CEO Galak Vs Cewek Bar-bar

CEO Galak Vs Cewek Bar-bar
Bab 19. Dunia Khayal Carissa


__ADS_3

Sementara itu di kantor, Carissa sudah berusaha mempercepat untuk menyelesaikan pekerjaannya, tapi itu sangat sulit. Otaknya yang terbiasa berpikir santai tidak bisa di gunakan untuk berpikir dengan cepat dan berat.


Dia sudah tidak bisa menghubungi jasa ketik yang biasa dia hubungi kalau harus mengerjakan tugas. Karena yang kemarin saja belum di bayar.


Dan pada akhirnya karena kesal, Carissa hanya memandang semua dokumen yang ada di depannya itu, di atas meja kerjanya itu.


"Seandainya saja aku punya kekuatan Harry Potter, hocus fokus ada fulus urusan mulus! Blarrr selesai semua kerjaan!" gumam Carissa yang sudah mabok karena banyaknya dokumen yang ada di depannya itu.


Sayangnya meskipun dia sudah melafalkan sebuah mantra yang ajaib mandraguna, tetap saja tidak ada satu dokumen pun yang selesai.


"Hayati lelah bang... pulangkan saja ke rumah orang tua hayati...!"


Akhirnya salah satu dialog dalam sebuah scene film tentang gadis pulau Sumatra bernama Hayati yang di lamar oleh seorang juragan kaya dari tanah Jawa, awalnya kehidupan rumah tangga mereka begitu manis, namun pada akhirnya kepercayaan tidak bisa tumbuh di dalam hati mereka, dan cinta itu kandas bersama tenggelamnya sebuah kapal di perairan laut Jawa. Tak luput Carissa ucapkan sebagai bentuk dari rasa lelah dan penatnya.


Mana di tambah dengan ekspresi wajah yang terlihat seperti anak tiri yang tengah meratap setelah siksaan dari beribu ribu detik oleh ibu tirinya. Menambah suasana simpati, melow yang luar biasa di ruangan sang sekertaris magang.


Tok tok tok


Sampai pada akhirnya beberapa kali ketukan di pintu ruangan itu membuyarkan semua lamunan Carissa yang sedang berselancar di dunia khayalnya.


"Siapa?" tanya Carissa yang langsung menarik satu buah dokumen yang ada di atas meja di hadapannya dan berpura-pura sibuk mengerjakan dokumen itu.


Ceklek


Ternyata yang masuk ke dalam ruangan itu adalah Nando.


"Carissa, aku dengar dari Anton kamu masih di sini! bukankah seharusnya kamu pulang?" tanya Nando bingung.


"Pulang gimana? nih lihat kak Nando. Pekerjaan ku saja masih banyak, ini kalau di kerjakan sampai tahun baru kingkong juga belum selesai kayaknya!" keluh Carissa.


Tapi arah pandangan Nando justru pada dokumen yang ada di depan Carissa.


"Gimana dokumen-dokumen ini mau selesai kalau kamu bacanya saja terbalik begitu?" tanya Nando yang tidak habis pikir dengan Carissa.

__ADS_1


Mata Carissa melotot melihat Ternyata apa yang dikatakan oleh Nando itu benar karena dokumen yang ada di hadapannya itu posisinya terbalik.


'Astaga, gara-gara buru-buru mau caper. Malah kebalik ini dokumen!' batin Carissa.


Carissa merasa sangat malu karena ternyata dokumen yang ada di hadapannya itu benar-benar terbalik. Alih-alih membenarkan posisi nya menjadi benar, Carissa malah menutup dokumen itu.


"He he he!" Carissa hanya bisa nyengir. Dia juga merasa sangat malu sampai tidak bisa memikirkan alasan kenapa dokumen yang dibaca itu terbalik.


Padahal kalah di depan Raja, Carissa pasti masih bisa memikirkan alasan untuk dikatakan. Mungkin kalau saat itu yang memergokinnya adalah Raja, Carissa akan mengatakan kalau dia memang terbiasa membaca terbalik, atau mungkin Carissa karena mengatakan kalau itu sengaja dia lakukan untuk mengganti suasana supaya dia tidak merasa bosan membaca dokumen dengan cara begitu-begitu saja.


"Sudah, biarkan saja semua pekerjaan ini. Lagipula semua laporan ini baru akan dibutuhkan seminggu lagi!" kata Nando.


Rahang Carissa lagi-lagi mau jatuh. Bosnya itu memang sangat luar biasa. Luar biasa menyusahkan Carissa.


