
Ketika jam pulang kantor tiba, Carissa pun sangat bersemangat untuk merapikan semua pekerjaannya.
Tapi semangatnya mendadak hilang ketika dia mendengar suara pintu terbuka, dan langkah kaki yang sangat familiar mendekat ke arahnya.
'Waduh, ni bau-baunya Raja hutan nih. Lembur lagi nih jangan-jangan!' batin Carissa.
Dan ternyata benar, ketika Carissa sedang membereskan tas. Raja muncul di depannya dengan satu tangan berada di saku celananya dan satu tangan memegang kunci mobil.
"Aku antar kamu pulang! ayo!" kata Raja yang membuat rahang Carissa nyaris jatuh.
Matanya melebar dan dia coba untuk mengoptimalkan pendengarannya dengan baik. Kalau-kalau saja dia tadi salah dengar.
Saat Raja semakin menjauh, Carissa pun berseru.
"Bos, maksudnya bos mau antar aku pulang? aku?" tanya Carissa yang menunjuk ke arah dirinya sendiri karena merasa itu adalah hal paling tidak mungkin yang akan dia dengar.
"Iya, ayo!" kata Raja yang berbalik sekilas lalu melanjutkan langkahnya lagi menuju ke arah lift.
Carissa cukup lama diam, sampai dia mendengar suara pintu lift terbuka. Carissa buru-buru berlari ke arah lift, lumayan kan dapat tumpangan sampai rumah. Bisa mengirit ongkos juga.
Begitu mereka berdua masuk ke dalam lift menuju ke arah basemen. Keduanya tampak diam, suasana pun menjadi tenang. Carissa berdiri di samping Raja dengan sedikit menit memiringkan dirinya ke arah dinding lift sebelahnya.
Sementara Raja juga tidak berniat untuk bicara, dia masih mencoba untuk mencerna apa yang dia rasakan. Perasaan apa yang ada di dalam hatinya itu untuk Carissa.
Begitu pintu lift terbuka, Raja pun keluar terlebih dahulu. Carissa juga mengikutinya dengan langkah cepat. Carissa sudah terbiasa dengan langkah cepat dari kaki jenjang Raja itu. Jadi tidak sulit untuknya mengejar Raja.
Begitu Carissa duduk di mobil Raja, dia pun ingat akan apa yang di katakan oleh Raja dulu. Yang mengatakan padanya kalau dirinya tidak akan pernah duduk di mobilnya itu. Tapi kenyataannya sekarang, Carissa duduk di samping Raja.
Hal itu membuat Carissa berpikir kalau mungkin saja mamanya Raja yang memintanya mengantar Carissa.
"Bos...!"
"Duduk dan diam saja!" kata Raja menyela ucapan Carissa yang belum selesai.
Padahal Carissa cuma mau mengucapkan terimakasih karena Raja mau mengantar dia pulang.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan mereka benar-benar hanya diam. Raja bahkan tak melirik sama sekali ke arah Carissa. Padahal Carissa mungkin sudah 34 kali melirik ke arah Raja.
'Ini orang apa patung sih?' batin Carissa.
Dan benar-benar sampai di depan pintu gerbang, Raja hanya diam. Tapi dia membunyikan klakson mobilnya. Penjaga gerbang rumah Carissa membuka pintu gerbang dan Raja pun mengemudikan mobilnya sampai di depan teras pintu utama rumah papa Carissa.
Setelah Raja menginjak pedal rem dan mobil itu berhenti. Carissa berniat membuka pintu mobil saat dia mendengar Raja berkata.
"Besok aku jemput!" kata Raja yang sama sekali tidak melihat ke arah Carissa.
"Iya bos, terimakasih!" kata Carissa yang langsung turun dari mobil Raja.
Dan setelah Carissa masuk ke dalam rumah, Raja juga langsung menginjak kembali pedal gas dan meninggalkan rumah Carissa.
Setelah Carissa membuka pintu, dia melihat ke arah perginya mobil Raja. Dia merasa cukup penasaran sebenarnya. Kenapa Raja melakukan semua itu.
Sedangkan Raja yang meninggalkan rumah Carissa, mengusap wajahnya dengan kasar.
