
Air mata Carissa menetes di pipinya, Carissa sebenarnya bukan orang yang cengeng. Yang bisa menangis karena mendengar atau menyaksikan cerita sedih. Ternyata kisah Raja memang sangat menyedihkan.
Cinta pertamanya, orang yang sangat dia cintai. Orang pertama yang mengenalkannya dengan cinta ternyata mengkhianatinya. Sangat kejam. Dia mencintai wanita itu dengan begitu tulus, tidak mau menyentuhnya bukan tidak menginginkannya. Tapi mau menjaganya sampai di hari, dimana wanita itu akan merasa berharga saat Raja menyentuhnya.
Namun hal itu menjadi penyebab wanita itu berselingkuh. Hingga pada akhirnya kecelakaan. Bahkan sangking cintanya Raja pada wanita itu, meskipun wanita sudah menyakiti harinya, mengkhianatinya, menipu cintanya. Dia tetap menutupi aib tentang kecelakaan wanita itu. Dia menghilangkan rekam jejak kalau Vivian meninggal setelah di temukan selingkuh dan mengalami kecelakaan saat pergi bersama dengan selingkuhannya itu.
Raja menyembunyikan semua itu, dan benar-benar membuat Vivian seperti mengalaminya kecelakaan seorang diri. Tanpa pria selingkuhannya itu. Hingga semua orang masih tetap menganggap Vivian adalah wanita yang baik.
Carissa mengusap air matanya lagi.
"Ternyata hati si Raja hutan itu begitu tulus. Bodoh sekali wanita bernama Vivian ini. Dia tidak mau menyentuhmu sebelum kalian menikah. Wanita macam apa kamu uang ingin pacarmu sudah menikmati semua tubuhnya. Huhuhu... ini sedih sekali. Lebih sedih dari cerita telenovela yang suka mama tonton itu!" gumam Carissa.
Tapi tak lama kemudian, dia mendengar suara kali menuju ke ruangannya. Carissa segera menyembunyikan kembali agenda itu di dalam rak sebelah kanan meja kerjanya.
"Cewek Tengil...!" panggilan itu adalah dari Raja.
Tapi Raja menjeda ucapannya ketika dia melihat Carissa menghapus air matanya.
"Kenapa kamu? sudah menyerah? mau pulang saja?" tanya Raja ketus.
"Ih galak banget sih bos, orang lagi sedih juga!" sahut Carissa.
"Eh aku gak mau tahu ya, ke ruang sekertaris sekarang. Suruh mereka kerjakan laporan bulan depan. Terus kamu siapkan ruang meeting, tunggu tamu dari Ovale company datang, sambut mereka dengan baik lalu ajak ke ruang meeting langsung!" kata Raja lalu pergi dari ruangan Carissa.
"Emang dasar Tarzan, aku kan masih sedih ini. Sudah di suruh ini itu lagi. Padahal dulu dia kelihatannya manis banget di foto ini. Huh...!"
Beberapa hari berlalu, pagi-pagi sekali bahkan saat Carissa belum berangkat bekerja. Kamila sudah datang kerumahnya, untuk mengajak Carissa memilih gaun pertunangan yang akan di laksanakan besok malam.
"Tapi, mbak. Bukannya pertunangannya cuma keluarga saja ya? kenapa harus pilih gaun di butik segala?" tanya Siska.
"Gini loh dek Siska, dulu kan Restu kan pertunangannya beli gaun baru, perhiasan baru, dan acara menghabiskan ratusan juta loh. Masak iya sih, Raja di bedakan. Gitu maksud aku, meskipun gak besar-besaran seperti restu ya, setidaknya moment itu juga di abadikan ya kan, jadi penampilan Raja dan Carissa ya, kalau bisa juga kan harus wah gitu dek!" jelas Kamila.
__ADS_1
Siska hanya melihat ke arah Carissa sekilas.
"Baiklah kalau begitu, aku akan siap-siap dulu. Carissa sebaiknya kamu ijin dulu ke bos kamu...!"
"Dek Siska, kayak sama siapa saja? bosnya Carissa kan calon suaminya. Gak mungkin di marahi lah!" kata Kamila.
Carissa cuma senyam-senyum saja. Sebab papanya sudah kasih ultimatum ke Carissa, kalau dia harus menjaga sikap dan perilaku di depan calon mertuanya. Kalau tidak hukuman cabut fasilitas akan di tambah waktunya.
