CEO Galak Vs Cewek Bar-bar

CEO Galak Vs Cewek Bar-bar
Bab 7. Masa Lalu Raja


__ADS_3

Mata Raja melebar ketika Raja yang refleks berusaha bangun malah membuat Carissa kehilangan keseimbangannya dan jatuh tepat di atas Raja.


Cup


Mata Carissa juga melotot ketika dia terjatuh di atas Raja. Dengan posisi yang begitu pas, sehingga kedua bibir mereka benar-benar bertemu.


Nando yang menyaksikan itu lantas memalingkan pandangannya.


"Aku akan keluar dulu!" katanya cepat dan buru-buru melangkah ke luar ruangan pribadi Raja itu.


Raja yang begitu terkejut lantas mencoba mendorong Carissa, tapi dia malah salah menyentuh di bagian dada.


"Agkhhh!" pekik Carissa yang langsung berusaha untuk bangun dari atas Raja.


"Bos, apa yang kamu lakukan?" tanya Carissa yang menyilangkan tangan di depan dadanya dan berbalik membelakangi Raja.


"Kamu yang apa-apaan, kenapa masuk ke ruangan pribadi ku, mengambil kesempatan dalam kesempatan lagi. Sekarang kamu pulang saja, mulai besok tidak usah masuk kerja lagi!" kata Raja yang terlanjur emosi pada Carissa.


Carissa lantas berbalik, dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Ta... tapi bos...!"


"Tidak ada tapi-tapian, aku belum pernah bertemu perempuan yang tingkahnya tengil seperti kamu, keluar!" kata Raja dengan tegas.


Carissa yang merasa kalau di sini sebenarnya dia yang lebih banyak di rugikan tak bisa berbuat apa-apa. Kan dia hanya khawatir pada Raja, tapi kalau sikapnya membuat Raja kesal. Carissa bisa apa.


Carissa pun pergi tanpa bicara, jangan tanya dia menangis atau tidak. Menangis itu tidak ada dalam kamusnya.

__ADS_1


Saat Carissa keluar, Nando tampak memperhatikannya.


"Carissa, mau kemana?" tanya Nando.


Carissa yang sudah hampir memegang handel pintu lantas berbalik.


"Bos mu memecat ku. Dia pikir aku sengaja mengambil kesempatan di dalam kesempitan. Cih.. apanya yang mengambil kesempatan, tahu begitu aku tidak akan perduli dia di dalam tanpa suara atau tidak, pingsan atau tidak bahkan sudah end atau tidak! menyebalkan!" gerutu Carissa sambil lalu keluar dari ruangan CEO.


Nando terlihat simpati pada Carissa, dia menunggu Raja keluar dari ruangan pribadinya lalu berkata.


"Tante dan om sedang keluar kota, begitu mereka kembali. Tante ingin kamu membawa Carissa ke rumah!" kata Nando.


"Apa-apaan...!"


"Carissa itu gadis yang malam itu ada di kafe kan? saat kamu bertemu dengan Intan keponakannya pak Hariri?" tanya Nando lagi.


"Satu lagi, dia bukan mengambil kesempatan dalam kesempitan tadi. Dia khawatir karena sudah lama kamu berada di dalam tanpa suara. Dia mengetuk dari luar tapi tidak ada respon.Dia mana tahu kalau ruangan mu kedap suara. Dia sampai ke ruangan ku dan minta kunci cadangan ruangan itu. Caramu tidur membuatnya salah paham, dia pikir kamu pingsan. Aku pikir kamu harus minta maaf padanya, bos!" kata Nando dengan ekspresi wajah serius.


Raja menatap Nando dengan enggan.


"Lagipula kenapa kamu harus bukakan pintunya?" tanya Raja berdalih.


"Dia kekasihmu, dia khawatir padamu. Aku lihat dia sampai berkeringat karena sangat panik. Apa kamu tidak lihat wajahnya tadi, dia benar-benar mencemaskan mu. Sebenarnya kamu pacaran dengannya tidak sih?" tanya Nando.


