
Beberapa bulan berlalu, Alifa mulai melihat perubahan positif dalam kondisinya. Meskipun proses pemulihannya masih berlangsung, ia merasa lebih kuat dan energik. Gejala penyakit yang ada mulai berkurang dan ia dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Eliz, kakaknya Alifa mengingatkan, "Alifa, sudah saatnya kamu makan dan minum obatmu. Kamu harus menjaga kesehatanmu agar cepat pulih."
"Ya, Kakakmu benar. Alifa harus mematuhi jadwal makan dan minum obat yang telah ditentukan dokter. Itu penting untuk proses pemulihanmu," timpal Nisa, Ibunya Alifa.
"Aku akan memastikan kamu makan dengan teratur dan mengambil obatmu setiap kali yang dibutuhkan. Kamu bisa beristirahat dan aku akan merawatmu dengan baik di sini."
"Terima kasih, Eliz. Ibu sangat menghargai bantuanmu. Ibu merasa tenang meninggalkan Alifa di tanganmu. Pastikan kamu juga menjaga dirimu sendiri agar tidak terlalu lelah."
"Tentu, Bu. Eliz akan berusaha sebaik mungkin untuk merawat Alifa dan menjaga kesehatan Eliz juga. Jangan khawatir, Eliz akan memberikan yang terbaik untuk Alifa."
"Baiklah, ibu percayakan hal ini kepada kamu. Jika ada sesuatu yang Alifa butuhkan atau jika kamu memerlukan bantuan, maka jangan ragu untuk menghubungi ibu ya, Nak. Ibu akan selalu ada untuk kalian berdua."
"Terima kasih, Bu. Eliz akan menghubungi Ibu jika ada sesuatu yang perlu kami bicarakan atau jika ada perkembangan terkait kesehatan Alifa," ujar Eliz, lalu pandangannya beralih ke sang adik. "Ayo, sekarang minum obat dan makan dengan baik. Kita akan melalui ini bersama-sama."
Alifa masih terdiam sambil memperhatikan kakak dan ibunya yang tidak henti-hentinya berkicau seperti burung beo. Matanya melirik secara bergantian, ke arah kakaknya, lalu ke ibunya. Alifa tersenyum dan merasa bersyukur atas perhatian dari ibu dan kakaknya.
"Tentu, Kak Eliz. Ayo, Alifa, minum obatmu sekarang dan makan makanan yang sehat. Semoga cepat sembuh dan kembali sehat seperti biasanya, Nak." Ibu Nisa menyemangati dengan riang.
"Iya, Bu. Terima kasih sudah mengingatkan. Untuk Kakak juga, Alifa berterima kasih banyak atas perhatiannya. Ibu sama Kakak memang terbaik deh!" ujar Alifa dengan senyuman.
Alifa terus mematuhi rencana pengobatan dan perubahan gaya hidupnya. Ia mengambil langkah-langkah kecil, tetapi konsisten untuk merawat tubuhnya.
__ADS_1
Dalam perjalanan yang panjang ini, Alifa belajar tentang pentingnya kesehatan dan merasa bersyukur karena mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki kondisinya.
...***...
Di sepertiga malam yang sunyi, Alifa terbangun dari tidurnya dengan hati yang penuh kekhusyukan. Ia merasa terpanggil untuk melaksanakan salat tahajud, salat sunnah yang dilakukan di waktu tengah malam sebagai bentuk ibadah yang lebih mendalam.
Alifa mempersiapkan dirinya dengan rapi dan berwudu dengan saksama, menyiapkan diri untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Setelah itu, ia memasuki ruang salatnya dan membaca niat salat tahajud dengan penuh kesungguhan.
Dalam sujud pertama, Alifa merasa betapa dekat dirinya dengan Allah. Ia merenungkan betapa luar biasa dan berkuasanya Sang Pencipta atas segala sesuatu. Ia menyampaikan doa-doa dalam hati, memohon ampunan, petunjuk, dan perlindungan-Nya.
Selama salat tahajud, Alifa merasakan kedamaian dan ketenangan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ia benar-benar mempersembahkan waktu dan pikirannya hanya kepada Allah, merasa terhubung dengan-Nya dalam setiap gerakan salatnya.
Setelah selesai melaksanakan salat tahajud, Alifa tetap berada dalam posisi sujudnya, menyelipkan waktu untuk berdoa dengan sungguh-sungguh. Ia memanjatkan doa-doa yang terdalam dari hatinya, berbicara kepada Allah dengan sepenuh hati, menyampaikan segala harapan, keinginan, dan permohonannya.
