudah lapar ? " ibu Calista menyambut sapaan Winnie dan bertanya.
"Belum lapar koq tante, sini Winnie bantu masaknya" Winnie menawarkan diri untuk membantu ibu Calista yang sedang sibuk di dapur dengan pembantu rumah tangga mereka.
" Tidak perlu Nie, nanti baju mu bau masakan lagi"
" Bantu tante membangunkan Calista saja "
Ibu Calista menjawab dan menyarankan Winnie apa yang bisa Winnie kerjakan sekarang.
" Udah, Calista sedang mandi tante " jawab Winnie sambil tersenyum manis kepada ibu Calista.
"Oooo" ibu Calista menjawab kalimat winnie dengan terheran karena biasanya calista akan bangun lebih siang di setiap hari Sabtu.
" Sini tante, aku bantu memotong" Winnie menawarkan membantu ibu Calista yang sedang memotong kentang.
" Kamu bisa ?" tanya ibu Calista meyakini Winnie, karena ibu Calista tahu bahwa teman anaknya ini belum pernah masuk ke dapur. Di rumah Winnie memiliki beberapa pembantu rumah tangga yang membantu ibu Winnie memasak dan merapihkan rumah mereka.
" Bisa tante, tenang saja" Winnie meyakinkan ibu Calista.
" Ini kalau begitu, hati - hati dengan tanganmu ya" ibu Calista mengingatkan Winnie sambil menyerahkan pisau dan kentang yang sedang di kupasnya.
" Bagaimana kabar orang tua mu ?" tanya ibu Calista begitu selesai mengatur bumbu kepada salah satu pembantu rumah tangga nya.
"Baik semua tante, sehat" jawab Winnie dan senyum manis kepada ibu Calista
" Titip salam untuk ibu mu ya" sahut ibu Calista kemudian bergabung dekat meja tempat Winnie mengupas kulit kentang.
"Pagi tante"
"Morning mom"
Suara Widi dan Calista bersamaan menghampiri Winnie dan ibu C alista berada.
" Pagi, morning " jawab ibu Calista menjawab seperti guru bahasa inggris menerjemahkan arti kata.
" Sini saya bantu juga tante" Widi ikut menawarkan diri begitu melihat Winnie sedang mengupas kentang bersama ibu Calista
" Masak apa hari ini moms" tanya Calista bersamaan dengan Widi .
" Sudah kalian bersantai saja di taman sana" ibu Calista menyarankan mereka untuk bersantai sambil menunggu masakan pagi selesai di masak. Ibu Calista juga menyebutkan beberapa menu cemilan kesukaan mereka yang sedang di olah menjadi menu sarapan pagi mereka.
Mereka pun berpindah tempat dari area dapur menuju taman samping rumah Calista. Taman samping rumah itu cukup luas karena kalau di lihat lagi taman rumah ini mengelilingi rumah Calista. Karena sedikit berisik di antara Winnie, Calista, Widi dan Kasih berbicara akhirnya Tomi terbangun dan menyapa mereka dari pintu samping kamarnya, yang langsung menuju taman tempat mereka bercanda di kursi taman itu.
" Pagi, pagi semua" sapa Tomi sambil melakukan olah raga kecil mengerakkan badannya.
" Pagi bapak Tomi" jawab Calista dan di sambut tawa semua yang ada di taman
" Belum mandi ya ?" tanya Kasih kepada ke kasihnya itu
" Belum, baru aja bangun. aku mendengar suara tawon berkumpul di pagi ini" jelas Tomi menggoda para gadis yang bercanda dengan suara sedikit kencang sehingga membangunkan nya dari tidur.
" Sana mandi, sebentar lagi Mimi selesai mandi loh" jelas kasih kepada Tomi
" Ok, bu boskie" jawab Tomi membalik badan dan masuk ke dalam kamarnya lagi.
" Ayo makan semua" panggil ibu Calista dari pintu samping dapurnya.
" Sebentar moms, mimi dan tomi belum lengkap" jawab Calista menjelaskan ke dua temannya tersebut belum bersama mereka.
