CEO Galak Vs Cewek Bar-bar

CEO Galak Vs Cewek Bar-bar
Bab 20. Perjanjian


__ADS_3

Begitu Carissa sampai di rumahnya, gadis itu benar-benar di buat terkejut dengan keberadaan seseorang yang paling dia tidak inginkan hadir di dalam kehidupannya (duh author mulai lebay).


Mendengar langkah kaki yang tidak anggun-anggunnya sama sekali itu. Semua orang langsung menoleh ke arah pintu, dimana suara langkah kaki seperti orang yang berada di pasar sangat keras dan tidak ada irama ketukannya itu semakin mendekat ke arah ruang tamu.


Kamila tampak tersenyum, Nando sudah mengirimkan foto Carissa. Jadi Kamila tahu kalau yang datang itu adalah Carissa.


"Hai Carissa!" sapa Kamila yang memang suka pada Carissa sejak pertama kali lihat fotonya yang di kirimkan oleh Nando.


Carissa malah bingung, kenapa wanita itu sok akrab padanya.


Tapi demi menghormati wanita itu yang sudah menyapanya terlebih dahulu dengan begitu antusias. Carissa pun tidak mau dong dianggap tidak sopan, maka Carissa pun balas menyapa wanita itu.


Carissa mengangkat tangannya seperti melambaikan tangannya kepada Kamila, sapaan itu sebenarnya lebih mirip sapaan dari teman yang sebaya.


Dan berapa terkejutnya dia ketika mengetahui kalau kedatangan Raja dan keluarganya untuk melamarnya.


Carissa yang tadinya duduk manis di sebelah mamanya lantas berdiri karena sangat terkejut.


"Menikah? dengannya?" tanya Carissa sambil menunjuk ke arah Raja.


"Carissa duduk, tidak sopan bicara seperti itu pada calon mertua mu. Papa sudah setuju, kalian akan bertunangan satu minggu lagi, pernikahan akan di laksanakan setelah ulang tahun mu ke 20. Tiga bulan lagi!" kata Erlangga yang seolah tak memberikan sedikit pun kesempatan pada Carissa untuk menolak.


Carissa sampai melongo, rahangnya nyaris jatuh. Dia masih tidak percaya papanya yang keras kepala itu bisa menerima lamaran dari Raja hutan yang paling dia tidak suka.


Siska lantas menarik tangan Carissa agar putrinya itu duduk kembali.


"Duduk Cha!" kata Siska.


Keputusan sudah di ambil, Carissa masih bengong di tempatnya. Bahkan saat Raja dan keluarganya akan berpamitan pulang.


Begitu Raja dan keluarganya pulang, Carissa lansung mengadu pada mamanya.

__ADS_1


"Ma, itu tuh orangnya ma. Dia yang suka ngasih kerjaan di luar nurul sama aku ma. Kok malah di terima sih lamarannya? lagian Icha masih kecil ma, gak mau nikah dulu, nikah itu repot banget, gak boleh ini gak boleh itu gak boleh kesini, gak boleh kesitu..." tanya Carissa.


"Memangnya seumur hidup kamu mau terus seperti itu? mau terus hidup bebas, tidak punya rasa tanggung jawab, tidak tahu waktu, bergaul dengan teman-teman yang hanya merusak dan semakin merusak mu. Papa dan mama tidak bisa selamanya melindungi kamu dan menjaga kamu Carissa, sebaiknya rumah sikapmu yang bar-bar itu menjadi lebih baik. Papa tidak akan mewariskan satu sen pun harga papa untuk kamu jika kamu menolak pernikahan ini, atau bahkan jika pernikahan mu berakhir sebelum satu tahun. Mengerti!" kata Erlangga terdengar begitu tegas lantas pergi dari ruangan itu.


Lidya dan Irsyad yang masih berada di ruangan itu hanya saling pandang. Terlihat Irsyad mengangguk paham dan pamit untuk istirahat duluan pada Siska dan yang lain.


Begitu Irsyad pergi, Lidya menepuk bahu Carissa.


"Icha sudahlah, turuti saja. Papa pasti sudah memikirkan ini. Pilihan papa selalu yang terbaik, percayalah!" kata Lidya yang dulu pernikahannya dengan Irsyad itu Erlangga yang menentukan.