Ya Allah, Engkau Maha Kuasa atas segala urusan. Aku memohon kepada-Mu agar Engkau memudahkan segala urusanku. Bantulah aku dalam menyelesaikan kuliahku agar bisa mencapai target, lulus tiga tahun dengan nilai memuaskan. Berikan aku kecerdasan, kekuatan, dan kegigihan untuk menghadapi setiap tantangan akademik yang aku hadapi. Permudahlah jalan-jalan yang harus kutempuh, sehingga aku dapat menyelesaikan pendidikanku dengan sukses dan memberikan manfaat bagi diriku dan orang lain di masa depan.
Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui segala hal yang tersembunyi dan yang terlihat. Aku datang kepada-Mu dengan harapan dan keinginan dalam hati. Permudahkanlah langkahku dalam meraih cita-citaku dan segala hal yang baik di dunia dan akhirat. Berikan aku kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi setiap ujian dan rintangan yang aku temui. Jadikanlah setiap usaha dan usahaku tersebut halal karena diridai oleh-Mu.
Ya Allah, Engkau Maha Mendengar doa hamba-hamba-Mu. Aku bersyukur atas nikmat yang Kau berikan padaku dan aku percaya bahwa Engkau akan menjawab doa-doa yang tulus dari hati ini. Aku menyerahkan diriku sepenuhnya kepada-Mu, Ya Allah. Aku berharap agar segala permohonan dan harapanku yang baik dapat Engkau kabulkan. Aamiin ya Rabbal 'alamiin.
"Allahumma yassir wala tu'assir, watahmil wala tuhmil, watarzuq wala tuzq, wahdini wa yassiril huda."
Artinya: "Wahai Allah, mudahkanlah dan jangan sulitkan, berikanlah kelebihan dan jangan beratkan, berilah rezeki dan jangan menahan, tunjukkanlah petunjuk dan mudahkanlah petunjuk."
__ADS_1
Doa ini adalah permohonan kepada Allah untuk memudahkan segala urusan, menghilangkan kesulitan, memberikan rezeki, dan memberikan petunjuk yang benar.
Lalu, Alifa melafalkan tasbih. Ia terus beristighfar, memohon ampunan dan perlindungan kepada Allah.
لا حول ولا قوة إلا بالله
"La hawla wa la quwwata illa billah."
Bacaan ini merupakan ungkapan pengakuan kita bahwa segala daya, kekuatan, dan keberhasilan yang kita miliki berasal dari Allah semata. Dengan merenungkan bacaan ini, kita mengakui ketergantungan kita yang mutlak kepada Allah dan menyadari bahwa tanpa pertolongan dan kehendak-Nya, kita tidak dapat mencapai apa pun. Bacaan ini juga mencerminkan kerendahan hati dan kesadaran akan kebesaran Allah dalam segala hal.
Kemudian, Alifa mengakhiti dengan doa yang merupakan bagian dari alquran dan terdapat dalam Surah Ali 'Imran (3:173).
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ.
"Hasbunallāhu wa ni'mal wakīl, ni'mal Mawlā wa ni'man-Naṣīr."
Arti dari doa tersebut adalah Allah telah mencukupi kami, dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
Doa ini mengandung makna keyakinan bahwa Allah sebagai Pelindung, Penolong, dan Pelaksana segala urusan yang terbaik bagi hamba-Nya. Dengan mengucapkan doa ini, seseorang menyampaikan kepercayaan penuh kepada Allah sebagai Pemelihara dan Penyelesaikan segala masalah dalam hidupnya.
Alifa merasa bahagia dan penuh sukacita setelah melaksanakan salat tahajud serta berdoa dengan khusyuk. Ia merasakan bahwa waktu yang dihabiskan di sepertiga malam ini adalah waktu yang berharga dan istimewa. Alifa percaya bahwa Allah mendengar setiap doa dan memberkahi setiap usahanya untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Dengan penuh harap, Alifa mengakhiri ibadahnya dan kembali berbaring di tempat tidurnya, disertai perasaan damai dan keyakinan bahwa Allah selalu hadir di setiap langkah hidupnya. Ia merasakan kekuatan dan ketenangan dalam hatinya yang akan membantunya menghadapi segala tantangan hidup dengan ikhlas dan penuh keberanian.
__ADS_1
...****...