"Apa yang aku lakukan? kenapa aku tidak ingin Marzi dengan gadis konyol itu!" gumamnya sambil mengingat apa yang ddia dengar tadi di kantor.
Tadi saat Raja kebetulan sedang menuju ruang sekertaris, karena dia memang tidak ingin banyak kontak mata dan bicara dengan Carissa. Dia mendengar Marzi sedang curhat pada Anton.
Flashback On
Raja baru saja akan meminta Anton membawakannya dokumen yang sedang dia butuhkan. Kebetulan dia baru dari ruang meeting dan lewat di ruang sekertaris. Jadi dia langsung saja ingin minta pada Anton tentang dokumen itu.
Tapi baru akan membuka pintu ruang sekertaris. Raja mendengar suara Marzi menyebut nama Carissa.
"Carissa?" tanya Anton.
"Iya mas Anton, aku mengantarnya sampai di rumah. Rumahnya sangat besar, sangat mewah. Aku sama sekali tidak menyangka kalau ternyata dia anak konglomerat" kata Marzi.
Raja yang mendengar itu mengepalkan tangannya. Tapi kemudian beberapa menit kemudian, dia malah melihat ke arah tangannya yang terkepal itu.
'Kenapa aku marah?' batin Raja bingung.
__ADS_1
Tapi kemudian dia menoleh ke arah ruang sekertaris lagi ketika mendengar Anton bicara.
"Kamu minder? hai Marzi.. kalau cinta kenapa harus minder?" tanya Anton.
Mendengar kalau Marzi mencintai Carissa, dada Raja rasanya panas. Matanya juga melebar dan terlihat merah.
"Tapi kak Anton, aku dan dia itu ibarat langit dan bumi. Mamanya memang baik, dia menyambut ku dengan baik. Bahkan berterima kasih. Aku pikir keluarganya sangat baik. Tapi aku yang merasa tidak pantas berdampingan dengannya. Sayangnya aku sudah berusaha menjauhinya, tapi siang tadi, dia malah datang padaku dan mengajakku makan siang bersama. Aku harus bagaimana?" tanya Marzi yang terdengar begitu galau.
Anton kembali menepuk bahu Marzi.
"Jangan minder, lihat sendiri kan! Carissa itu baik, mamanya baik, keluarganya baik. Kamu juga pria yang baik Marzi, kamu pintar dan pekerja keras. Aku yakin, kalau kalian berjodoh. Kalian akan semakin dekat!" kata Anton pada Marzi.
"Menurutmu begitu mas Anton?" tanya Marzi.
"Tentu saja, yang harus kamu lakukan adalah bersikap baik padanya dan menunjukkan perasaan mu padanya!" kata Anton.
"Contohnya?" tanya Marzi yang memang sangat awam kalau menyangkut hal seperti itu. Dia benar-benar belum pernah punya kekasih.
"Hal kecil saja, antar dia saat pulang. Jemput dia saat berangkat kerja, makan siang bersama. Hal kecil seperti itu, itu akan menunjukkan kalau kamu perhatian padanya, semakin sering kalian bersama, semakin banyak kalian bicara. Lama-lama mungkin dia akan punya perasaan yang sama seperti kamu!" kata Anton yang memang sudah berumah tangga. Jadi dia punya pengalaman lebih banyak dan lebih baik tentunya.
"Benarkah mas?" tanya Marzi lagi.
"Tentu saja, cobalah!" kata Anton.
"Baiklah, aku akan menunggunya di depan loby nanti. Biasanya dia akan menunggu taksi online di loby!" kata Marzi.
"Kalau begitu semangat ya, kalian berdua akan sangat cocok. Sama-sama baik!" kata Anton.
Mendengar percakapan Anton dan Marzi. Raja mengurungkan niatnya untuk masuk ke ruangan itu.
'Apanya yang pasangan yang baik, dia calon istriku!' kata Raja dalam hatinya.
Setelah itu Raja pun kembali ke ruangannya, dia menunggu sampai waktu pulang. Tepat pukul lima sore. Dan dia langsung mengajak Carissa pulang bersama.
Flashback Off
__ADS_1
***
Bersambung...