Bagaimana mungkin, pekerjaannya seharusnya masih bisa dilakukan beberapa hari lagi ditumpuk di atas meja kerja Carissa dan harus selesai pada hari ini juga.


'Dasar Raja hutan, apa dia keturunan penjajah. Senang sekali bikin orang kerja rodi. Astaga, benar-benar tuh orang. Kesambet setan kompeni kali ya!' omel Carissa dalam hatinya.


"Tentu saja Carissa, seharusnya kamu sudah sampai di rumah sebelum makan malam. Bukankah ada acara penting di rumahmu?" tanya Nando.


Carissa yang sudah merapikan peralatannya ke dalam tas dan bersiap untuk pulang kembali di buat bingung dengan perkataan Nando.


"Acara apa? kok kak Nando lebih tahu daripada aku? aku gak tahu apa-apa loh?" tanya Carissa pada Nando.


Menyadari kalau memang keluarganya sengaja tidak memberitahukan hal itu kepada Carissa. Maka Nando pun tidak berniat untuk membongkar apa yang sebenarnya keluarganya simpan terlebih dahulu sampai Carissa nanti pulang ke rumah.


"Bukan apa-apa, cepat pulang. Tapi hati-hati di jalan ya!" kata Nando ya langsung keluar dari ruangan itu karena tidak mau Carissa kembali bertanya padanya.


Carissa segera memesan taksi online, padahal uang saku Carissa pemberian dari mamanya sudah habis. Hanya saja, Carissa berpikir kalau dia akan pulang ke rumah kan. Jadi menurutnya pesan saja dulu taksinya begitu sampai rumah baru dia membayarnya, kalaupun mama papanya tidak ada di rumah dia kan bisa pinjam uang dari asisten rumah tangganya bisa pinjam dari pak Usman, bi Yati atau dari siapa saja yang ada di rumah.


Dengan menaiki sebuah taksi online yaitu mobil jenis Multifunction Purpose Vehicle (MVP) mobil dengan mesin 1.0 liter dengan 3 silinder yang memang sudah dikenal dengan efisiensi bahan bakarnya yang cukup tinggi. Dilengkapi dengan Dual SRS Airbag. Fitur ini akan aktif secara otomatis jika terjadi kecelakaan atau situasi lain yang bisa mengancam keselamatan penumpangnya. Mobil ini diproduksi sejak tahun 2004 hingga sekarang.


Dan mobil dengan warna silver metalik itu berhenti tepat di depan pagar tinggi kediaman Setiawan.

__ADS_1


"Bang, tunggu bentar ya. Aku gak bawa uang cash.. bentar aja!" kata Carissa yang lantas keluar dari dalam mobil dan memanggil pak Usman.


"Pak Usman.. pak Usman!" panggil Carissa pada penjaga gerbangnya.


Pak Usman yang merasa sangat mengenal suara orang yang memanggilnya pun segera mendekati pintu gerbang.


"Loh non, ngapain di sini? bukannya langsung masuk?" tanya Usman.


"Pak pinjem yang dulu dong, 75 ribu saja! nanti kalau Carissa sudah masuk dan bertemu mama nanti langsung Carissa ganti!" kata Carissa pada pak Usman.


Dan dengan cepat setelah melihat ada mobil taksi online yang parkir di depan pintu gerbang pak Usman segera meraih dompet di dalam saku celananya dan mengeluarkan pecahan uang pecahan seratus ribuan sebanyak 1 lembar.


Carissa langsung menyambar uang itu dan kembali berlari menuju sopir taksi lalu memberikan uang itu kepada supir taksi.


"Ambil saja kembalinya bang!" kata Carissa.


"Makasih non!" kata supir taksi itu.


Carissa langsung kembali masuk ke dalam pintu gerbang dan menemui pak Usman lagi.


"Bentar ya pak Usman...!"


"Gak usah non, gak apa-apa!" kata pak Usman yang merasa kebaikan keluarga Carissa sudah lebih banyak daripada sekedar uang seratus ribu yang dipinjam oleh kharisma untuk membayar taksi online.


"Ih gak boleh gitu, aku tadi kan bilangnya pinjam. Bentar ya!" ucap Carissa yang langsung berlari menuju teras pintu utama rumahnya.


Tapi Setelah dia perhatikan sekeliling dia baru menyadari kalau ada dua mobil yang tidak dia kenal parkir di pekarangan rumah papanya itu.


"Eh, mobil sapa tuh?" gumamnya sekilas sebelum masuk rumah.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2