__ADS_1
" Mami dan Daddy tunggu di ruang makan ya" info ibu Calista lagi
" Makan terlebih dahulu aja mom sama daddy" jawab Calista lagi
" Oke, tante dulu ya semua" jawab ibu Calista sebelum masuk lagi ke arah dapur rumahnya.
Tomi selesai mandi terlebih dahulu dari pada mimi. selang 5 menit tomi bergabung dengan mereka Mimi bergabung dengan mereka juga. Lokasi mereka telah berpindah dari taman menuju meja makan untuk sarapan pagi.
-----------
Selesai sarapan pagi mereka di sambut hujan deras, seperti yang dikatakan calista beberapa minggu lalu di pembicaraan group mereka. Kota D lebih sering turun hujan sehingga udara lebih sejuk dari pada Jakarta. Hujan membubarkan rencana awal mereka.
Rencana awal mereka ingin berwisata yang baru saja di buka yang bernuansa ke korea an. Mereka akhirnya berkumpul di ruang keluarga di mana ibu Calista sedang merajut sedangkan ayah Calista ada di ruang kerjanya.
" Tante, lagi merajut apa " tanya Mimi begitu sampai di ruang keluarga
" Ini merajut iseng saja, Mi" jawab ibu Calista menunjukkan hasil rajutan tatakan meja yang belum selesai.
" Bagus tante, ajarin aku dong" pinta Mimi lagi
" Udah Mi jangan aneh - aneh" jawab Calista sambil menarik tangan Mimi untuk duduk dekatnya.
Ibu Calista tetap sibuk merajut dan terkadang ikut tertawa kecil mendengar anak dan teman- teman nya bercerita dan bercanda mengenai kampus mereka. Mendengar anaknya dan sahabatnya bercanda dan bercerita dengan riang ayah Calista menghampiri mereka dari ruang kerja.
" Maaf om, kami mengganggu kerja om ya ?" kalimat Tomi begitu ayah Calista di hadapan mereka.
" Tidak, tidak. om sudah selesai membaca makanya ke sini" jelas ayah Calista dengan ramah.
Ayah dan ibu Calista akhirnya permisi, karena mereka ingin pergi ke rumah partner bisnis ayah Calista yang sedang ada acara di hari itu. Hujan masih belum reda juga akhirnya mereka memutuskan pergi ke super market xxx untuk membeli bahan bakar bakaran mereka sore nanti.
"widi, winnie" panggil seorang dengan suara khas nya di samping mereka.
Nama yang di panggil pun bersamaan mereka mencari sumber suara itu. Dan mereka menemukan asal suara itu. Seorang pria tinggi dan bertubuh agak besar di samping mereka sedang tersenyum
"Thian " sapa mereka setelah mengetahui yang memanggil mereka ternyata Thian teman kampus mereka.
" Di rumahnya lah" jawab Winnie yang di maksud rumah adalah tempat kost mereka bersama.
" Kamu dengan siapa ke sini ?" tanya Winnie lagi
" Aku sendiri ke sini " jawab Thian dan menjelaskan Thian di kota D ini karena orang tua nya sedang berlibur di sana dari kota S tempat tinggal asal Thian. Di kota D tersebut adalah tempat tinggal tante Thian tinggal setelah menikah. Mereka pun berpisah setelah memperkenalkan teman mereka dengan Thian.
" Ganteng nie teman mu itu" bisik Calista kepada Winnie yang sedang berjalan berdua di lorong market.
" Mau minta nomor telephone nya ?" goda Winnie melihat Calista sedikit tertarik dengan Thian
" Masa aku yang contact dia dulu"
" Mau juga cowok dulu dong memulai pembicaraan" jawab Calista sambil menunjukan wajah malu karena ketahuan oleh Winnie dia tertarik dengan Thian.