Tentu saja Carissa tidak mau itu terjadi. Jadi di depan Kamila, Carissa hanya tersenyum dan mengangguk patuh. Padahal dalam hatinya.
'Darimana gak masalah, Tarzan itu, Raja hutan itu pasti senang sekali kalau aku berbuat salah. Dia akan dengan mudah menambah tiga kali lipat, eh salah, empat kali lipat pekerjaan ku selanjutnya. Darimana gak ada masalah coba!' batin Carissa yang ngedumel juga dalam hatinya sebenarnya.
Setelah sampai di butik, Carissa pun di pilihkan beberapa gaun yang begitu berat.
"Ma, Icha mau tunangan apa mau ikut Miss universe sih ma? ini baju kebanyakan batunya ma!" keluh Carissa yang mendekati Siska dan berbisik pada mamanya itu.
"Icha, itu diamond astaga. Itu bukan batu, anak ini tahunya jajan sama jalan-jalan aja sih, sekali-kali main-main di toko perhiasan. Jangan buka nonton film sama main outdoor aja!" kata Siska.
"Aduh!"
Carissa memekik karena mamanya mencubit lengannya.
"Sakit ma!" kata Carissa.
"Habis kamu keterlaluan, masak bilang kayak gitu di depan calon mertua kamu. Meskipun iya juga gak perlu bikin pengumuman kayak gitu kan!" geram Siska menekan rahangnya agar tidak tampak sedang kesal pada Carissa.
"Kenapa Carissa sayang?" tanya Kamila yang tadinya masih memilih baju untuk Raja.
Tapi karena mendengar suara Carissa tadi. Kamila jadi kembali menghampiri calon menantunya itu.
Carissa baru akan bicara, tapi Siska lebih dulu bicara.
__ADS_1
"Gak apa-apa mbak Kamila, cuma gaun ini sepertinya kepanjangan, hampir saja tadi Icha jatuh!" kata Siska yang pada akhirnya menemukan alasan yang tepat untuk mengganti gaun yang anaknya pakai tersebut.
Carissa benar-benar kagum pada mamanya itu, selain namanya itu bisa memberi alasan setiap kali papanya akan menghukum dirinya. Mamanya juga sangat inisiatif memberikan alasan di kesempatan yang sebenarnya sangat kecil itu. Untuk Carissa bisa mengganti gaunnya dengan yang lebih sederhana dan tentu saja tidak sepanjang itu sudah seperti benar-benar akan ikut audisi Miss universe saja.
Kamila, yang pada akhirnya takut mencelakai salam menantunya pun membiarkan Carissa memilih sendiri gaunnya. Setelah itu, Carissa mengganti gaunnya di ruang ganti.
Dia saat yang bersamaan, Raja datang bersama dengan Nando. Raja langsung menghampiri namanya, karena mamanya memang sudah mengatakan di mana lokasinya berada.
"Ma!" sapa Raja.
"Hai sayang, sapa juga calon mama mertuamu!" kata Kamila.
"Selamat pagi tante!" sapa Raja pada Siska.
"Pagi!" jawab Siska.
"Ini, cepat ganti. Mama mau lihat, ini cocok tidak denganmu. Karena Carissa pilih warna yang seperti ini tadi!" kata Kamila yang langsung menyodorkan setelan jas pada Raja.
Tanpa banyak bicara, karena ingin semua ini cepat selesai dan dia cepat kembali ke kantornya. Maka Raja menerima pakaian itu dan masuk ke ruang ganti. Tapi sayangnya, tidak ada yang memberitahunya di mana ruang ganti yang kosong.
"Agkhhh!" Pekik Carissa karena Raja masuk ruang ganti yang sama dengannya ketika dia sedang mengganti gaunnya.
Carissa buru-buru menutupi tubuh bagian atasnya dengan ujung gaun.
"Malah melotot lagi, tutup mata kamu!" kata Carissa yang melihat Raja malah melebarkan matanya di depan Carissa.
Raja baru sadar akan apa yang dia lakukan, dia lantas berbalik dan memaki dirinya sendiri.
"Siall, bagaimana aku malah terdiam seperti patung tadi. Memalukan!" rutuknya pada dirinya sendiri sambil keluar dari ruang gantinya itu.
***
__ADS_1
Bersambung...