CEO Galak Vs Cewek Bar-bar

CEO Galak Vs Cewek Bar-bar
Bab 13. Salah Doa


__ADS_3

Tapi sepertinya yang dipikirkan oleh Erlangga justru berbeda. Sepertinya ya malah ingin supaya anaknya bisa berlama-lama magang di tempat itu agar sifatnya yang manja dan tidak disiplin itu bisa berubah.


"Akan aku pikirkan, sekarang tidurlah!" kata Erlangga pada Siska.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Raja sudah menghubungi Carissa dan mengatakan semua laporan yang dia buat di atas meja kerja Raja, semuanya salah.


Carissa terkejut bukan main, saat dia melihat ke arah jam di dinding kamarnya. Jam di dinding itu masih menunjukkan kalau saat ini masih jam 06.00 pagi. Tapi CEO galaknya sudah berada di kantor.


"Bos, ini masih jam enam. Bukankah kamu kerjaku di mulai jam delapan? karyawan lain saja baru mulai jam sembilan?" tanya Carissa bingung.


"Kata siapa jam kerjamu di mulai jam 8, aku akan kirimkan kontrak kerja yang sudah kamu tanda tangani kemarin!" kata Raja yang langsung memutuskan panggilan telepon dan mengirimkan pesan kepada Carissa.


Carissa yang masih berada di atas tempat tidurnya langsung membuka pesan di ponselnya. Pesan kiriman dari Raja, terlihat jelas di layar ponsel Carissa, kontrak yang di tanda tangani oleh Carissa. Jam kerja Carissa adalah jam 06.00 pagi sampai selesai.


Carissa langsung menepuk jidat sendiri dengan keras ketika dia melihat pesan yang dikirimkan oleh Raja.


"Oh my God, Kenapa aku tidak membaca dulu semua isi kontraknya sebelum tanda tangan. Bagaimana ini, aku belum mandi, belum sarapan, belum sikat gigi, agkhhh...!"


Carissa langsung melompat dari atas tempat tidurnya menuju kamar mandi, dia tidak peduli lagi tentang mandi dan hanya menyikat gigi lalu menyiram tubuhnya dengan parfum. Setelah berganti pakaian, Carissa pemasukan semua alat make up nya ke dalam tas dan langsung pergi keluar dari kamarnya.


Carissa terburu-buru menuruni anak tangga sambil menyisir rambutnya. Dia sudah tidak sempat lagi sarapan, saat menuruni anak tangga kebetulan dia melihat Yati yang sedang mengepel.


"Non pelan-pelan!" kata Yati yang khawatir kalau anak majikannya itu akan terpeleset dan terjatuh.


"Upsss!"


Nyaris saja Carissa terjatuh, untung saja saat dia terpeleset, dia langsung menubruk sofa ruang tengah yang begitu tebal, besar dan kokoh berdiri. Maklum saja, selain dari kayu kualitas terbaik. Sofa itu juga dari kulit terbaik, semua komponen di sofa itu adalah bahan-bahan terbaik, bahan premium. Jadi meskipun ditabrak oleh Carissa, siapa itu sama sekali tidak bergeser seperempat inci pun dari tempatnya.


"Bi, Aku berangkat kerja dulu ya, kalau mama cari bilang aku sudah berangkat!" kata Carissa yang langsung keluar dari dalam rumah.


Bi Yati sampai terbengong melihat apa yang baru saja dikatakan oleh Carissa. Nonanya yang biasanya jam sembilan saja belum bangun dan memilih kuliah dengan kelas siang karena tidak terbiasa untuk bangun pagi kali ini, dalam dua hari ini, dia melihat perubahan yang besar dari nonanya itu.


Carissa lansung menghampiri satu buah mobil yang sedang di panaskan oleh supirnya.


"Non, katanya gak boleh pakai mobil dulu?" tanya Juki, salah satu supir di kediaman Setiawan.

__ADS_1


"Kata siapa? boleh kok. Aku pakai yang ini ya, bensin aman kan pak Juki?" tanya Carissa.


"Aman sih non, tapi kata tuan besar...!"


"Itu kemarin pak Juki, aku buru-buru. Sudah ya bye!" kata Carissa yang langsung membawa mobil itu keluar dari pintu gerbang.


Carissa berusaha untuk kembali merias dirinya di dalam mobil. Tapi hal itu dilakukan jika berada di lampu merah. Lumayan kan, tiga kali lampu merah, dia bisa pakai pelembab dan sun screen.


