Catatan Mahasiswa Akhir

Catatan Mahasiswa Akhir
Persiapan PKL


__ADS_3

Tidak terasa, Alifa kuliah sudah memasuki semester empat. Artinya ia harus mencari tempat PKL (Praktik Kerja Lapangan) untuk memenuhi tugas akhirnya sebagai mahasiswa pada tahapan awal.


Alifa pun menelepon ayahnya, Pak Zaidan, untuk memberitahukan pengumuman PKL yang dilihat di mading dan meminta saran, di mana tempat PKL yang cocok untuk bahan penelitiannya nanti.


"Halo, Ayah! Ada sesuatu yang ingin Alifa kabarkan kepada Ayah. Aifa melihat pengumuman di mading tentang PKL. Alifa harus mencari tempat PKL untuk memenuhi tugas akhir. Menurut Ayah, Alifa PKL di mana, ya?"


Zaidan dengan antusias menyarankan. "Gimana kalau Alifa PKL di perusahaan perbankan tempat Ayah kerja dulu? Tapi Alifa di Kalianda saja, jangan di Tanjung Karang. Nanti ayah yang ngomong sama kepalanya."


"Wah, ide yang bagus, Yah. Lagian juga, Alifa bisa pulang ke rumah kalau PKL di sana," ujar Alifa yang langsung setuju dengan saran ayahnya karena ia juga tidak perlu mikirin harus pulang kampung kalau memang dibolehkan PKL di sana oleh pihak kampus.


"Memangnya kapan PKL-nya dimulai, Nak?"


"Bulan depan, Yah. Ini juga Alifa mau ngumpulin berkas-berkas persyaratan PKL dulu. Alifa juga minta tolong, fotokan kantornya, Yah, untuk pengajuan tempat PKL Alifa."


"Tentu, Alifa. Insyaa Allah, besok ayah ke kantor untuk membicarakan hal ini, ya. Ayah segera kirim foto-foto yang kamu minta. Ayah yakin, kalau ini adalah pilihan yang baik. Kamu bisa mendapatkan pengalaman yang berharga di industri perbankan."


"Terima kasih banyak, Ayah. Dukungan Ayah sangat berarti untuk Alifa. Alifa akan segera menyelesaikan semua persiapan dan mengajukan lamaran PKL. Alifa akan memberitahukan kabar selanjutnya. Alifa harap semuanya berjalan lancar," ujar Alifa dengan penuh semangat.


"Baik, Alifa. Ayah menunggu kabar baik darimu. Jika ada yang bisa ayah bantu, maka jangan ragu untuk menghubungi ayah, ya! Semoga sukses, Nak!"


"Iya, Yah. Terima kasih banyak atas dukungannya. Alifa akan berusaha sebaik mungkin. Sampai jumpa nanti! Alifa sayang Ayah."


"Sampai jumpa, Alifa! Semangat untuk persiapanmu. Ayah juga sayang Alifa. Jangan lupa jaga kesehatan, ya!"


"Siap, Bos."


Setelah berbicara dengan ayahnya, Alifa kembali melihat mading tentang persyaratan PKL yang harus dikumpulkan. Ia mencatat setiap detailnya.


(PENGUMUMAN PENGAJUAN MAHASISWA PKL)




Surat Lamaran PKL: Alifa perlu menulis surat lamaran yang berisi permohonan untuk melakukan PKL di perusahaan perbankan tersebut. Surat ini harus mencantumkan identitas diri, tujuan PKL, serta alasan mengapa Alifa memilih perusahaan tersebut.

__ADS_1




Riwayat Hidup (CV): Alifa perlu menyusun CV yang mencakup informasi tentang pendidikan, pengalaman kerja (jika ada), keahlian, dan aktivitas lain yang relevan. CV ini akan memberikan gambaran tentang latar belakang dan kualifikasi Alifa.




Fotokopi Kartu Mahasiswa: Alifa perlu menyertakan fotokopi kartu mahasiswanya sebagai bukti bahwa ia merupakan mahasiswa aktif.




Surat Keterangan Studi: Alifa perlu meminta surat keterangan studi dari fakultas atau jurusan tempatnya kuliah. Surat ini akan menyatakan bahwa Alifa sedang menjalani studi dan membutuhkan PKL sebagai bagian dari tugas akhirnya.






Surat Rekomendasi: Alifa dapat meminta surat rekomendasi dari dosen atau pembimbing akademiknya. Surat ini akan memberikan penilaian tentang kemampuan dan potensi Alifa sebagai calon peserta PKL.




Portofolio (jika ada): Jika Alifa memiliki portofolio kerja sebelumnya atau proyek-proyek yang relevan, maka Alifa dapat melampirkannya untuk menunjukkan kemampuan khususnya.


__ADS_1



Dokumen tambahan: Ada kemungkinan perusahaan perbankan juga meminta dokumen tambahan seperti fotokopi KTP, surat izin orang tua (jika diperlukan), atau dokumen lain sesuai dengan kebijakan perusahaan.