Irsyad juga masih anak dari sepupu jauh Erlangga. Dan benar saja, sampai di karuniai 2 orang anak, hubungan mereka sangat harmonis. Tak pernah sekalipun Siska menerima aduan dari Lidya kalau dia bertengkar dengan suaminya.


Carissa masih cemberut.


"Kakak enak, di jodohkan dengan kak Irsyad. Sudah tampan, lembut, baik hati, murah senyum, suka menolong dan gak emosian. Itu si Raja hutan itu... dia itu titisan Hitler kak, dia bukan manusia. Dia itu monster!" jelas Carissa sangat melebih-lebihkan dan terlihat begitu mendramatisasi tentang bagaimana dia mengatakan bagaimana seorang Raja itu menurut dirinya.


"Cha udah deh, gak usah konyol. Masa iya ada orang kayak monster, kebanyakan nonton film gak jelas kamu. Terima saja ya, daripada gak dapat warisan, aku sih gak rugi ya, kan kalau kamu gak dapat warisan papa otomatis buat aku semua kan ya, terserah kamu sih...!"


Lidya tampak menggunakan cara lain untuk membujuk Carissa agar mau menerima pernikahannya itu.


"Nak, mama pikir papa dan kakakmu itu benar. Banyak loh yang menikah tapi tidak bisa di terima keluarga suaminya. Mama lihat mama mertua kamu begitu senang padamu. Itu adalah hal yang jarang, jadi mama pikir lebih baik kamu menerima pernikahan ini. Ya nak!" pinta Siska pada Carissa.


Dan pada akhirnya, Carissa tidak bisa berkata-kata lagi.


Keesokan harinya, Carissa rasanya malas sekali berangkat ke kantor dan bertemu dengan Raja. Tapi dia masih harus bekerja, kalau dia tidak berangkat bekerja dia bahkan tidak akan dapat uang saku. Benar-benar menyedihkan.


Saat naik taksi online, Tiara terus melihat ke arah ponselnya. Sepi sekali, dulu sebelum semua fasilitasnya di cabut oleh papanya dan dia ijin tiga bulan magang, ponselnya tidak pernah sepi. Selalu berdering, banyak pesan dan telepon dari teman-temannya di geng Ouch. Tapi semenjak Carissa sering menolak pergi, dia sama sekali tidak pernah lagi di hubungi teman-temannya.


Tanpa terasa dia sudah sampai di kantor. Setelah membayar taksi, Carissa pun melangkah masuk ke perusahaan. Tapi ternyata Nando sudah ada di depan perusahaan menunggunya.


"Selamat pagi kak Nan...!"

__ADS_1


"Selamat pagi Carissa, kenapa ponselmu tidak bisa di hubungi?" tanya Nando.


Carissa mengeluarkan ponselnya. Ternyata dia lupa menghidupkan data seluler pada ponselnya. Pantas saja sejak pagi tadi sepi sekali tidak ada notifikasi masuk.


"Aku lupa hidupkan data kak!" jawab Carissa sambil nyengir.


"Pantas saja, sekarang cepat ikut aku ke ruangan bos?" kata Nando terkesan terburu-buru.


Nando melangkah duluan masuk ke dalam gedung. Sedangkan Carissa menghela nafas berat.


'Aku punya feeling gak enak ini!' batin Carissa.


Benar saja begitu sampai di ruangan Raja, Nando lantas keluar dari sana.


Brakkkk


Raja melemparkan sebuah dokumen di atas meja kerjanya.


"Tanda tangani itu!" kata Raja.


Carissa mendekat lagi, dia membaca apa isi dokumen itu. Matanya melebar melihat setiap poin di dalamnya.


"Apa-apaan ini, kenapa pernikahannya hanya enam bulan?" tanya Carissa.


Raja terkejut.


"Apa maksudmu? apa itu terlalu lama, baiklah akan aku rubah. Bagaimana kalau empat bulan?" tanya Raja yang merasa kalau Carissa juga tidak ingin menikah dengannya sebenarnya.


"Gak bisa, aku maunya setahun. Kalau setahun aku tanda tangan, kalau kurang dari setahun aku tidak mau tanda tangan!" kata Carissa tegas.


'Gadis ini waras tidak sih? kenapa dia malah ingin semakin lama aku siksa, aneh!' batin Raja.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2