CEO Galak Vs Cewek Bar-bar

CEO Galak Vs Cewek Bar-bar
Bab 37. Menjelang Pernikahan


__ADS_3

Raja kembali ke rumahnya dengan perasaan tidak menentu. Carissa benar-benar tidak mudah di buat menyerah seperti wanita lain yang selama ini mendekati Raja.


Sementara Carissa, dia juga langsung mengatakan semua yang dia sudah katakan pada Raja dengan mamanya.


"Lalu apa katanya?" tanya Siska.


"Dia diam saja ma, aku mau bertanya lagi lihat wajahnya saja sudah merinding. Jadi apa yang harus aku lakukan ma? maju atau bagaimana?" tanya Carissa.


Siska pun terdiam sejenak. Tapi menurut pengalamannya, akhirnya dia berkata.


"Raja diam, juga tidak menolak kan? mama rasa kamu bisa maju terus. Lagipula yang kamu kejar itu kan calon suamimu sendiri. Mama rasa tidak ada yang salah dengan itu!" kata Siska membuat Carissa mengangguk paham.


Keesokan harinya, Siska mengajak Carissa untuk memasak bersamanya untuk di bawa ke kantor. Supaya dia bisa makan siang bersama Raja di kantor dengan masakan yang dia buat sendiri.


Seperti biasanya, Carissa pergi ke ruangan Nando untuk meminta tugas apa yang harus dia kerjakan hari ini. Dan Nando memberikan Carissa tugas untuk pergi ke ruangan Raja dan memberitahu Raja tentang jadwalnya hari ini.


Tok tok tok


"Bos boleh aku masuk?" tanya Carissa.


Dan bukan hal yang baru kalau sampai sepuluh detik Raja tidak menyahut dari dalam.


"Bos aku masuk ya?" tanya Carissa lagi sambil memegang handel pintu dan membukanya.


Ceklek


...Raja juga tugas berkomentar apapun saat Carissa masuk sebelum dia menyuruhnya masuk. ...


"Selamat pagi bos, kak Nando memintaku memberitahu tentang jadwalnya hari ini. Jam sepuluh, bertemu dengan wakil direktur perusahaan Pratama, lalu jam dua siang survei ke perusahaan iklan yang akan bekerja sama dengan Tekno Company, jam empat sore, ada meeting dengan para dewan direksi terkait penutupan buku akhir tahun!" kata Carissa yang membaca agendanya.


Carissa langsung melihat ke arah Raja saat dia sudah selesai membaca jadwal Raja. Dan ternyata pria itu sedang menatapnya juga.


Di tatap seperti itu Carissa jadi salah tingkah.


"Bos, ba.. bagaimana? ada yang mau di cancel atau tidak?" tanya Carissa lagi.


"Tidak, seperti itu saja. Sekarang keluar dan kerjakan pekerjaan mu yang lain!" kata Raja yang pada akhirnya memalingkan wajahnya ke dokumen yang ada di atas meja di depannya.


"Baik bos, tapi nanti siang bisakah kita makan siang bersama. Aku sudah memasak untukmu?" tanya Carissa pada Raja.


Tapi mendengar pertanyaan itu dari Carissa, Raja langsung melirik tajam ke arah Carissa.


"Apa itu ada di jadwal ku?" tanya Raja.

__ADS_1


Carissa menggelengkan kepalanya perlahan.


"Tidak ada bos, tapi kan...!


"Kalau begitu pergi lagi. Aku tidak akan makan siang dengan mu!" tegas Raja menyela ucapan Carissa.


Carissa geram sekali, dia sudah berniat baik. Dan dia bangun pagi-pagi sekali untuk masakan itu. Kenapa Raja tidak bisa sedikit saja menghargainya. Lagipula Carissa di bantu mamanya.


Carissa pun sedikit emosional.


"Ya sudah kalau tidak mau, tidak apa-apa. Dari pada makanan buatan ku dan mama mubazir, aku akan berikan pada kak Marzi saja..!"


Sebenarnya Carissa hanya bergumam. Tapi entah kenapa kalau mendengar kata Marzi. Telinga Raja jadi sangat sensitif.


Padahal Carissa mengatakan itu sambil memegang handel pintu dan akan keluar dari ruangan Raja.


"Hei cewek Tengil, tadi kamu bilang apa?" tanya Raja yang menghentikan langkahnya Carissa.