Setelah mencatat persyaratan tersebut, Alifa merasa lebih siap untuk mengajukan PKL di perusahaan perbankan. Ia merencanakan untuk mengumpulkan semua berkas yang diperlukan, mempersiapkan diri untuk wawancara (jika diperlukan), dan mengirimkan lamarannya sesuai dengan instruksi yang tertera dalam pengumuman PKL.


Lalu, dengan hati yang penuh semangat dan tekad yang kuat, Alifa melangkah cepat menuju kosannya setelah mengetahui pentingnya mengurus berkas-berkas yang dibutuhkan untuk PKL. Setiap langkahnya terasa ringan, seakan-akan ia sudah melihat target kelulusannya begitu dekat.


Alifa merasakan kegembiraan yang tak terbendung saat memikirkan peluang besar yang ada di hadapannya. Ia tahu bahwa jika ia berhasil mengambil kesempatan PKL tahun ini, maka itu akan menjadi langkah penting menuju kelulusannya. Ia tidak ingin melewatkan kesempatan berharga itu.


Di dalam kosannya, Alifa dengan sigap membuka laptop dan mencari informasi tentang persyaratan dan dokumen yang diperlukan untuk mendaftar PKL. Ia tahu bahwa persiapan yang matang akan membantu mencapai targetnya dengan cepat.


Dalam kegigihannya, Alifa memeriksa satu per satu berkas yang harus disiapkan. Ia membuat daftar yang rapi tentang semua dokumen yang perlu dilengkapi, termasuk surat pengantar dari universitas, riwayat hidup, transkrip nilai, dan surat rekomendasi dari dosen.


Alifa meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup untuk menjalani PKL dengan sukses. Ia tahu bahwa pengalaman lapangan akan memberinya keunggulan di masa depan dan membantu mencapai tujuan kariernya.


Tanpa membuang waktu, Alifa mulai mengumpulkan semua dokumen yang dibutuhkan. Ia mencetak transkrip nilai, mempersiapkan surat rekomendasi, dan menulis surat pengantar dengan penuh perhatian. Ia ingin memastikan bahwa setiap detailnya sempurna, karena ini adalah langkah penting menuju masa depannya.


Dengan semangat yang membara, Alifa menyelesaikan semua persiapan dengan cepat. Ia melihat ke dalam cermin, memastikan bahwa ia terlihat rapi dan profesional. Setelah itu, ia bergegas keluar dari kosannya dengan berkas-berkas yang telah lengkap.


Dalam perjalanan yang penuh harap dan determinasi menuju kampus, Alifa merenungkan betapa pentingnya kesempatan yang sedang dihadapinya. Ia menyadari bahwa mengambil langkah maju dengan sukses dalam PKL akan membuka pintu bagi pencapaian target kelulusannya. Setiap langkah kecil itu akan menjadi fondasi yang kuat untuk membangun masa depannya.


Alifa membiarkan pikirannya melayang jauh, membayangkan masa depan yang diidamkan. Lulus dalam waktu tiga tahun, membuka usaha yang sukses, menerbitkan buku yang telah lama ia tulis, dan mencapai mimpi-mimpi lainnya yang melambung tinggi di benaknya. Ia mengerti bahwa pencapaian ini tidak akan terwujud secara instan, tetapi ia yakin bahwa dengan kerja keras dan tekad yang bulat, ia mampu meraihnya satu per satu.


Dalam lamunan itu, Alifa memvisualisasikan dirinya sebagai seseorang yang gigih dan berbakat. Ia membayangkan dirinya berdiri di atas panggung, memberikan pidato inspiratif tentang perjalanan hidupnya yang penuh tantangan dan pengorbanan. Ia ingin menjadi seseorang yang bisa memberikan inspirasi kepada orang lain dan membuat perubahan positif di dunia.


Alifa tahu bahwa mimpi-mimpi itu tidak akan tercapai tanpa kerja keras dan ketekunan. Ia akan menghadapi rintangan dan kegagalan di sepanjang jalan, serta bersedia menerima tantangan itu. Ia akan belajar dari kegagalan dan terus berusaha meningkatkan diri, karena ia meyakini bahwa setiap pengalaman membawa pelajaran berharga.


Dalam perjalanan menuju kampus, Alifa menguatkan tekadnya. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan memberikan yang terbaik dalam setiap langkahnya, termasuk dalam PKL yang sedang ia upayakan saat ini. Ia berkomitmen untuk menjalani proses ini dengan dedikasi dan ketekunan, karena ia tahu bahwa inilah awal dari perjalanan panjang menuju impian dan kesuksesan masa depannya.


Dengan semangat yang membara, Alifa melangkah ke kampus dengan keyakinan yang menggebu-gebu. Ia tahu bahwa di hadapannya terbuka peluang yang besar dan ia siap untuk menjadikan setiap kesempatan sebagai batu loncatan ke arah impian-impian yang telah lama dinantikan.

__ADS_1


...****...


__ADS_2