
Yang terkejut saat melihat penampilan Carissa adalah Kamila. Sebenarnya bukan Kamila saja, orang-orang yang ada di butik juga terkejut sih sebenarnya. Bagaimana tidak, Carissa benar-benar datang dengan mini dress hitam, tas hitam, sepatu hak tinggi hitam, dan kaca mata hitam.
"Sayang, kamu habis ngelayat langsung ke sini ya?" tanya Kamila pada Carissa.
Carissa yang awalnya begitu percaya diri pun menjadi canggung. Dia menyimpan kacamata hitamnya dalam tas.
"Gak kok Tante, aku langsung kesini. Raja mana Tante?" tanya Carissa yang sudah mulai sangat akrab dengan Kamila.
"Itu dia lagi terima telepon di sana!" kata Kamila yang masih tercengang.
Karena menurut Kamila, Carissa itu salah kostum.
Carissa pun menghampiri Raja, ketika Raja berbalik, Carissa tersenyum manis dan berdiri di depannya sambil berputar di depan Raja, menunjuk penampilannya yang baru, yang tak kalah gotik dengan Raja.
Tapi melihat apa yang di lakukan oleh Carissa. Raja malah mengernyitkan keningnya bingung.
"Kamu tidak waras?" tanya Raja.
Carissa lantas membulatkan matanya.
"Tidak waras? siapa? aku?" tanya Carissa menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, kenapa berputar-putar di depanku?" tanya Raja yang langsung pergi meninggalkan Carissa yang sudah lama di anggapnya sebagai gadis tengil, konyol dan freak.
Dan mendengar apa yang di katakan oleh Raja, kini Carissa menyadari kalau cara ini gagal. Carissa pun memilih untuk masuk dan mengikuti Raja. Mereka memilih pakaian pengantin mereka.
Ketika Carissa memakai gaun pilihan Kamila, dia merasa sangat kesulitan berjalan. Raja yang melihatnya berjalan dengan aneh pun langsung mendekati Carissa.
"Ada jarum di gaunnya?" tanya Raja.
"Tidak bos, gaun ini. Aku rasa lebih berat dari barat badanku. Aku sudah jalan!" kata Carissa.
Raja pun akhirnya meminta petugas mengganti gaunnya.
"Mbak, ganti gaun lain!" seru Raja datar.
"Eh jangan, tidak enak sama Tante Kamila, ini pilihannya!" kata Carissa yang tidak enak pada calon mama mertuanya.
"Yang mau pakai baju pengantin kan kamu, kalau kamu tidak nyaman ya ganti lah kenapa di paksakan. Nanti aku yang akan bilang ke mama!" kata Raja.
Carissa pun masih tampak berpikir. Tapi Raja yang memang tidak suka berlama-lama, langung berkata.
"Ya sudah kalau tidak mau ..!"
"Mau.. mau!" kata Carissa yang langsung mengangkat gaunnya tinggi-tinggi dan berlari ke ruang ganti.
__ADS_1
Melihat tingkah Carissa itu, Raja harus berdecak kesal. Dia melihat ke sekeliling.
"Untung saja tidak ada pegawai pria di sini, apa dia waras kenapa dia mengangkat gaunnya tinggi sekali. Aku bahkan bisa melihat warna dalaman yang dia gunakan. Siall!" umpat Raja yang kesal karena lagi-lagi harus melihat sesuatu yang tidak ingin dia lihat.
Berikutnya, Carissa lantas keluar dengan gaun yang modelnya hanya kemben tanpa tali dan lengan. Memperlihatkan dua gundukan di dadanya yang meski tidak terlalu besar. Tapi berbentuk sekali karena gaunnya yang memang sempit di bagian itu.
Raja tanpa melihat dua kali langsung meminta Carissa ganti lagi.
"Kenapa bos, ini tidak berat?" tanya Carissa.
"Tidak berat katamu? kamu ingin semua orang melihat dadamu yang rata itu. Bikin malu saja, ganti!" Setu Raja.
Carissa lalu melihat ke arah dadanya.