Carissa menoleh dan kembali bertanya.


"Bilang apa? yang mana?" tanya Carissa tidak paham.


"Aku berubah pikiran. Bawa saja makanan mu kemari nanti. Kita makan siang bersama!" kata Raja.


"Tapi kata bos tidak mau?" tanya Carissa.


"Aku berubah pikiran. Sudah sana siapkan berkas yang akan di bawa ke perusahaan Pratama!" seru Raja.


Carissa pun keluar ruangan dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Raja juga mengajak Carissa ikut ke perusahaan Pratama.


Setelah itu mereka makan siang bersama. Raja merasa rasa masakan Carissa tidak buruk juga.


Tentu saja begitu, karena 89 persen itu adalah hasil tangan Siska. Yang dilakukan Carissa hanya sisanya yaitu mencuci sayuran dan menata di kotak makan.


Carissa terlihat senang karena Raja menghabiskan makanan yang dia siapkan.


"Besok ku bawakan lagi ya bos?" tanya Carissa.


"Tidak usah, kasihan ibu kantin tidak ada yang beli makanannya kalau kamu bawa makan sendiri terus dari rumah!" jawab Raja datar.


Raja bahkan langsung pergi ke ruang pribadinya setelah makan. Carissa hanya bisa garuk-garuk kepala.


Hari demi hari berlalu, hingga tiba dimana pernikahan Raja dan Carissa akan di laksanakan esok hari.

__ADS_1


Pernikahan ini hanya di laksanakan secara keluarga saja. Para karyawan juga tidak banyak yang tahu. Hanya kolega bisnis, para direktur dan sekertaris saja.


Mendapatkan undangan mendadak itu dari Nando, tentu saja Marzi terkejut bukan main.


"Ini Carissa Mandasari Setiawan? apa ini Carissa sekertaris magang di perusahaan kita?" tanya Marzi pada Nando.


"Iya tentu saja, memangnya siapa lagi? jangan lupa datang ya besok di acara resepsinya. Tidak usah bawa apapun , seperti di undangan ya, tidak perlu bawa hadiah atau apapun!" kata Nando yang langsung keluar dari ruangan sekertaris.


Marzi tak bisa berkata-kata. Matanya sudah berkaca-kaca. Dia tidak menyangka kalau Carissa, wanita yang akan dia kejar itu ternyata adalah calon istri dari atasannya.


Anton yang bisa melihat kesedihan di mata Marzi langsung mendekati teman kerjanya itu dan memeluk bahunya pelan.


"Marzi... !"


"Aku seharusnya tahu diri mas Anton, aku dan Carissa...!" Marzi memejamkan matanya dan meremass kertas undangan yang ada di tangannya.


Segera setelah undangan di bagikan, seluruh karyawan perusahaan menjadi heboh. Banyak yang bergunjing dan bergosip. Banyak pula yang mengira Carissa inilah, itulah. Sengaja mendekati Raja dan lain sebagainya. Karena yang mereka tahu, pulang pergi kerja Carissa itu baik taksi online atau ojek online.


Jadi mereka tidak tahu kalau Carissa juga anak orang kaya. Yang mereka pikir, Carissa menjebak Raja supaya bisa menikah dengan CEO perusahaan Tekno Company itu.


Tapi yang namanya Carissa. Mau di sindir seperti apa juga tidak akan berpengaruh besar padanya.


Saat pulang kerja, seperti biasa Raja pun mengajaknya pulang bersama.


Di jalan, Carissa membahas tentang pernikahan mereka esok hari.


"Kita akan menikah besok, apa sekarang kamu sudah bisa mencintai ku?" tanya Carissa.


Tapi tak ada jawaban dari Raja. Carissa pun menghela nafas berat.


'Susah sekali membuat pria ini jatuh hati padaku, aku harus bagaimana?' batin Carissa bingung.


Sampai di depan rumah Carissa, Raja bahkan tidak bicara satu patah katapun.


"Sampai jumpa besok calon suami!" kata Carissa yang lalu keluar dari dalam mobil dan melambaikan tangannya pada Raja.


Raja langsung pergi seperti biasa, tapi dia melirik Carissa dari spion mobilnya.


'Calon suami, dasar gadis konyol!' batin Raja. Tapi ada seulas senyum sangat tipis di wajahnya, sangat tipis bahkan nyaris tak terlihat.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2