CEO Galak Vs Cewek Bar-bar

CEO Galak Vs Cewek Bar-bar
Bab 35. 30 Hari Menaklukkan Hati Raja


__ADS_3

Mata Raja malah jadi melotot pada Carissa yang dia pikir kalau bicara memang suka sangat berlebihan.


"Apa maksudmu pisah ranjang, kita memang punya perjanjian kan?" tanya Raja pada Carissa.


'Perjanjian itu lagi, bagaimana aku bisa hamil kalau mengikuti perjanjian itu? aku harus cari akal, bagaimana ya? apa aku katakan aku jatuh cinta padanya saja? ah.. aku katakan saja!' batin Carissa yang sama sekali tidak ingat akan perjanjian itu saat dia membuat kesepakatan dengan papanya.


"Iya itu perjanjian kan sebelum aku jatuh cinta padamu, kalau sekarang aku sudah jatuh cinta padamu. Mana mungkin aku tidak menyentuhmu, tubuhmu terlalu menggoda!"


'Astaga, aku bicara apa sih?' batin Carissa yang merasa kalau apa yang dia katakan memang agak berlebihan, bukan agak lagi sebenarnya dia memang sangat berlebihan kalau bicara.


Mendengar apa yang di katakan oleh Carissa. Raja bukannya senang, tapi malah menyentil kening Carissa.


Pletuk


"Jangan katakan hal yang begitu konyol padaku, jatuh cinta? memangnya kamu tahu apa itu cinta?" tanya Raja pada Carissa.


Menurut Raja, Carissa itu terlalu tengil dan konyol untuk tahu apa itu cinta.


'Dia meremehkan aku, belum tahu kalau aku suka baca novel online!' batin Carissa.


Carissa lantas merubah raut wajahnya menjadi sedih, meski dia masih terus mengusap-usap keningnya yang terasa panas akibat sentilan tangan Raja.


"Aku tidak berbohong padamu bos! aku jatuh cinta padamu. Kamu adalah pria pertama yang menyentuh bibirku...!"


Raja mulai mendengarkan, karena terus terang saja apa yang dikatakan oleh Carissa saat ini cukup mengganggunya.


"Apa menurutmu itu bukan cinta? kita bertunangan dan malam itu aku tidak bisa tidur karena terus memikirkan mu, kita melewati kesulitan dan kesenangan bersama saat berdua di luar kota, apa itu bukan cinta? aku tidak senang kalau ada wanita yang dekat denganmu, apa itu bukan cinta?" tanya Carissa.


Sebenarnya semua yang dia katakan itu hanya dua kutip dari novel romantis yang dia baca saja. Mana ada wanita yang mendekati Raja, baru mau dekat saja sudah di pelototi dan pergi. Mana berani mendekat.


Dan soal malam setelah pertunangan, yang tidak bisa tidur justru Raja. Carissa tidur sangat nyenyak karena dia memang lelah.


Tapi sepertinya apa yang Carissa katakan itu membuat Raja mulai berpikir. Carissa yang melihat Raja diam mulia menganggap kalau Raja percaya pada apa yang dia katakan.

__ADS_1


'Yes, dia percaya kan? pasti dia percaya. Kan tinggal menikah, tidur bersama, aku hamil, melahirkan terus pisah. Ayolah jangan di buat ribet!' batin Carissa yang sama sekali belum punya perasaan terhadap Raja sebenarnya.


"Konyol!" ucap Raja yang membuat mata Carissa melotot tak percaya.


"Apa hal seperti kamu anggap sebagai cinta, kalau begitu kamu pasti juga cinta pada guru sekolahmu yang membuatmu tak bisa tidur kalau ada ujian besok harinya, kalau melewati suka duka dalam satu hari kamu sebut cinta, mungkin para petugas pemadam kebakaran akan jatuh cinta pada setiap orang yang dia tolong. Pikiranmu itu konyol, aku tidak mau tahu. Perjanjian itu tetap akan berlaku!" kata Raja yang langsung meninggalkan ruangan itu dan turun ke lantai satu.


Carissa menggembungkan pipinya, dia mengepalkan kedua tangannya di depan wajahnya.