"Gak rata-rata banget kali bos, lihat nih masih ada gundukannya!" kata Carissa yang membuat dua pegawai wanita butik itu terkekeh sambil menutup wajah mereka.
Mereka saja merasa malu, saat Carissa mencondongkan dadanya di depan Raja.
Raja pun kembali mengumpat dalam hatinya.
'Wanita ini, apa dia ini tidak tahu malu. Astaga!'
"Ganti atau ku pecat!" Pekik Raja.
Mendengar kata pecat, Carissa langsung berlari masuk ke dalam ruang ganti lagi.
"Wah, ini cantik sekali calon menantu mama!" puji Kamila yang langsung membuat Raja menoleh.
Benar saja pakaian itu seperti menyatu pada Carissa dan itu membuatnya terlihat sangat cantik.
Meski hanya beberapa saat, tapi Kamila bisa melihat, kalau Raja memandang ke arah Carissa dengan penuh kagum. Kamila sangat senang melihat itu.
Setelah memilih gaun pernikahan, cincin pernikahan, dan undangan. Kamila meminta Raja mengantarkan Carissa ke rumahnya karena sudah malam.
Saat di jalan, Carissa pun berkata pada Raja.
"Bos, tidak mau bertanya, kenapa hari ini aku pakai pakaian seperti ini. Bukan yang warnanya cerah seperti biasanya?" tanya Carissa pada Raja.
Tapi sayangnya, sepertinya Raja tidak perduli sama sekali dengan pertanyaan Carissa itu.
"Bos!" panggil Carissa lagi.
"Aku tidak mau tahu, aku tidak perduli!" jawab Raja tanpa melihat ke arah Carissa barang sekilas pun.
"Aku melakukannya untuk menyenangkan mu...!"
__ADS_1
Citttt
Mendengar alasan Carissa itu, Raja langsung menginjak pedal remnya mendadak.
"Turun!" kata Raja.
"Apa?" tanya Carissa bingung.
"Keluar dari mobilku!" kata Raja.
Carissa merasa kalau Raja sangat marah, tapi dia tidak tahu Raja marah kenapa.
"Bos, kenapa menyuruhku turun, Tante Kamila minta aku di antar olehmu sampai rumah!" jawab Carissa.
"Bodoh juga ada batasnya wanita tengil, jangan menguji kesabaran ku. Aku sudah bilang padamu, tidak akan ada hubungan lain di pernikahan kita selain kontrak suami dan istri. Satu tahun, lalu bercerai. Apa tidak jelas bagimu perkataan ku?" tanya Raja yang terlihat kesal. Matanya sudah merah.
"Tapi.. tapi apa salahnya kalau kita punya anak?" tanya Carissa.
"Kenapa kamu ingin sekali punya anak dariku?" tanya Raja kesal.
'Hah, kenapa? ya karena aku mau warisan dari papa. Tapi aku tidak mungkin mengatakannya pada Raja kan. Aku harus jawab apa?' batin Carissa bingung.
"Ya... karena.. karena...!"
"Karena apa?" tanya Raja membentak Carissa.
"Karena aku menyukaimu!" kata Carissa yang bahunya naik sekilas karena terkejut akan pertanyaan Raja yang di tanyakan oleh pria itu dengan suara nada tinggi.
Raja terdiam, dia ingin mencoba melihat kebohongan di mata Carissa. Tapi Carissa malah memejamkan matanya.
Satu detik, dua detik, tiga detik, tak mendengar suara apapun. Carissa membuka matanya perlahan.
"Tapi aku tidak menyukai mu?" kata Raja tegas.
Kalau itu wanita lain, yang pernyataan cintanya di tolak mentah-mentah di depan muka seperti itu. Mungkin wanita itu akan keluar dari mobil dan lari sangat jauh.
Tapi karena itu Carissa, maka dia terlihat sangat biasa saja.
"Kalau begitu beri aku kesempatan membuatmu menyukai ku!" tantang Carissa.
"Maksudmu!" tanya Raja.
"Biarkan aku mengejarmu!" kata Carissa dengan wajah serius.
Raja benar-benar tak bisa berkata-kata, wanita di depannya itu benar-benar konyol.
__ADS_1
***
Bersambung...