
Mereka sudah berada di lokasi pariwisata kota tersebut di arah bukti, sesuai kesepakatan mereka setelah makan pagi yang kesiangan mereka langsung ke arah bukti atau Calista sebut arah atas untuk menikmati pariwisata.
Suasana tempat pariwisata tidak begitu ramai, mungkin karena bukan waktu liburan anak sekolah. Begitu pikir Winnie juga melihat pengunjung tempat wisata itu tidak seramai ketika mereka pergi sebelumnya.
January menemani Tani dan Mimi duduk di kafe tempat wisata, Widi dan Sandy serta Thian dan Calista tadi mereka sedikit bercanda bersama dan menghilang dari kelompok. Tinggal Winnie dan Joe jalan menyusuri area pariwisata itu bersama.
" Nie, mau aku foto ?" tanya Joe begitu mereka di lokasi untuk foto karena viewnya sangat bagus
" Nanti aja bareng bersama mereka" jawab Winnie
" Kita balik ketempat kafe sekarang ?" tanya Joe
" Boleh" jawab Winnie
" Nie....." Joe baru menetapkan hati melanjutkan pembicaraan semalam
Seketika handphonenya Winnie berdering, ternyata Widi sadar Winnie tidak ada di antara mereka lagi. Mereka berjanji bertemu di tempat January dan lainnya duduk.
" Widi baru ingat kita" jelas Winnie tertawa kecil memberitahu siapa yang tadi menelpon. Dan telepon Winnie berbunyi lagi, setelah memberitahukan Joe. Penelpone selanjutnya adalah kak Rudi, Joe mendengakan dengan jelas Winnie menyapa orang yang menelponnya dengan panggilan kak Rudi. Semakin galau lagi hati Joe. Sambil berjalan menuju kafe yang di tuju Winnie terus berbicara dengan kak rudi di telepon di temanin Joe yang membantu mengarahkan jalan Winnie. January melihat wajah Joe begitu tiba di hadapan mereka, terus dilihat juga rawut wajah Winnie, dua orang tersebut tidak menunjukkan rawut wajah yang serupa. membuat January bertanya - tanya lebih dalam hati.
Joe melihat January sedang menganalisa dirinya dan Winnie, dan Joe hanya menggelengkan kepala dengan tingkah laku January itu, Joe tahu bahwa January begitu mau membantu dirinya untuk mengungkapkan perasaan kepada Winnie secepatnya. Tidak tau tujuan January tapi Joe sangat senang dengan dukungan January itu.
" Kalian dari tadi duduk di sini juga ?" tanya Sandy kepada Joe dan Winnie.
" Kalian bukan tadi jalan di belakang kami ya ?" tanya Widi
__ADS_1
" Kami tadi jalan dan kehilangan jejak kalian jadi kami jalan sendiri" jelas Joe
" Kehilangan jejak atau sengaja menjauhkan diri ?" goda Calista
" Betul tadi kalian jalan sambil becanda dan menghilang" jelas Winnie
" Yuk kita ke arah sana ada lokasi foto yang bagus" jelas Joe menjelaskan area yang sebelumnya mereka liat.
" Ayo semua, biar kita sama- sama foto di sana" jelas Winnie
--‐‐-------
Ternyata perkiraan Winnie salah setelah foto di lokasi itu tempat wisata itu menjadi ramai sekali dan mereka memutuskan kembali ke villa. Yang berada di teras awalnya para pasukan wanita dan Thian di temani January, lalu January masuk ke villa untuk bertukar pakaian. Dan satu persatu pasukan gadis itu pun masuk ke villa untuk menukar pakaian santai karena rencana mereka akan pergi ke arah kota sekitar jam makan malam nanti.
" Nie, kak Rudi itu pacar kamu ?" tanya Thian
" Aku kenal kak rudi sejak SD" jawab Winnie
" Sekarang kamu udah ada pacar ?" tanya Thian beda karakter dari Joe yang pelan thian sepertinya bertanya cepat kepada Winnie
" Belum"
" Kamu sudah ada yang di suka ?"
Jawaban Winnie hanya mengangkat bahunya
__ADS_1
" Boleh aku jadi pacar kamu ?" Thian langsung pada intinya, karena Thian tidak mau berlarut memikirkan hal yang tidak pasti
" Kamu bukan tertarik dengan Calista ?"
" Aku lihat kalian cocok"
" Aku suka kamu"
" Thian, aku suka orang lain. dan aku liat kamu dan calista dekat. kalian cocok bersama" jelas Winnie
" Joe ?" tanya Thian
Di jawab dengan mengangkat bahu lagi oleh Winnie
" Kamu cocok dengan Calista, dan aku liat Calista juga suka denganmu " jelas Winnie
" Haha, oke de" jelas Thian tertawa walau di tolak tapi hatinya lega sekali
" Kita berteman baik saja ya" jelas Winnie lagi
" Iya tidak apa, lebih baik berteman baik daripada bermusuhan " jelas Thian tertawa lagi dan hatinya begitu lega setelah menerima penolakan Winnie. Entah mengapa walau di tolak hatinya jadi ringan. Jadi betul Joe lah orang yang di hati Winnie begitu batin Thian dalam hati.
" Jangan marah ya Thian" jelas Winnie lagi
" Sama sekali tidak, aku akan senang menjadi teman akrab mu" jelas Thian dengan mengukir senyum di bibirnya.
__ADS_1
---------