Raja masih terlihat kesal, dia juga sebenarnya malas untuk menjawab pertanyaan yang tidak perlu jawaban itu. Raja sebenarnya juga hanya memanfaatkan kesalahpahaman dari orang-orang terdekatnya tentang siapa itu Carissa, untuk menghindari kedua orang tuanya menjodoh jodohkan dia lagi dengan wanita-wanita yang genit itu juga banyak maunya itu.


"Berhenti seperti ini Raja, Vivian sudah tiada. Dia sudah tiada. Sampai kapan kamu akan menutup hatimu?" kata Nando.

__ADS_1


"Pergilah!" kata Raja yang malas berdebat dengan Nando.


"Baiklah, aku akan pergi. Tapi ingat, minta maaf pada Carissa. Aku bukannya mau membela. Tapi apa yang kamu lakukan ini tidak benar, Carissa pasti sakit hati, dia mungkin sedang menangis di suatu tempat saat ini. Yang namanya wanita itu hatinya lembut bos, aku harap kamu pertimbangan kan apa yang aku katakan barusan!"


Setelah mengatakan semua yang ada di pikirannya. Nando pun pergi meninggalkan Raja.


Raja kembali duduk di kursi kebesarannya, dia pun merenungi apa yang dikatakan oleh Nando. Tapi orang lain yang melihat, tidak mungkin mengerti apa yang dia rasakan.


Saat kuliah dulu, sepuluh tahun yang lalu lebih tepatnya. Raja bertemu dengan Vivian, cinta pertama nya. Raja memang pribadi yang introvert yang cenderung hanya dekat dengan orang-orang yang itu-itu saja, keluarga dan saudara-saudara serta orang-orang yang berada di rumahnya saja. Dengan teman di kampusnya pun dia tidak terlalu akrab. Hanya sebatas mengerjakan tugas dan tegur sapa saja.


Namun suatu hari, Vivian menyelamatkan Raja dari sebuah kecelakaan. Vivian yang menarik tangan Raja tepat waktu ketika pemuda itu akan menyeberang jalan. Sementara dari arah yang menuju ke arah jalan yang akan Raja lewati ada sebuah minibus yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi.


Sejak saat itu Raja mulai dekat dengan Vivian. Vivian juga selalu menunjukkan perhatiannya kepada Raja. Mereka cukup lama pendekatan sampai pada akhirnya Raja menyatakan perasaannya pada Vivian, di ulang tahun Vivian yang ke 21. Vivian 6 bulan lebih tua dari Raja. Tapi itu bukan masalah.


Hubungan mereka sangat baik, Raja dan Vivian adalah pasangan di kampus yang tidak pernah bertengkar. Sampai mereka lulus dan Vivian bekerja di perusahaan Tekno Company, milik ayah Raja, tentu saja atas permintaan Vivian dengan alasan dia tidak mau jauh dari Raja.


Tapi setelah menjalin hubungan selama empat tahun, Vivian kepergok selingkuh. Dan dengan entengnya dia mengatakan sudah menjalin hubungan dengan kekasihnya itu selama enam tahun. Artinya lebih lama dari hubungannya dengan Raja. Vivian bahkan mengaku secara terang-terangan kalau dia memang hanya memanfaatkan Raja. Tidak ada yang tahu tentang hal itu, karena setelah Vivian dan kekasihnya itu pergi, mereka mengalami kecelakaan dan keduanya meninggal dunia.


Keluarga Vivian yang ingin menjaga image keluarga mereka mengatakan pria yang bersama dengan Vivian itu adalah supir. Padahal mereka, keluarga Vivian juga tahu kalau itu adalah kekasih Vivian.


Raja yang datang ke rumah duka hanya diam, dia juga tidak mau membongkar aib orang yang sudah tidak ada. Sampai sekarang dia masih diam. Semua mengira dia begitu mencintai Vivian sampai menutup hatinya rapat-rapat dan menjadi pria yang dingin. Padahal dia memang menutup hatinya karena tak mau terluka lagi.


Dia tidak bisa percaya pada sebuah hubungan, empat tahun bukan waktu singkat untuknya di permainkan seperti itu oleh Vivian atas nama cinta. Raja hanya berusaha untuk membuat hatinya tidak terluka. Itu saja.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2