"Agkhhh, susah sekali sih membuat Raja hutan itu percaya. Kalau begini aku harus bagaimana? menikah dengannya satu tahun tanpa hamil, sama saja buang-buang waktu dan aku tidak akan dapat warisan papa! aku pusing!" keluh Carissa yang pada akhirnya keluar juga dari rumah itu dan ikut dengan Raja menuruni tangga ke lantai satu.


Setelah makan malam, keluarga Carissa pun pamit pulang. Gadis itu sudah tidak punya minta lagi untuk bicara bahkan melihat ke arah Raja.


"Carissa sayang, jangan lupa besok jam sembilan di butik ya!" kata Kamila.


Carissa mengangguk cepat.


"Iya Tante!" kata Carissa pelan.


Mereka pun pulang, Siska yang menyadari kalau putrinya sejak kembali dari berkeliling rumah bersama Raja tadi terus cemberut, langsung bertanya.


Carissa yang tidak mau kalau mamanya sampai tahu perjanjiannya dengan Raja pun hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Tidak apa-apa ma, hanya saja Si Raja hutan itu...!"


"Carissa!" tegur Erlangga yang mendengar apa yang dikatakan Carissa. Erlangga tidak suka kalau anaknya memanggil calon suaminya dengan seperti itu.


Carissa langung menunduk.


"Tidak apa-apa ma!" kata Carissa pelan.


Tapi sebagai seorang ibu, Siska tahu kalau putrinya sedang dalam perasaan yang tidak senang, bingung dan sedih.


Begitu sampai di rumah, Siska pun pergi lagi ke kamar Carissa untuk bertanya kenapa anaknya terlihat sendu dan tidak bersemangat seperti itu.

__ADS_1


"Icha, sekarang katakan pada mama, ada apa?" tanya Siska yang memang begitu penasaran tentang apa yang menjadi permasalahan anaknya itu.


Carissa pun duduk di samping mamanya.


"Ma, Raja itu dia tidak mencintai ku. Dia mengatakan itu, lalu bagaimana nanti setelah menikah aku bisa hamil, kalau dia tidak mencintai ku?" tanya Carissa pada mamanya.


Siska sebenarnya sudah menduga hal itu, meski Kamila mengatakan Raja dan Carissa pacaran. Tapi Siska tahu, ada sesuatu yang membuat Raja mengatakan itu pada ibunya, sedangkan dari pandangan Raja selama ini pada putri bungsunya itu, Siska juga tahu kalau pria itu tidak punya perasaan lebih pada Carissa.


Tapi seperti kata suaminya, kalau hanya Raja yang akan bisa membawa Carissa menjadi pribadi yang lebih baik. Seperti kata pribahasa, bukankah biduk itu akan selalu mengikuti kemana arah nahkodanya berlayar. Siska juga sudah mengenal seluruh keluarga Raja, dan mereka memang sangat baik.


Jadi menurut Siska, permasalahannya adalah bagaimana caranya membuat Raja jatuh hati pada Carissa.


"Oke, kalau begitu sekarang kita akan buat sebuah misi. Misi menaklukkan hati calon suamimu!" kata Siska.


Carissa pun mengernyitkan keningnya.


"Masih ada satu bulan sayang, kan ada itu filmnya Nirina Zubir, 30 hari misinya untuk mencari cinta. Nah, kalau kamu. Misi kamu adalah 30 hari membuat calon suami mu jatuh cinta!" kata Siska.


"Nirina Zubir siapa ma?" tanya Carissa.


"Artis sayang, angkatan mama lah pokoknya!" kata Siska.


Carissa pun membulatkan mulutnya membentuk huruf 'O'.


"Pertama-tama kita harus tahu apa yang di sukai sama calon suami kamu itu dan apa yang tidak? dari mulai warna pakaian kamu sayang, jangan pakai pakaian yang warnanya dia tidak suka, sebaliknya pakai pakaian yang dia suka warnanya!" kata Siska.


"Wah, kalau itu Carissa harus beli baju baru ma!" kata Carissa.


"Kenapa?" tanya Siska.


"Raja itu suka warna hitam, Icha mana punya baju hitam ma!" jawab Carissa.


"Aduh, selera calon suami kamu gotik juga ya? Hem... repot ya kalau gitu, kita harus shoping dulu ini kayaknya!" ucap Siska.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2