Dia pakai lipstik dan bedak di dalam lift. Benar-benar butuh perjuangan, dia sangat berharap papanya secara mencabut hukumannya, karena jika tidak, Carissa pasti akan menyerah juga lama-lama.


Begitu sampai di ruangannya, dia meletakkan tasnya yang ukurannya agak besar hari ini karena terisi banyak peralatan make up miliknya. Carissa langsung membuka lacinya dan mengambil buku agenda yang biasa dia bawa saat bertemu dengan Raja.


Carissa bergegas mendekati ruangan Raja, tapi belum masuk ke dalam. Dia sudah melihat dan merasakan aura yang begitu tidak enak. Carissa seperti melihat pintu ruangan Raja itu membesar, lebih besar dari ukuran yang seharusnya. Dan warna ruangan itu tidak lagi putih. Tapi menghitam.


Carissa yang pada akhirnya tersadar kalau semua yang di imajinasikan itu tidak mungkin segera menggelengkan kepalanya beberapa kali.


"Ya ampun, ini pasti efek belum sarapan nih kayak gini!" kata Carissa bergumam sendiri.


Carissa semakin belakang maju dan kemudian mengetuk pintu ruangan bosnya tersebut.


Tok tok tok


"Ya ampun, kok kayak de javu ya, apa aku pernah melakukan ini sebelumnya?" tanya Carissa bingung.


Sepertinya semua efek yang menggadang ada di pikiran Carissa karena dirinya masih merindukan bantalnya di rumah. Biasanya kan dia tidak bangun sepagi ini.


"Bos, ini aku. Aku masuk ya?" tanya Carissa.


Tapi setelah dirinya berkata seperti itu pun tidak ada sahutan dari dalam ruangan. Carissa memutuskan membuka pintu itu perlahan.


Ceklek


Begitu Carissa masuk, aura yang dia rasakan adalah aura yang begitu gelap, dan mencekam. Aura yang sama seperti saat pertama kali dia masuk ke dalam wahana rumah hantu yang ada di taman-taman bermain.


Apalagi ketika dia melihat Raja yang sedang duduk di kursi kebanggaannya dan melihat ke arah pintu. Menatap mata Carissa dengan tatapan sangat tajam, seperti tatapan Joker saat ingin menghabisi korbannya.

__ADS_1


Carissa benar-benar sangat merinding.


'Oh my God, kalau mati sekarang aku masih belum ikhlas nih. Aku belum ketemu Siddarth Malhotra. Gak rela benget pokoknya!' batin Carissa merupakan penggemar berat Siddarth Malhotra.


"Se... selamat pagi bos, tolong lihatin akunya jangan begitu ya bos. Berada di tusuk panah aku bos!" kata Carissa jujur.


Brakkkk


'Astaga, jantungan lama-lama aku, mati muda beneran ini!' batin Carissa yang terkejut.


Carissa terkejut bukan main, saat dia baru saja menutup mulutnya, Raja malah membanting sebuah dokumen di atas meja dengan begitu keras.


"Aku bilang apa soal kata yang salah di coret dengan tinta biru, tapi harus langsung di benarkan! kenapa semua kamu coret dan letakkan di atas mejaku?" tanya Raja kesal.


Carissa sampai melongo, seingatnya perintah Raja memang seperti itu.


"Tapi bos, kemarin bos bilang coret yang salah, dan letakkan di atas meja...!"


"Jadi kamu mau bilang aku yang salah kasih perintah?" tanya Raja menyela Carissa.


"Bu.. bukan begitu bos, tapi..!"


"Tidak ada tapi-tapian, ambil dokumen ini. Kembali dalam satu jam, dengan dokumen yang sudah benar dan rapi!" kata Raja melempar dokumen itu ke ujung meja.


'Dasar Raja Hutan, aku sumpahin kamu bucin sama aku. Aku sumpahin kamu gak akan bisa merintah aku lagi, aku yang akan merintah kamu!' batin Carissa kesal.


Tanpa bicara lagi, Carissa langsung meraih dokumen itu dan pergi dari ruangan Raja.


"Huh, gini amat jadi sekertaris magang. Teraniaya terus, eh... doa orang teraniaya kan di kabulin ya katanya!"


Plak


Carissa menepuk dahinya sendiri dengan keras.


"Kenapa sih aku malah doa yang tadi, harusnya kan aku doa aja ketemu Siddarth Malhotra. Huh!" keluhnya sambil menuju meja kerjanya dengan langkah lesu.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2