CEO Galak Vs Cewek Bar-bar

CEO Galak Vs Cewek Bar-bar
Bab 9. Rencana Raja


__ADS_3

Raja masih tidak habis pikir bagaimana bisa Carissa bicara padanya seperti itu. Selama ini tidak ada yang berani bicara padanya seperti itu. Raja mengusap rambutnya dari depan ke arah belakang dengan kesal.


"Apa katanya? harus aku yang menyusulnya? memangnya dia pikir siapa dia! Mimpi saja!" kata Raja yang sudah memutuskan untuk tidak menyusul Carissa.


Raja kemudian melanjutkan pekerjaannya. Tapi baru beberapa menit mengerjakan pekerjaannya, Kamila kembali menghubungi nya. Raja lantas mengusap wajahnya dan berdiri dari kursinya.


"Astaga!" pekik Raja kesal.


Tapi meskipun kesal, dia pun keluar dari ruangannya dan pergi untuk menyusul Carissa. Nando pasti sudah di hubungi oleh Kamila, dan asisten pribadinya itu sangat jujur.


Nando pasti mengatakan Carissa belum kembali hingga Kamila kembali menghubungi Raja.


Begitu lewat ruangan Nando yang ada di sebelah ruangannya. Mata Raja langsung menatap asisten pribadinya itu dengan tetapan yang sangat tajam seperti seekor burung elang yang menatap mangsanya dari kejauhan.


Nando hanya bisa menunduk dan pura-pura sibuk. Mau bagaimana lagi, dia takut durhaka pada tantenya yang sudah mengurusnya sejak kecil.


Raja pun masuk ke dalam lift. Rasanya dia masih tidak iklhas harus menyusul Carissa ke halte bus. Tapi mau bagaimana lagi, daripada dia bertengkar dengan mamanya dan kembali di jodohkan lagi dengan wanita-wanita yang sangat tidak sukai itu lebih baik bersandiwara dengan wanita yang jelas juga bukan seleranya itu.


Raja bahkan sempat memikirkan hal itu, wanita yang menjadi sekertaris magangnya itu adalah wanita yang jauh sekali dari tipenya. Wanita yang tidak membuatnya tertarik, artinya wanita itu tidak akan pernah dia cintai, yang artinya juga, dia tidak akan pernah sakit hati karena wanita itu.


Bukankah akan lebih baik kalau dia bersandiwara dengan Carissa, daripada di jodohkan dengan wanita yang genit dan sebenarnya hanya ingin harta dan tidak tahu mengurus suami atau pekerjaan.


Begitu sampai di halte bis, Raja menghela nafasnya kesal.


"Ayo kembali ke kantor!" kata Raja begitu saja lalu berbalik pergi lagi.


Carissa sampai melongo.


"Hais, mana ada orang membujuk orang yang lagi merajuk hanya begitu saja! 'ayo kembali ke kantor' apa-apaan itu" gerutu Carissa yang tidak beranjak dari tempatnya duduk, tapi sepertinya Raja juga tidak mendengarnya.


Merasa Carissa masih tidak mengikuti langkahnya. Raja pun berbalik dan berseru pada gadis itu.


"Satu...!"


"Dua...!" balas Carissa tak perduli.


"Tiga!" kata Raja yang terdengar sangat lantang.


Carissa sampai terjatuh dari kursi di halte bus itu karena suara Raja mengejutkannya.

__ADS_1


"Astaga!" keluh Carissa.


Karena Carissa merasa Raja sangat serius, maka dia pun segera berjalan. mengikuti Raja. Karena sebenarnya dia juga akan dapat masalah kalau sampai tidak bisa kembali bekerja di perusahaan Raja ini.


Begitu mereka masuk ke dalam kantor, beberapa orang karyawan terlihat memperhatikan Raja dan juga Carissa. Beberapa dari mereka bahkan terlihat berbisik-bisik.


"Itu kan cewek aneh yang tadi ada di halte. Yang ngedumel sendiri gak jelas tadi!" kata salah satu karyawati berbaju merah.


"Masak sih? bukannya dia sekertaris barunya tuan Raja!" kata temannya yang pakai kaca mata minus 4.


"Oh, jadi gitu ya seleranya tuan Raja, dia suka cewek yang aneh!" kata temannya yang membawa gelas boba.