"Sepertinya dia juga belum punya pacar tuh" Winnie menggoda Calista lagi
" Bicarakan siapa sih ?" tanya Widi tiba-tiba sudah di belakang mereka dengan membawa kantong snack di tangannya
" Thian, di" jelas Winnie kepada Widi
" Ta, kamu suka Thian ya ?" tebak Widi
" Tuh, Winnie yang suka" jawab Calista kaget karena ketahuan oleh Widi juga
" Tidak mungkin Nie suka Thian, Ta" jelas Widi yakin
" Itu, buktinya si Nie tau Thian belum punya pacar" jawab Calista menutupi malu di wajahnya
__ADS_1
" Si Nie itu kalau suka Thian pasti sudah dari awal kenalan pasti aku tau" jelas Widi
---- flashbacks----
" Disini ada orangnya?" tanya seseorang kepada Winnie sambil menunjuk kursi samping kiri yang masih kosong
" Harusnya ada" jawab Winnie, karena Winnie menyiapkan kursi itu untuk tani yang hampir telat terus masuk kuliah.
"Aku di sini ya" lelaki itu seperti tidak mendengarkan apa yang di katakan Winnie sebelumnya
"Nanti, kalau teman ku datang kamu pindah ya" akhirnya Winnie menjawab sambil memberitahukan jika pemilik tempat itu datang dia harus pindah
" Oke" jawab singkat pria itu
" Hai Thian" sapa Joe begitu sampai di kelas dan duduk di belakang mereka
" Hai Joe, tumben duduk di belakang" jawab orang yang di panggil Thian itu.
" Iya, bosan duduk di depan" jawab Joe sambil tertawa
" Mana Sandy dan January?" tanya Thian karena Joe sendiri
" Tuh, Sandy lagi ke toilet. Si Jan sedang terima telepon dari ibu nya di depan" Joe menjelaskan
" Hai Thian" Sandy menepuk pundak Thian ketika masuk kelas dan berdiri dekat mereka
" Aku kira kamu beda kelas sama Joe tadi" jelas Thian begitu Sandy duduk menghadap Thian dan Joe bergeser duduk di belakan Winnie
" Kamu kenal Winnie ?" tanya Sandy menunjuk Winnie yang duduk di samping thian masih menghadap ke depan sambil bermain handphonenya.
" Baru aja" jawab Thian tersenyum
" Nie, kenalin ini Thian" panggil Sandy
" Hai " sapa Winnie akhirnya memutar badannya duduk berhadapan dengan Joe
" Itu Widi" Sandy menunjuk ke arah Widi yang di panggil tidak menjawab karena sedang mendengarkan musik menggunakan earphones.
Winnie mencolok pinggang Widi, akhirnya widi baru bergabung di dunia mereka sebelumnya masih di dunianya sendiri.
" Ini Thian kenalin" Sandy mengulang kalimatnya
" Hai Thian" sapa Widi
Mereka akhirnya berbicara tentang dosen kelas itu, yang terkenal killer di mata semua kakak senior yang pernah di ajar dosen tersebut. Dan Winnie serta widi akhirnya mengetahui bahwa Joe serta yang lainnya di satu tempat tinggal dengan Thian. Mereka di satu tempat kost yang sama. Joe dan kawan - kawan nya memang tinggal di kost selama kuliah. karena rumah mereka berada di kota M jauh dari Jakarta tempat kampus mereka berada.
Sama seperti Thian yang orang tuanya tinggal jauh di kota lain bukan di dekat kampus sehingga Thian memilih kost untuk menimba ilmu.
------
" Sudah lengkap semua" Kasih mencek list dorongan yang di depannya dengan teliti
" Udah cukup" Calista menjawab
" Yuk kita tunggu di depan sana" Mimi menarik tangan Winnie dan Widi serta mengajak Calista serta.
Karena casir pembayaran cukup ramai, mereka tidak bisa ikut memadatkan barisan pembayaran.
" Kita tunggu di sana ya" wWnnie menunjuk bagian depan kasir di jalur barisan Kasih menunggu pembayaran
" Oke" jawab Tomi
" Kamu dengan mereka saja" Tomi menyarankan Kasih
__ADS_1
" Tidak apa aku temani kamu di sini" jelas Kasih
--‐