"Lihat apa kalian?" tanya kepala divisi mereka yang kebetulan lewat di sana.


"Eh pak, gak lihat apa-apa!" kata yang berbaju merah.


"Ini lagi, ngapain waktu kerja bawa minuman, sini!" kata kepala divisi itu yang langsung meraih minuman Boba yang di pegang oleh salah satu karyawannya.


"Yah, baru juga di beli. Habis ngantri setengah jam lebih itu!" kata karyawan yang minumannya di ambil kepala divisi.


Raja dan Carissa sudah masuk ke dalam lift. Carissa tampak diam saja.


'Ih, dia ngelawak. Yang bikin peraturan jangan ngomong kalau dia gak nanya siapa coba?' tanya Carissa dalam hatinya.


"Bos, katanya kalau bos gak tanya jangan ngomong! nanti salah lagi, di usir lagi!" kata Carissa menyindir.


Dan Raja sepertinya sangat menyesal sudah bertanya pada Carissa. Jawabannya lebih tajam dari duri kaktus.


Raja lantas memalingkan wajahnya dari Carissa. Begitu pintu lift terbuka, Raja lantas buru-buru keluar dari lift dan berjalan cepat menuju ke ruangannya.


Tubuh mungil Carissa membuat Carissa juga punya kaki yang mungil. Carissa bahkan harus setengah berlari untuk bisa mengikuti Langkah Raja yang panjang dan cepat itu.


'Ya ampun, ini orang kebeelet apa gimana sih? jalannya cepet banget!' batin Carissa yang tak mau ketinggalan terlalu jauh.


Langkah Raja melambat ketika dia sampai di depan ruangan Nando. Carissa yang sudah terlanjur sprinter alias jalan cepat pun tak bisa mengerem mendadak langkahnya.


Brukkk


"Aughk!"

__ADS_1


Ucap Carissa yang memegangi hidungnya karena terasa sakit akibat membentur punggung kekar Raja.


'Hidungku, kejedot tembok Cina. Aduh, sakit!' seru Carissa dalam hatinya.


"Bos, kalau ngerem jangan mendadak dong bos. Sakit nih hidungku!" keluh Carissa yang hidungnya memang merah.


Raja merasa kesempatan ini bisa dia gunakan untuk membuat Nando melaporkan apa yang dia lihat pada Kamila. Supaya Kamila tidak curiga lagi padanya, apakah dia pura-pura atau beneran punya hubungan dengan Carissa.


Raja berbalik dan melihat kalau hidung Carissa memerah.


"Makanya kalau jalan lihat ke depan, orang sebesar ini masak iya gak kelihatan?" tanya Raja pada Carissa.


'Hah, situ orang. Aku pikir tembok!' pikir Carissa.


Tapi perlahan Raja menyentuh hidung Carissa.


"Diam sebentar, aku tiup ya supaya tidak sakit!" kata Raja yang lantas mencoba mengembuskan karbondioksida hasil pembakaran oksigen dan uap air di dalam tubuhnya ke arah hidung Carissa.


"Fuhhhh... Fuhhhh!"


Carissa awalnya merasa ragu, takutnya aroma yang keluar dari mulut Raja akan membuatnya pingsan. Tapi dasarnya orang kaya, nafas dari mulutnya saja aromanya mint. Apalagi saat menatap wajah Raja yang memang tampan rupawan, dalam beberapa detik, rasanya Carissa terhipnotis pada ketampanan Raja yang masih sebelas dua belas dengan Kim Seo Joon di mix dengan Johnny Depp.


"Sudah!" kata Raja yang lantas pergi meninggalkan Carissa ketika dia melihat Nando meraih ponselnya dan pergi.


"Eh!"


Carissa terdengar seperti sedang merasa kecewa, dia kecewa karena Raja pergi.


Carissa lantas menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"OMG! gak beres nih. Tuh Raja hutan ganteng banget kalau di lihat dari dekat!" gumam Carissa.


Saat Raja sudah berada di depan ruangannya dan merasa Carissa belum mengikutinya. Raja lantas memanggil Carissa.


"Hei, kenapa bengong? cepat kemari! masih banyak pekerjaan yang harus kamu kerjakan!" tegas Raja.


"Whatt! hah... aku cabut kata-kata ku tadi!" kesal Carissa lalu berjalan dengan cepat menuju ruangan Raja.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2